Transgender Transsexual
Sekelar-nya nonton acaranya Oprah, The Oprah Winfrey Show, “Born in the Wrong Body” [1], otak-ku rasanya terusik dengan fenomena keberadaan kaum transgender saat ini yang semakin lama semakin banyak, dan diakui ke-absahan-nya. Tidak, aku tidak anti kaum itu, dan bukan karena itu aku terusik, aku paham kalau setiap orang punya hak untuk memilih dan menentukan hidup-nya.
Aku hanya saja berada dalam sebuah tanda tanya besar ketika mereka pada akhirnya memutuskan untuk me-legal-kan ke-transgender-annya dengan proses mereka ber-evolusi secara fisik menjadi seorang yang lain dari apa yang sebenarnya mereka secara biologis meskipun bagi mereka justru keadaan dan hidup mereka yang salah terlahir seperti itu sebagai bagian dari ke-transsexual-an mereka. Belum lagi dengan pertanyaan-pertanyaan lain tentang apa, siapa, dan bagaimana para individu-individu transgender tersebut dalam kehidupan sosial-nya, termasuk juga kehidupan sexual-nya
Secara pengertian, transgender dan transsexual itu adalah:
Transgender is the state of one’s “gender identity” (self-identification as male, female, both or neither) not matching one’s “assigned gender” (identification by others as male or female based on physical/genetic sex). “Transgendered” does not imply any specific form of sexual orientation — transgender people may identify as heterosexual, homosexual, bisexual, pansexual or asexual. [2]
One common definition is that a transsexual is a person who believes that his or her body does not reflect his or her true ‘inner’ gender. Another common definition is that a transsexual is a person who has had or plans to have medical or surgical treatments that alter his or her body to better reflect what the individual believes is his or her true gender. The first definition allows greater freedom for individuals to self-identify as a transsexual. The latter defines the term based on actual or planned operative status and makes it more an external label than a term of self-definition.[3]
Dan bagi aku ini bagian yang menarik, ““Transgendered” does not imply any specific form of sexual orientation” yang menyatakan bahwa transgender tidak hanya sekedar orientasi seksual yang salah dari individu-nya yang lebih sering terjadi karena faktor psikologis, faktor lingkungan, ataupun yang faktor lain-nya. Dan begitu juga dengan ini “a person who believes that his or her body does not reflect his or her true ‘inner’ gender”“. Karena kaum transgender ini bisa memiliki orientasi seksual layaknya mereka yang bukan transgender, bisa dengan lawan jenis, sesama jenis, atau bisa dengan kedua-dua-nya.
Jadi, sebenarnya seperti apa transgender itu sendiri, terlebih lagi dalam hubungannya dengan transsexual? Secara jujur, aku sendiri selama ini selalu menganggap kalau kaum transgender ini tidak lebih dari mereka-mereka yang salah secara seksual sampai akhir-nya aku nonton acara itu, dan seperti telah aku katakan inilah yang membuat aku terusik. Apakah mungkin mereka terlahir pada tubuh yang salah seperti apa yang mereka katakan dalam acara-nya Oprah Winfrey atau ada alasan dan penjelasan yang lebih logis untuk menjelaskan fenomena seperti ini
When Angelika was just 3 or 4 years old, she says she began to have conflicting feelings about her gender. “There was this one point in time when I was little that I looked in a mirror, and I was just wishing that I was a girl,” she says. “I couldn’t really understand why I had a boy part, but my mind was like a girl. I was so confused.” [4]
atau…
“When I was, like, 7 maybe, I went up to my mom and I said, ‘Hey Mom, I’m a boy in a girl’s body.’ And that’s when it really, like, occurred to me that I was different.” [5]
Dengan keberadaan dan kesadaran mereka-mereka yang terlahir sebagai kaum transgender, mereka merasa ada yang salah dengan fisik mereka secara biologis karena menurut mereka setidaknya 99% otak, pikiran, hati, dan tindakan mereka berada dalam bentuk yang berlainan dengan fisik mereka sendiri, sekaligus mereka berani mendeklarasikan kelainan ini (kalau emang ini bisa dikatakan kelainan) sebagai bagian dari perbedaan mereka secara transsexual. Dan sekali lagi itu bukan karena faktor mental dan sekali lagi tidak ada hubungannya dengan orientasi seksualnya, karena ada kasus dimana seorang individu transgender yang dulunya adalah seorang perempuan, secara sadar mengakui bahwa sebenernya dia lebih adalah seorang laki-laki, dan kemudian melakukan transisi secara fisik menjadi seorang laki-laki tulen, pada akhirnya juga menganut paham homosexual
A psychological condition is considered a mental disorder only if it causes distress or disability. Many transgender people do not experience their transgender feelings and traits to be distressing or disabling, which implies that being transgender does not constitute a mental disorder [6]
Sampai sekarang ini, belum ada penjelasan pasti baik secara ilmiah maupun empiris tentang keberadaan dan penyebab adanya transgender ini. Kalau ini bisa dikatakan sebagai salah satu keagungan Tuhan yang menciptakan begitu banyak keunikan di dunia ini, tetapi kenapa lantas orang-orang agamis menentang keras keberadaan mereka?, dan kalau ini memang kesalahan biologis yang mungkin disebabkan pola hidup sang orangtua ketika si bayi masih dalam kandungan, kenapa kita lantas lebih sering menyalahkan mereka yang menjadi kaum ini?
Aku yakin ini masih akan tetap menjadi tanda tanya yang belum terjawab, setidak-nya sampai saat ini. IMHO, mungkin sebaik-nya aku mulai dari sekarang merubah opini-ku yang salah tentang kaum ini yang selama ini selalu men-judge mereka sebagai orang-orang yang salah secara mental, karena aku yakin mereka tidak. Meskipun tetap, belum ada jawaban pasti. Bukan berarti aku membenarkan ataupun menyalahkan keberadaan kaum ini, tetapi setidak-nya dengan mencoba memahami perbedaan mereka dan sebab-akibat-nya, kita akan lebih mudah untuk menerima-nya.
[catatatan kaki:]
- Talk show televisi yang sangat populer, yang mengangkat banyak sekali hal-hal yang menyangkut kemanusiaan, terlepas dari kontroversi yang sering terjadi yang disebabkan oleh acara ini
- Pengertian Transgender menurut Wikipedia
- Pengertian Transsexualism menurut Wikipedia
- Cerita dari Angelika - terlahir sebagai laki-laki, yang kemudian menyadari bahwa dia itu adalah seorang perempuan
- Cerita dari Jake - terlahir sebagai perempuan, yang kemudian menyadari bahwa dia itu adalah seorang laki-laki
- Uraian dari APA (American Psychological Associates) tentang transgender
extremusmilitis TAGS: Informasi-Ku, Cerita-Ku, Aneh-Ku, Otak-Ku
Technorati TAGS: informasi, cerita, aneh, otak, blogger, extremus, militis, dengar, design, film, musik, rumah, opini
DIarsipkan di bawah: Aneh-Ku, Cerita-Ku, Informasi-Ku, Otak-Ku | yang berkaitan: ilmiah, manusia, moral, orientasi sexual, psikologi, seksual, transgender, transsexual, unik





























Ah, sudah jelas kaum agamis menentang keras mereka, karena Tuhan disebut cm menciptakan laki2 DAN perempuan. Tidak pernah disebut Tuhan menciptakan laki2 perempuan, laki2 dalam perempuan, perempuan dalam laki2, dan jenis2 lainnya…
Bahwa skarang mereka eksis, yah, begitulah…
@jensen
nah seringkali pandangan seperti itu yang menurut aku salah, karena mereka tidak hanya setengah perempuan ataupun setengah laki-laki. Mereka berani memutuskan bahwa kelahiran mereka secara fisik salah (laki-laki atau perempun), dan kemudian menyatakan diri sesuai dengan apa yang mereka yakini (laki-laki atau perempuan) untuk kemudian ber-transisi sepenuhnya bukan setengah-setengah.
Berbeda dengan banci atau wadam…ini menurut aku lho
No comment dulu.
Setuju dgn jensen99. Sepertinya ini kesalahan dimasa kecil……..
@pr4s
tidak se-simpel itu kalau menurut aku pras…
*jidat udah ada 17 kerutan, tetap belum bisa mencerna…*
haduh, ndak nyampek ilmu saya Om. Pokoknya yang penting, perlakukan mereka sewajarnya, layaknya ciptaan Tuhan yang lain
@siawhietji
gampang kerutan kan tinggal seterika doang
ini lebih baik, perlakukan mereka sewajarnya…
Maaf, saya tetap akan memakai sebutan perilaku penyimpangan sexual dalam kasus ini. Dan sesuai dengan sebutannya, yang namanya penyimpangan itu sangat mungkin menular. Apalagi jika fenomena seperti ini disangkutpautkan juga dengan perilaku. Jadi pesen saya, buat mas extrem tentunya… bergaul dengan mereka boleh, tidak mengakui keberadaan mereka juga salah, tapi inget jangan pernah berada dalam kondisi yang lama bersama2 dengan mereka jika mas extrem masih cinta jadi laki2 tulen. Karena penyimpangan sexual itu menular, gak percaya… coba aja! He…
Ndak usah sampean pusingin. Nanti menuh-menuhin memory otak sampean dengan hal ndak berguna.
Di Amrik ajah baru 2 (dua) negara bagian nyang ngakuin Transsexual ini. Artinya, bagi mereka pun mingsih “barang aneh”.
Coba aja sampean perhatiin dalam pilem-pilem Hollywood, para Tanssexual ini mengelompok dalam komunitas tersendiri….
@undercover
gak pa pa kok Herd, kamu bisa pake istilah apa saja yang menurut kamu benar untuk ngewakilin kaum ini
kebetulan, dulu, lama sekali aku bergaul dengan mereka karena kebutuhan akan observasi dari sebuah organisasi, tapi ampe sekarang masih tulen abis nih herd

dan seperti aku sudah uraikan pada artikel diatas, ya itu tadi pola pikir-ku rasanya masih sangat picik memandang mereka, nah setelah nonton acara-nya Oprah, aku baru sedikit ngeh tentang perbedaan karena korban perilaku yang menyimpang dan mengada-ngada layaknya lawan jenisnya, dengan mereka-mereka yang emang sedari kecil sudah menyadari bahwa mereka terlahir salah secara fisik, meskipun suara mereka, tindak-tanduk mereka, pikiran mereka sudah menunjukkan perbedaan itu…emang susah sih untuk nge-mastiin
btw, thanks untuk sarannya ya
@mbelgedez
ndah susah kok mas/mbak…
ini kan cuma sekedar belajar akan perbedaan-perbedaan yang ada di dunia ini, dengan begitu kita bisa lebih mudah menerima perbedaan-perbedaan yang ada disekitar kita, kan kalau kalau kita ndak mengerti duluan, bagaimana kita bisa menilai baik-buruknya, bukan seperti orang-orang di sana itu, mengerti ndak, tapi sok menyalahkan dan menganggap dirinya benar. bukan begitu?
terimakasih sudah mengingatkan ya
ya itu bener sekali, tapi mengapa kita harus memisahkan mereka, apa mereka bukan manusia?
tapi ya itu tadi yang sebenarnya aku pengen angkat itu adalah ternyata kaum transgender itu tidak bisa dinilai dari orientasi seksual-nya, nah ini yang sering di-salah kaprah-in sama orang-orang
contoh yang mungkin seperti kasusnya Elton John yang nikah dengan sesama jenis itu tha (ini yang sering disamakan dengan kaum transgender padahal bukan), ya itu jelas salah, tapi mereka ini lebih ke secara biologis terlahir salah, bukan secara mental…mungkin begitu yang aku bisa tangkep yaks…
*memantau*
Apakah ini juga berhubungan dgn IBB ?
Makanya ada Jendral bayut disini *lirik2 JB
@’K
*ngeker ‘K dari jauh pake senapan sniper*
@Ina


tanyakan pada rumput yang belon mau bergoyang
*nyikut sang Jenderal*
Terlepas dari percaya atau tidak, jawabnya ada di reinkarnasi… (tlg jgn kaitkan dgn konteks indoktrinasi agama) Mungkin bbrp “project” sebelumnya mereka selalu turun sebagai wanita kemayu dan krn ingatan karmiknya belum luntur dan tiba2 turun menjadi lelaki maka terjadi distorsi gender antar roh dgn fisik. Dan mungkin juga (atau pasti?) itu adalah skenario pilihan mereka sendiri sebelum turun berhubung ada hal2 tertentu yg harus dipelajari dlm kehidupan mrk yg sekarang.
Terlepas dari nyata atau tidak, saya banyak mendapat jawaban ttg kehidupan ini setelah membaca buku Michael Newton “Journey of Souls” (lagi2 promosi hihihi…..), boleh coba dibaca Bro.
@CY
Nyantai aja, gak bakalan dikirim ke kotak doktrin kok
Kalau dari sudut pandang latar belakang mereka berdasarkan reinkarnasi (kalau kita percaya reinkarnasi lho ini), seperti-nya apa yang CY katakan itu cukup masuk akal
Thanks atas iklan-nya

Ntar aku coba deh untuk nyariin buku-nya sebagai bahan referensi
kayak di buku female undercover. ceritanya tentang seorang cewek yang merasa terperangkap di tubuh pria dan mencoba mengubah diri menjadi pria. dan ternyata hal itu sulit banget. ceritanya menarik dan ini kisah nyata. coba deh baca bukunya. worth to see..
btw kamu bukan transsexual khan?!?
*ditimpuk pake bayut™*
@cK
ok deh ntar aku coba cari tahu tentang buku ini
ebook-nya ada gak ya, kan gratis?
aku ini dengan bangga menyatakan, aku ini laki-laki normal, gak seperti blogger yang ada disebelah itu
*lagi nunggu kalau ada yang berminat*
Menurut gw, merasa dilahirkan dgn tubuh yg salah itu cma pelarian perasaan aja karena ia memiliki Fill/rasa dengan sesama jenis.
Sebenernya ini masalah pengaruh buruk dari lingkungan yang tidak sehat atau tidak seimbang selama anak dalam proses pertumbuhan.
Contohnya spti kasus berikut ini, Bgini :
1. Dia seorang laki” yg tumbuh tanpa kasih sayang seorang bokap/ayah. shingga ad beberapa sikap/kpribadian yg tumbuh dr dia yg lbh dominan k sikap nyokap/ibu.
2. Lingkungan atau disini lbh kpda tman bermain. Cba lo prhatiin d lingkungan lo, Ad anak Cwe/Cwo (dlm hal ini hnya dia yg memiliki Gender berbeda dgn tman”nya). Dia tidak pnya pilihan untuk menetukan tman bermain. Nah… disinilah dia dpt terpengaruh dgn prilaku/sikap tman” yg berbeda Gender, sehingga muncullah Cwe tomboy/Cwo (apa ya nyebutnya?) pokonya yg jlnnya gemulai gitu deh.
Ini adalah faktor ketidak seimbangan lingkungan sehingga membentuk macem kaum yg merasa diri mereka transseksual dan memutuskan untuk melakukan Transgender ini. Ya….macem Dorce gtu, ya ga !
Sory… terlalu byak ngomong. Jujur gw g nonton acara Oprah pas topik itu. Tp paling g, gw bs tanggep lah tentang topik artikel ini.
Ok tu aj X comment gw.
Gw cma mo psen, “Jika ad orang dskitar lo yg sperti tu, lo cba berikan sikap” positif ke dia biar dia bs contoh sikap” positif Lo (dlm hal ini satu Gender). Tp inget, Lo harus lebih dominan dr pada dia. Jgn sampe lo yg kalah, coz yg namanya manusia biasanya akan bradaptasi dgn lingkungan yg lbh dominan.
Ok see U bye….!!!
Writer comment by Toge Imoot
@goes
thx buat sharing-nya bro, mudah-mudah-an bisa jadi per-timbangan buat kita semua
apa mungkin Tuhan melakukan kesalahan Penciptaan pada mahluknya?
Allah Maha Kuasa bro, dan ini bukan barang baru…
menurut gue, masalahnya bukan pada siapa yang salah apalagi nyalahin Tuhan, tapi pada bagaimana kita bersikap n berperilaku.
trasnseksual ato bukan, kita harus bisa melihat orang lain pada apa yang mereka lakuin, maksud gue, kita seringkali nilai negatif ke orang lain karena mindset kita sudah terbentuk seperti itu sejak lama, sehingga kita tidak bisa objektif lagi ketika menilai orang lain.
mungkin itu karena pengalaman atau pengaruh orang lain atau bahkan karena agama?
well, gue nggak tau ajaran agama lain, gue hanya tau agama Islam yang gue anut. walaupun gue jelas bukan muslim ideal.
gue nggak ingat surat n ayat berapa di quran yang nyeritain kaum homoseksual yang kena azab Allah akibat perbuatan menyimpang mereka.
tapi yang paling gue pahami bahwa Allah ngasih azab bukan karena pikiran/pribadi menyimpang mereka tapi karena PREBUATAN mereka.
gue suka beranalogi, ketika kita memaafkan orang yang sudah sangat menyakiti kita, tidakah kita ingin membalas rasa sakit hati kita? tapi kita memafkan dia. masalah ikhlas atau tidak itu urusan kita dengan Tuhan.
kalau kita tidak takut berbicara dari hati ke hati dengan mereka, (kebetulan di rumah kosan gue ada 5 dari 6 kamar yang penghuninya transeksual) kita akan bisa melihat bahwa mereka begitu kebanyakan bukan karena lingkungan (mungkin saja lingkungan hanya menjadi katalisator). lingkungan yang mana? lingkungan yang dengan tangan terbuka dan tanpa syarat menerima mereka. di mana lingkungan itu? jauh dari kita.
jadi ketika bibit transeksualitas (yang mungkin dibawa sejak lahir) mulai tumbuh, ketika usianya masih sangat dini, peran kita? alih-alih (maaf) “mengobati”, kita malah menjauh dan mengasingkan mereka ke lingkungan yang mempercepat perubahan mereka.
sebenernya tidak menjadi masalah kalau mereka berubah. tetapi ketika mereka mulai berperilaku secara sexual, menurut gue disitu salahnya, trangender atau bukan prilaku seksual pra nikah, secara agama tetap salah.
tapi jangan melulu menyalahkan mereka, karena kitalah yang membuat mereka merasa tersingkir. dan karena lingkungan seperti itulah yang masih bisa menerima menerima mereka.