Blog, Puisi dan Sajak
Akhir-akhir ini aku ngerasa-kan hawa yang aneh, setidak-nya di perasaan-ku. Teman-teman-ku para blogger, kelihatan-nya sedang ber-asyik masyuk dengan yang nama-nya puisi atau-pun sajak. Memang tidak semua, tetapi setidak-nya sebagian seperti: sederhana-nya dua sajak dari alex, ke-ego-an sang jenderal, ke-gamang-an danalingga, tiga sajak dari hanna yang gak mau kalah dari alex, sajak yang entah diberikan hana untuk siapa, ke-heran-an almascatie, dan masih banyak lagi yang aku tidak bisa sebut-kan nama-nya di-sini karena ke-terbatasan-ku sebagai manusia dan sebagai blogger.
Apa ini suatu bentuk per-geseran pola peng-ungkap-an dari peng-uraian kata-kata frontal menjadi sesuatu peng-ungkap-an melalui rangkaian kata-kata yang indah meskipun mengandung kepedihan di-balik-nya atau-pun mungkin suatu ke-senangan mutlak? Atau-kah ini hanya sekedar trend yang untuk kemudian surut kemudian tanpa bekas sama sekali? Biar-lah teman-teman-ku itu yang menjawab-nya karena mereka yang menulis-kan-nya.
Di-satu sisi, aku merasa ini bisa di-jadi-kan sebagai tonggak sejarah kebangkitan dunia puisi bangsa yang semakin lama semakin bangkotan kehilangan para pahlawan-pahlawan puisi-nya meskipun belum mati sama sekali, bahkan presiden-nya pun se-akan enggan untuk menggeliat dan sang burung merak pun enggan untuk terbang.
Tidak, aku tidak melihat sebuah ke-mundur-an, aku melihat mereka tetap seperti mereka ada-nya, penuh dengan gejolak kritis yang men-didih, di-atas tungku tinta, dan siap me-nyembur-kan kata-kata yang ingin mereka katakan. Hanya, mungkin, cara yang di-tempuh, setidak-nya untuk saat itu, mereka lebih me-milih untuk menari-nari di-atas serpihan kata yang mereka satu-kan menjadi suatu ke-indahan. Biar-lah teman-teman-ku itu yang menjawab-nya karena mereka yang menulis-kan-nya.
Aku, memang tidak terlalu mengerti puisi, bahkan tidak bisa membuat puisi, walau-pun suatu saat nanti aku ingin, setidak-nya men-toreh-kan se-bait dua bait kata-kata, tapi setidak-nya ku bisa menikmati tiap kalimat dan bait yang mereka tutur-kan, dan aku sadari, sepenuh-nya sadar, kalau di-balik untaian kata-kata indah itu tersimpan puluhan, ratusan, bahkan ribuan ungkapan kepedihan, ke-senang-an, protes, penerimaan, pertanyaan, dari mereka-mereka, teman-teman-ku yang merasa terusik dengan apa-pun yang mengusik mereka. Satu kata dari-ku:
Salut, Salam Militis!!!
DIarsipkan di bawah: Cerita-Ku, Opini-Ku, Otak-Ku, Rumah-Ku | yang berkaitan: Cerita, teman, puisi, sajak, blog





























He? Blog puisi dan sajak?
Wakakaka… blog aku itu memang pernah niatnya mo dijadiin blog puisi dan sajak, tapi… apa iya orang bakal betah terus-terusan baca puisi atau sajak terus2an?
Yahh… sesekali buat kontemplasi pikiran deh namanya
Eh… iya…
Sejak tahun-tahun belakangan ini, dunia persajakan indonesia seperti kehilangan pahlawan-pahlawan sajak. IMHO, sejak Wiji Thukul lenyap di abad kemarinlah, setidaknya…
Siapa tahu dari sajak-sajak para blogger di blogosphere akan timbul angkatan pujangga baru
@alex


blogger pertama nongol
yah bisa aja lex, siapa tahu ente jadi presiden berikut-nya
dan itu aku setuju, tidak sekedar angkatan pujangga baru, tetapi angkatan blogger penyair masa depan, dan ini akan menjadi genderang tanda lahir-nya era puisi dan sajak bangsa kita…semoga
Bagus…
Toch karya itu sangat luas, sastra sebagai salah satu kekayaan bangsa juga tetap kita lestarikan.
Selain itu penyampaian pemikiran dalam balutan karya sastra tentu akan sangat menyemarakkan warna-warna blog (dan media) yang ada.
Selain itu banyak pesan yang mungkin akan lebih tersampaikan jika menggunakan media seni. Saya menjadi ingat metode dakwah yang digunakan oleh Sunan Kalijaga (maaf tidak berniat SARA). Beliau menggunakan seni (salah satunya adalah seni wayang kulit) dalam menyebarkan ajaran2 agama karena beliau memahami latar belakang kultur masyarakat bersangkutan.
Dengan beragamnya cara dan sudut pandang penyampaian pemikiran maka akan semakin banyak segmen masyrakat yang bisa menerima pesan2 tsb
Kalau saya pribadi sich tidak bisa membuat karya sastra begituan makanya saya tetap konsisten menyampaikan pemikiran dari sudut pandang saya dan matematika. Maklum bisanya cuman itu
Bangun dan bergeraklah INDONESIAku.
Salam manusia biasa
Blog dan puisi? Hem! Sebagai media online, blog tampaknya bebas dimanfaatkan oleh siapa saja dengan gaya ucap macam apa pun. Puisi sebagai salah satu genre sastra tertua agaknya memang kembali hidup di jagad maya. Dengan gaya khasnya masing-masing para bloger (bukan blogger) berupaya untuk mengekspresikan jiwa, perasaan, dan geliat batinnya melalui rangkaian diksi yang puitis. Mengapa mesti puisi? Yak, betul seperti yang dikatakan Pak deKing, hal itu sangat bergantung dari sudut pandang sang penulis dalam mengekspresikan perasaannya. Saya sendiri cenderung tidak mengungkapkan geliat batin saya melalui puisi. Mengapa? Karena memang tidak bisa mengekspresikannya lewat puisi, hehehehe
Saya bisa menemukan katharsis batin melalui gaya ucap yang memang saya bisa melakukannya, misalnya lewat cerpen. Mengapa mesti cerpen? Yak, lewat cerpen itulah geliat batin saya bisa terungkapkan yang belum tentu bisa saya capai lewat puisi. Dus, genre sastra apa pun yang dipilih oleh teman2 bloger, saya kira sangat ditentukan oleh kecenderungan selera yang dipilih untuk mengekspresikan perasaan dan pikirannya. Dan, semuanya sah terpampang di layar dunia maya. OK, salam, dan selamat berkarya!
@deking
Akur bro! Dan ini berarti titik balik kebangkitan blogger Indonesia untuk menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi bangsa kan bro?
@Sawali Tuhusetya
Ya, Pak Guru, dan aku pribadi sangat-sangat senang kalau kita bisa menunjukkan kalau kita bloger (istilah-nya Pak Guru) Indonesia bisa ber-karya sesuai dengan talenta kita masing-masing
Sialan…
Padahal tadi mau hetriks…
*injek2 koneksi*
bis gmana lagi,mau bikin tulisan berbobot macam punya seleblog,saya ga bakat.jadi saya berpuisi saja,buat saya puisi mengandung lbh dr sejuta arti.puisi lebih dalam dr samudera dan lebih luas dr cakrawala
dan memang saya ngeblog buat puisi2 saya yg diselingi dgn tulisan tak berbobot saya
smangat!!!!!!
@alex
udah di-curiga-in makanya langsung di-fotong
*bantuin nginjek*
@’K,
keep on bro, keren-keren kok puisi-nya dan malah menjadi daya tarik blog-nya Jenderal, jangan berhenti…
*nghapusin kalimat tersebut di-atas*
Blog puisi? Tadi pengennya sih bikin satu blog khusus untuk puisi. Entah kenapa saya begitu suka dengan puisi. Meskipun saya belum paham sepenuhnya. Tahu2 saya bisa membuatnya, he he he. Yang saya inginkan membuat puisi yang mengekspresikan kehidupan. Atau puisi yang membangun. Kesannya agak lucu. Habis kebanyakan puisi saya yang baca bernada sendu atau yang menceritakan kesedihan. Bagi teman2 blogger yang mengerti puisi akan sangat senang bila saya di beri petunjuk.
Eh, sobat, sekali2 bikin dong puisinya. Ya, coba2 gito. Saya yakin pasti bagus.
@’K
Tiba2 jenderal begitu suka dengan kata SEMANGAT!!!!, He he he. Saya juga suka kata itu.
kalo saia malah buta sangadh sama fuisi, faling saia cuma mbaca doank, terus nyari-nyari maksud si fenulis fuisi, maunya afa si fenulis fuisi mbikin kalimad ribedh sangadh kek geto, soale ndak munkin kalo dengan keribedhan itu maknanya dangkal, saia yakin setiaf fuisi funya makna yang dalam sangadh……
salute deh buad fara blogger fenyair
*ikotan sang jendral*
SMANGADH!
Mengapa? Lebih nyaman, ‘kali. Eh, mungkin demi tujuan mulia yang belum kuketahui.
*maklum, kurang paham bahasa puitis*
Cara orang berkomunikasi itu bermacam2. Salah satunya dengan nge-blog. Dari cara itu juga bermacam2 bentuk disampaikan. Kalo nge-blog ada yang serius, ada yang ilmiah, ada yang cengengesan, ada yang puisi abis dlsbnya. Apapun .. sepanjang pesan yang ingin disampaikan dapat ditangkap oleh sang pembaca .. kaya’nya ok aja.
Soal kebangkitan dunia sastra di Indonesia, saya juga berharap seperti itu. Karena sudah lama .. Indonesia seperti tenggelam di hiruk pikuk millenium yang serba cepat dan instant .. semoga blogger penulis sastra menjadi awal kebangkitan sastra di Indonesia.
Sayah biasanya jadi sastrawan tiban kalok sedang jatuh cinta…..
Ade baru bisa buat puisi kalo lagi patah hati alias cinta ditolak … hahahha, once in my life time is enaough. Loh!!
-Ade-
Sama seperti dirimu.
Diriku paling anti deh untuk bikin puisi.
Mending nulis normal daripada bikin puisi.
Aku rasa lama mikirnya lama mikir kalau bikin puisi deh.
Saya ndak paham apa-apa tentang membuat puisi
Payah dalam merangkai kata-kata
Kawan-kawan yang punya bakat itu bisa membuat pemikiran menjadi sebuah karya yang bisa dinikmati orang lain
@ pak Sawali
Sepertinya jika bapak berkenan membuat puisi, hasilnya juga akan bagus seperti halnya cerpen-cerpen bapak
@Hanna
Itu kamu bilang masih belajar? Wah Han, keren-keren lho puisi-nya kamu. Tulis-kan puisi/sajak apa yang ingin kamu tulis-kan Han, dan itu sudah lebih dari cukup untuk meng-ekspresi-kan apa yang ingin kamu ungkapkan, dan mengenai isi-nya yang sendu, mendung tak berarti hujan kan
wah kalau yang satu ini jangan sekarang ya Han, belon bisa euy
ini juga lagi pengen belajar ama calon presiden penyair masa depan
@hoek

mungkin bukan ribet hoek, tapi di-samar-kan
yah kita emang pasti harus sama-sama nyari-in makna tersembunyi dari karya mereka, untuk bisa mengerti hoek
semangat dan semangat…
@korban fitnah
Kemungkinan-kemungkinan itu selalu ada
@erander
Setuju bro, setiap orang ber-hak ber-karya sesuai dengan cara yang ingin di-perguna-kan-nya…
Semoga ya bro, blogger jadi tunas kebangkitan sastra bangsa
@mbelgedez
Kok sama ya? Aku juga nyerempet kaya gitu lho. Sastrawan dadakan yang super sentimentil dan mellow abis ya Mbel
@Sayap KU
Hahaha, beneran itu De?
Coba mana puisi yang once in your life kamu itu? Jadi pengen tahu ini Ade kalau lagi putus cinta gimana
@evelyn pratiwi yusuf
Sama yaks? Tapi mungkin gak terlalu sama sih, soal-e aku gak anti, aku hanya gak bisa
@sigid
Itu dia yang ingin aku sampai-kan Gid, ke-heran-an sekaligus rasa salut-ku terhadap talenta teman-teman yang bisa ber-karya seperti itu
kalo puisi kayanya enakan dibaca dalam hati, gak enak kalo dibaca keras-keras…gimana gitu dengernya
saya suka ma lirik lagu cinta Indonesia dan barat. kata2nya indah kaya puisi cuma dijadikan lagu aja. kaya lagu Letto suka, Menghapus Jejakmu Peter Pan juga suka
lagi mello season kali Mus…
Klo unda jadinya bukan puisi, malah curahan hati
Sebenarnya pengen belajar buat bikin puisi juga (abisnya “seseorang” pengen banget dikasih puisi), tapi setelah unda merenungi, kayaknya puisi itu bukan untuk dipelajari, tapi gejolak hati yang timbul berupa rangkaian kata-kata
Jadi keluar begitu aja, coba aja sekarang, ada gk yang bisa ngajarin org lain puisi? rasanya kok gk ada
karna puisi itu alami
eh, salah y?
boleh donk di bikinin pusinya , he..he..he..
saya ndak bakat bikin puisi….
bakatnya ngeledek orang
aku post puisi karena ga puyeng2 banyak bahan tapi pas udah didepan internet yang nge pass akhirnya ga jadi nulis..
^_^
@yonna
lirik lagu juga adalah rangkaian kata-kata indah kok mbak
@CY
hmmm kali aja ya bro, musim-nya yang salah
@anakrimba
ndak salah kok Nda, malah itu benar sekali, puisi bukan untuk di-pelajari, ya teori-nya ada, tapi sekali lagi isi-nya adalah curahan hati
@***
wah saya malah ndak bisa bikin euy
@cK
gdubrakkk…, bakat kok kaya itu yaks
*maksa chika nulis-in puisi*
@almascatie
wakaka, alesan yang logis
meskipun begitu, puisi-nya situ bagus kok, sumfeh ane zuzur
pengaruh musim juga, sih, sebenernya..
dingin2 kan enaknya bikin puisi..
he..
@atas
kalo saya, dingin-dingin malah ga kreatip
pilihannya antara banyak makan sama makan banyak
Kalo saya harus patah hati dulu untuk menjadi penyair.
Aih…
*ngebatalin rencana buat ngepos sajak di blog*
Nulis surat lagi aja ah~
@morishige
halah
*ngirim shige kursus puisi*
@caplang™
*nyimpen semua yang berbau makanan*
@antobilang
hehehe, penyakit umum, termasuk aku juga bro, baru bisa kalau lagi sakit hati
@auriNgoNpaiSte
ndak boleh, harus, harus nulis
Nulis sajak?? Ato surat?? Tafi saya malu ><
@natt

nulis surat lamaran kerja aja
murah meriah
@Mas Catie
Pamerrrr, pamerrr
Surat lamaran kerja saya yang pertama kali saya buat, bikin saya sukses diterima kerja loh
@auriNgoNpaiSte
percaya-lah natt **malu** itu akan ilang dengan sendiri-nya
@almascatie
*ngakak ampe modar*
kadang nulis puisi itu melepaskan penat juga..
serasa naik ke atas tinggi..
menatap ke luas…
mengambil nafas dalam-dalam…
lalu dengan sekali hentak nafas di solar plexus semburat..
sekalian berteriak..
“Maaaaaaaleeeeeeeeennngggggg….!!!!”
Tapi kalau malu saya hilang, kemaluan saya juga hilang dong!? O.o Tak mauuuu~~~~~
Hmmm…
Masih bingung tapi… surat atau fuisi ya?? *mikir*
@irdix
udah ngurus asuransi belon?
*siap-siap nutup hidung*
*wah untung udah pake masker*
tenang…tenang…kantor pulisi deket kok
@auriNgoNpaiSte
wakaka, nyadar
surat aja, puisi aja *ngebantuin bingungin*
Very helpful… very…
*jitak extrem pake vacuum cleaner*
*mengo*
*naruh dagu di tangan*
*nunggu puisi nya om mlitis*
*mata berbinar-binar*
*deg-deg ser*
puisi….
he???
CATETAN BELANJAAN!!!????
aaaarrrggghhh..
*melengos pergi*
Oo ow. Harus belajar dengan Mr.Alex? Mana mau dia terima murid ibu2. Wah, satu kehormatan nih seandainya Mr.Alex itu mau berbagi ilmunya ke saya. hi3.
Kawan, dalam tulisan lo banyak mengekspresikan perasaan lo juga, hanya dalam bentuk yang berbeda. Di situ ada kejujuran dan kemanusiaan, he he he. Sok tahu lagi nih.
eh bloggku juga blogg puisi lho….
tapi kok nggak ada trekbeknya
sayah ndak bisa bikin puwisi..
tapi sayah bisa undang pulisi..
*eh, dah jadi puwisi tuuu..!!!*
@auriNgoNpaiSte
*ngelus-ngelus pala bekas ke-kejam-an natt*
@ulan
ndak bisa bikin puisi lan, beliin permen aja mau kan?
weeksss, apa hubungan-nya puisi ama kertas belanjaan seh?
ulan, jangan buang sampah sembarangan
@Hanna
wakaka, pasti Han, alex itu kan ndak kenal tua atau muda, dia pasti nerima, asal ang paw-nya gede
waduh, jadi pengen malu
@celotehsaya
weleh…ndak nemu yang ber-bau puisi di tempat situ, yang ada malah “oknum siyal”
@tikabanget™
hebat…hebat, tika itu ternyata…jago puisi juga yaks…
*maksain diri muji, timbang di rajam*
yah itu mah artikel jaman kapan…sekarang kan ik sudah terkena imbas modernisasi
wah kalo soal puwisi puwisian saya ndak bisa ….apalagi berpuitis ria tapi kalo nyela orang wah dijamin hehehehehe ….blog yang bagus, salam kenal
*nunggu postingan puisi empunya blog*
@celotehsaya
Oh, baru terkena imbas modernisasi tha, emang baru turun dari Gunung mana ini?
@mindstreet
Salam Militis!!! Juga Yaks
@alex
nunggu-nya ampe situ janggutan, trus janggut-nya ubanan ya lex
*nyari alesan*
*nunggu puwisi bikinan musmus bwtku*
@Siw
sungguh
ter-la-luter-ha-ruEh, sumpah… saya nulis sajak di blog buat hobi doang…
*males berjuang*
fuisi oh fuisi,
alangkah indahnya.
gak bisa bikin puisi..
paling baru bisa (dikit) kalo lagi jatuh cinta or patah hati..
lagian kalo bikin puisi, ribet mesti mikir & nemuin dulu kata2 yg cocok..
*emang dasar males sih!! :p
[...] Rystiono (saia ndak tau namanya) kepada Yth. GRaK kepada Yth. CY kepada Yth. Baliazura kepada Yth. Extremusmilitis kepada Yth. Mihael “D.B” Ellinsworth kepada Yth. Deking kepada Yth. Neimasilk (masa [...]
@rozenesia
hayo, hobby apa hobby? apa bukan karena reinkarnasi-nya Chairil Anwar?
@danalingga
*halah* Iya, Indah!
@deethalsya
makanya biar ndak males, sering-sering aja patah hati atawa jatuh cinta
Aku jarang mikir keras ah, cukup bayangkan objeknya… Terus kata-katanya mengalir sendiri di kepala. Ketik deh.
Hobi doang, akhi. Sumfah bin Ya’kin!!
Wah kayakna pejuang juga mendingan bisa bikin puisi sobat,

Seenggaknya kan bisa jadi pembangkit smangat
Tapi pada akhirnya, semua terserah si empunya blog
Karena pembaca, tentu bisa melihat warna dalam kata
Menguntai makna diantara jeda dan koma
Selamat
mencobaberpuisi yak!!!@rozenesia
eh itu mengalir, ndak takut tumpah tuh *OOT di blog sendiri*
iya, iya ane hakul yakin ama ente, bahwa zebenar-nya ente itu jujur
@goop
ter-haru dengan sokongan dari goop
emang warna-nya apa-an?
*kesummon*
puisi? ungkapan hati aja. dengan gaya berbeda, pesan yang berbeda, namun gelora dan semangat perjuangan yang sama.
calonorangtenarsedunia
tapi bisa juga di-jadi-kan sebagai bibit pembangkit dunia puisi Indonesia lho
Semoga
[...] sajak, puisi dan sejenis-nya, itu mengalir begitu saja, hasil meditasi-ku atas permintaan dari Alex, Siwi, Dana, Hanna, Natt, Goop dan sedikit tambahan kalau aku meng-henti-kan ke-adiktif-an-ku [...]
kirimin puisi donk keimail aku!!!!!!!!!!!!!!
kadang puisi itu membosankan aku
tapi kadang jg puisi itu jadi semangat bwt hidup aku
apalagi pacar makanya lewat ini aku cari pacar loooooooo, klo ada yang mau ne imail aku (tere_sz7422@yahoo.co.id) ok!
kirimin puisi donk keimail aku!!!!!!!!!!!!!!
kadang puisi itu membosankan bwt aku
tapi kadang jg puisi itu jadi semangat bwt hidup aku,.
apalagi pacar, makanya lewat ini aku cari pacar loooooooo, klo ada yang mau ne imail aku (tere_sz7422@yahoo.co.id) ok!
very interesting, but I don’t agree with you
Idetrorce
salam kenal untuk teman-teman semua