Monolog Buat Pahlawan
Hari ini, tanggal 10 November 2007, kita, seluruh bangsa Indonesia, tidak terkecuali blogger Indonesia, akan mem-peringati Hari Pahlawan yang tiap tahun di-peringati. Ini adalah hari dimana kita semua berusaha meng-ingat kembali, mungkin bahkan ada yang menelusuri kisah-kisah heroik para Pahlawan kita yang begitu gigih meng-adu nyawa, dulu di zaman perang dan bahkan mungkin akan ada yang meng-kritisi ke-beradaan Pahlawan di mata bangsa saat ini, hanya untuk satu kata: Kemerdekaan.
Tapi tidak, aku tidak akan mengingat kembali, buat apa aku mengingat-nya, meskipun aku juga adalah pejuang terakhir, toh apa yang mereka perjuangkan dulu juga sekarang sedang sakit. Sedang-kan negara-ku sendiri tidak perduli dengan para Pahlawan itu, para pejuang itu, bahkan mantan pejuang itu tidak di-acuh-kan sama sekali sama bangsa-ku yang kata-nya besar, yang pemimpin-pemimpin-nya berteriak berkata: “BANGSA YANG BESAR ADALAH BANGSA YANG MENGHARGAI PAHLAWAN-NYA“. Meskipun itu hanya teriakan semu.
Tapi bukan, bukan karena aku tidak meng-hargai mereka, para Pahlawan-ku. Aku sangat men-cintai mereka lebih dari aku men-cintai bangsa-ku sendiri, bangsa-ku ada karena mereka, bukan karena kamu. Aku hanya sedih, aku tidak bisa ber-buat apa-pun untuk mereka, sekedar menyenang-kan hati mereka, sekedar meng-hibur mereka, atau bahkan sekedar untuk mengenang mereka. Aku malah sibuk dengan urusan-ku sendiri, bangsa-ku juga sibuk dengan urusan-nya sendiri, me-nafi-kan ke-beradaan Pahlawan-ku, bahkan untuk mengunjungi pusara Pahlawan-ku pun, aku dan bangsa-ku sering sengajamelupakan-nya.
Untuk saat ini, aku me-rindu-kan mereka, aku di-cemeti oleh peringatan Hari Pahlawan ini, yang di tahun 45 dulu, telah mengorban-kan begitu banyak nyawa, mereka para pejuang, bahkan kakek dan nenek kita. Jadi, sekarang, Aku hanya ingin ber-dialog dengan mereka, meskipun aku sadar mereka mungkin tidak mau ber-dialog dengan aku, jadi yah lebih baik aku ber-monolog, untuk setidaknya, men-dongeng-kan sesuatu ke mereka, sekedar men-ceritakan kepada mereka, apa yang aku rasa-kan dan apa yang aku lihat, juga apa yang aku ingin kan:
Kau tahu…
Geliatmu waktu itu, Ketika aku belum lahir
Bahkan Bangsaku pun belum lahir
Nafasmu beraroma darah
Darah mereka yang mengkangkangkan kakinya di bumi pertiwi
Keringatmu tercium seperti bau melati
Wangi menyayat setiap irisan kebebasan yang kami raungkanAku tahu…
Geliatmu saat ini, Ketika aku sudah lahir
Bahkan Bangsaku pun sudah hampir mati
Nafasmu beraroma darah
Darah mu sendiri, mengalir dari tikaman bangsaku
Keringatmu tercium seperti bau kamboja
Wangi meninggalkan bumi, SendiriKau Tahu…
Kau dulu kubutuhkan
Sekarang kau kubuang
Kau dulu kuagungkan
Sekarang kau kunistakan
Kau dulu kukejar
Sekarang kau kutinggalkanAku Tahu…
Tulang mu yang dulu kupakai membelaku
Sekarang berserak rapuh
Tangan mu yang dulu kupakai memberiku nasi
Sekarang mengulurkan tangan meminta tuk kuberi makanBer-doalah untuk aku Pahlawan-ku, aku ingin berjuang seperti dulu kau berjuang, aku ingin mengingatkan bangsaku juga untuk berjuang seperti dulu kau berjuang.
DIarsipkan di bawah: Opini-Ku, Otak-Ku, Rumah-Ku, Sajak - Ku | yang berkaitan: 10 November, Cerita, Opini, pahlawan, pejuang





























Puisi yang menyentuh nurani banget nih Bung Militis. Apakah memang nilai-nilai kepahlawanan dan nasionalisme sudah (nyaris) habis di negeri ini sehingga toleransi, patriotisme, dan solidaritas terhadap sesama yang dulu gencar diaplikasikan oleh para pahlawan tak membekas lagi di negeri ini? Tapi, bagaimanapun juga jangan sampai kita durhaka terhadap para founding fathers yang telah mengorbankan segalanya *halah* demi bangsa dan negara. OK, salam.
*mengheningkan cifta*
.
.
MERDEKAA!!!
Mereka yang berjuang banyak yang mengatakan :”AKU Ridha demi ALLAH dan Rasulnya untuk mengusir penjajahan”.Bukan ; “AKU Siap Membela Negara hingga darah Titik Penghabisan”.pengakuan ini disampaikan oleh para Veteran Perang ketika mendapat Sumbangan dari Republik Mimpi.bukan itu aja,bahkan saya juga punya tetangga yang saya sering di Bantu mengatakan hal yang sama.dia juga Veteran Perang tahun 1945.ketika ditanya kenapa anda ikut memerangi penjajahan belanda,dia berkata :”Karena saya Berjuang karena Ridha ALLAH SWT dan RASULnya,apa yang diperintahkan untuk membela,maka membela.sesuai dengan ayat ini
““Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (al-Quran, 2:190)“
Kenapa saya berkata begitu,jawabnya simpel,kebanyakan veteran perang yang tidak keurus sama Pemerintah kita,Hidupnya trlunta-lunta tidak sakit hati atas perlakuan pemerintah.karena mereka sadar bahwa suatu saat Mereka (Veteran) mendapat balasannya berupa amal kebajikan karena menjalankan apa yang diperintahkan ALLAH dalam membela diri.makanya nyanyian pancasila mengenai:”SEDIA BERKORBAN UNTUKMU ” hapuskan saja,soalnya mana hasil pengorbanan itu
Pahlawan yang dikenang akan jasa-jasanya.
Semoga perjuangan mereka tidak lha sia sia.
Selamat Hari Pahlawan. Merdeka!!
Padahal generasi pejuang yang tersisa dari jaman perang kemerdekaan dulu smakin lama smakin berkurang (makin tua trus dipanggil Tuhan), tapi mereka belum juga bisa hidup layak. Bahkan ada yng masih belum diakui sbagai (mantan) pejuang. Padahal banyak yg sungguh2 berharap bisa dapat “sedikit” tuk hidup dari tunjangan veteran yang “konon” masih sering dipotong tuk administrasi itu…
Apa DPR atau eksekutif tidak pernah tertarik membicarakan peningkatan anggaran tuk Legiun Veteran ya…? atau setidaknya lebih pro-aktif mencari dan mendata mereka2 yg belum terdaftar…?
katanya Bung Tomo belom dikasi gelar Pahlawan Nasional dari pemerintah yak?
ck ckk ckk…
AH, makasih Mus… udah posting ini khusus buat aku
*OOT*
buat aku, 10 Nopember itu hari yang sooo…special…
pertama… itu Nama Institut tempat aku menuntut ilmu
Kedua… ulang tahun Kampus Tercintaku…
Ketiga… ulang tahun Pramukaku
tadi nggak ikut Upacara hiks…
believe or not… entah terserah dibilang kolot or not, aku selalu menantikan upacara ini. Bukan apa apa, juga bukan karena tumpengannya, tapi… saat upacara itu aku merasakan getar getar yang tidak biasa…. ceilah… ini beneran atuh Mus…
Yah, selamat hari pahlawan!!! Walau saya masih bingung entah apa makananya ucapan selamat itu…
Secara pribadi, saya tidak terlalu mengharapkan ucapan selamat begitu… TEtapi untuk para pahlawan, saya bersedia meneriakkan “MERDEKA !” disini.
Ya amplop! Saya bener2 lupa kalo hari ini hari Pahlawan!

Omong2 kalo ‘pahlawan tanpa tanda jasa’ itu benar2 pahlawan atau cuma bagian dari gaya bahasa retorika dan hiperbola saja ya?
sekarang ini lagi musim puwisi ya..
duh, nasib mantan pejuang yang jadi tukang becak
Semoga amal para pejuang ditempatkan di sisi-Nya. Amin
@Sawali Tuhusetya
Aha, ajakan dan sentilan yang tepat Pak Guru, meskipun yang terjadi saat ini, kita ternyata masih Durhaka
Btw, waduh ini di-kategori-kan Puisi yang Pak Guru, perasaan aku ndak bisa euy, ini cuma skenario monolog yang aku bayang-kan itu saja.
@hoek
Merdeka!!! Juga Hoek
Merenung-nya jangan kelamaan tapi yah
@doni
Yah, emang perjuangan itu harus di-landasi ke-ikhlasan, karena kalau mengharapkan sesuatu, apa yang diharapkan di medan perjuangan? Nihil.
Tapi, aku juga lebih setuju, kalau perjuangan di jalan Tuhan itu berbeda dengan perjuangan buat bangsa.
@Ina
Thanks Na, Semoga Mereka, Para Pejuang dan Pahlawan Kita, Bisa Mendengar-nya
@jensen99
Lebih ke filosofi “YANG TUA YANG TERLUPAKAN”. Mata kita semua udah ke-tutup bro, sengaja atau tidak.
@caplang™
*
Bener bro, naif sekali bangsa ini yah?
Bahkan makam-nya pun bukan di TMP, tapi di TPU, weleh…weleh…weleh…
*jadi pengen tahu, ntar Soeharto di makam-kan di-mana yaks?
@Swiwi™
Wakaka
Tidak Wi, tidak kolot. Itu bahkan lebih baik dari kami yang bahkan sama sekali melupakan-nya. *Sigghhh*
@danalingga
Selamat Hari Pahlawan juga Bro. Ndak usah kita cari makna-nya, Kan, orang bangun rumah aja kita ucapin selamat, apalagi yang membangun Bangsa ini. Kita sama-sama renung-kan.
@Mihael “D.B.” Ellinsworth
Yah, untuk Pahlawan dan Pejuang. Merdeka!!!
@Yari NK
Gdduuubbbrraakkk…udah tahu mas
Bagi-ku mereka juga Pahlawan mas, tapi beda dengan Pejuang. Karena Pejuang bisa jadi Pahlawan, dan Pahlawan belum tentu jadi Pejuang
@tikabanget™

iya kasihan yah tik
eh ini bukan puisi, ini monolog euy
Puisi-nya belon bisa…
@awan
Amin!
Bung Tomo….. inget dulu sering dipelesetin sebagai pose orang beli bakso
Waktu Kuliah, jadi sering lihat kaos gambar bung tomo pake baret
tulisannya “Bung Tomo bukan Che Guevara”
“Bangsa yang besar adalah yang menghargai jasa pahlawannya”
hm…. mungkin ini alasannya kita nggak besar-besar ya?
sekarang orang lebih suka rame-rame ziarah menjelang hari-hari besar tertentu.
Padahal menghargai jasa pahlawan itu kan dengan merawat atau bahkan membangun peninggalannya agar tetap/lebih baik.
wakaka, beneran mas plesetannya? ada skrinsut-nya ndak ya? edan tenan
yah, ini salah satu-nya mas, meskipun ini-pun tidak kita lakukan
Ingat lho ya …
konon kabarnyamempertahankan (dalam artian luas) itu lebih sulit dari meraih lho…Berarti tugas kita lebih berat lagi …
@deKing

Iya sih emang lebih berat *latihan lebih keras*
Tapi kalau ampe hari ini bahkan sama sekali ndak di-mulai, apa ndak bakal lebih berat
Sebenarnya sih banyak Pahlawan yang kagak kesebut,bahkan diabadikan menjadi nama Bandara hehehehehe kayak
Sultan Iskandar Muda
Radin Inten II
Husein Sastranegara
Syamsuddin Noor
Hang Nadim
Fatmawati Soekarno
Frans Kaisiepo
Mohammad Salahudin
Jalaluddin
Halim Perdanakusuma
Sultan Thaha
Adisucipto
Iswahyudi
Abdulrachman Saleh
Sam Ratulangi
Waioti
Tjilik Riwut
Sultan M Badaruddin II
Mutiara
Iskandar
Sultan Syarif Kasim II
Supadio
Maimum Saleh
Satartacik
Adi Sumarmo
Jefman
Juanda
Budiarto
H.A.S. Hanandjoeddin
Sultan Babullah
Moses Kilangin
Mau Hau
Warukin
belum termasuk Supriyadi,Iswahyudi,Tan Malaka waaah sapa lagi Bung Tomo.jangan-jangan mereka tidak dianggap
Yup betul.mereka Ikhlas dan mati syahid karena membela di Jalan ALLAH
menjadi pahlawan bukan keinginan mereka

ingin dihargai bukan cita-cita
hanya ingin hidup lebih baik
demi anak cucu mereka
tapi apa daya
anak cucu tetap lah anak cucu
cukup untuk dikenang cerita tentang kakek
Kok jadi gelap seh…
Akhirnya lahir juga puisinya. Bagus tu.
Selamat hari pahlawan ya. Mari kita teruskan perjuangan mereka dengan hal yang bisa lakukan.
Perjuangan mereka tidak dilupakan begitu saja kok. Buktinya lahir sebuah puisi untuk mengenang mereka. Okey deh, sobat. Ditunggu postingan berikutnya yach…
Selamat hari pahlawan….
Kita semua juga pahlawan khan?????
Klo di Tw, para TKI menyebut dirinya sebagai “pahlawan devisa”
hehehe….
Ahhh… emang lagi musim fuisi
Hoo?? Aku lupa hari ini Hari Fahlawan >< Jarang liat kalender siiii *ngeles*
entar kalo ketemu saya potoin deh
yang jelas aku inget nama produsennya
namanya “cakcuk Surabaya”
ada plesetan lain-lain juga lho….
misalnya gambar logo A-mild bukan basa basi, tapi diganti “A-ncuk, bukan basa bali”
@doni
Yupe, itu betul sekali
@almascatie
Yah bukan untuk di-hargai, bukan untuk di-puji, tapi tentu-nya juga bukan untuk di-lupakan kan?
@Hanna
)
Hehehe, iya neh Han, lagi pengen ganti suasana (tapi hati tetap bersih kok
Btw, kok baru nongol Han? Dan yah, mari, mari teruskan perjuangan mereka…
@dwihandyn
mereka juga Pahlawan kok mbak, anak bangsa yang turut membangung bangsa-nya
@Natt
waduh ndak tahu apa ini masuk keluarga-nya puisi natt
ini monolog, bukan dialog, puisi bukan ya?
@mardun
*nungguin foto dari mas mardun*
wakaka, itu-kan boso-ne arek, mosok bali
*bajunya aku pesen satu ya*
First: Selamat Hari Pahlawan, brother! Maaf, telat…
Second: Hari Pahlawan umbul-umbulnya dimaknai dengan ganti theme ya?
Ini ayat yang paling kusukai kalo lagi dalam status ‘fight’. Demo, misalnya. Kalau sudah berlebihan, melampaui batas, memang tidak baik jadinya
Ayat ini juga defensif benernya. Sayang saja, belakangan dipahami jadi ayat agresif oleh you-know-who-they-are™

KAMU EMANG SUKA BERPERANG YA LEX? DASAR ABG!
[...] benar-benar “Jaka Sembung bawa permen sama golok, Pemerintah benar-benar g****g”. Monolog Hari Pahlawan atau tentang pahlawan adalah kisah tentang spirit, etos dan mimpi terhadap cita-cita [...]
Welgedewelbeh
Tulisan yang bagus bro,…
Banyak yang nganggap para pahlawan itu jasanya cuman mengantarkan bangsa kita merdeka saja. Tapi banyak yang nggak sadar kalo jalan raya, gedung-gedung, rel kereta api tinggalan Belanda yang kita pakai sehari-hari itu dibangun diatas keringat, darah, air mata dan nyawa pendahulu kita. Banyak yang berbuat senang-senang, maksiat, berpesta pora, merusak negeri menggunakan fasilitas2 itu …. tanpa mau peduli atas harga mahalnya.
Masukkan ke blogroll mu dong bro
@alex
Selamat Hari Pahlawan juga My Bro
Ngapain minta maaf Lex? Ndak papa kok telat, yang penting kan kita bisa renung-kan bersama…
Tahu aja kamu Lex, tapi, psssttt…jangan bilang siapa-siapa ya, kan aku juga pejuang dan ini hari ber-sejarah buat-ku
Seperti yang ente bilang lex, Sayang-nya yang terjadi malah kebablasan kan?
@you-know-who-i-am™
Alex? ABG? Wakaka, padahal kami udah sama-sama “bau tanah”
@mulut

Thanks buat ber-bagi-nya
Yah, harga mahal yang tidak bisa di-beli dengan uang
Wah Sains-Inreligion kirain beneran gak tahunya cuma protes dengan pemerintah tentang tokoh tokoh yang tidak diangkat pahlawan.
Kalau punya kisah tentang tokoh yang tidak layak menjadi pahlawan tapi malah justru diangkat jadi pahlawan.
tadi donlot suaranya…
mantab bro
@Wibisono Sastrodiwiryo
Udah baca bro, link postingan-nya bro, emang bikin hati meringis, ntah pemerintah ini mo jadi apa?
@harriansyah
lho download apa-nya bro? lagu-nya?
Ini postingan militis banget ya!!
@Ady
Kurang lebih seperti itu-lah
Pa kabar bli Dokter?
Hari pahlawan diperingatin tiap tahun
tapi kenangan akan mereka semakin tahun juga semakin hilang
COba aja tanyain deh adek-adek SD atw SMP (ata unda ndiri)
Ada yang tau gk cerita kepahlawanan pejuang dulu
Walaupun unda gk begitu ngerti kisah-kisah kemerdekaan,
tapi andaikata ada yang bisa menceritakan pasti unda bakal
senang banget
bukan, bukan sekedar untuk dikenang,
tapi spirit mereka untuk melawan penjajahan itu sendiri yang patut
diacungi jempol.
Yah, jadi panjang deh komennya,
dikit lagi ya
Setiap sesuatu ada masanya,
klo dulu penjajahan berarti sebuah bentuk pendudukan terhadap suatu negeri
kalo sekarang penjajahannya gimana?
Macam-macam bro
penjajahan barang-barang branded
penjajahan ideologi (bisa diartikan pemaksaan suatu ideologi kpd org lain)
penjajahan
seks, duh apa ya enaknya istilahnyanafsuUnda sendiri juga ngerasa kalo sekarang unda sedang dijajah oleh diri unda sendiri
@anakrimba
Ada benar-nya juga pencerahan-nya Nda.
Thanks buat ngingetin kita kalau ternyata bentuk pen-jajah-an lain itu masih ada, dan ini yang keren, ternyata kita juga masih men-jajah diri kita sendiri
Miris sangat sobat, Menyadarkan, Semoga
@goop
Semoga goop
bagus………………..
[...] responses Monolog Buat Pahlawan Ditulis pada Nopember 10, 2007 oleh extremusmilitis tanggal 10 November 2007, kita, seluruh [...]