Demi Sebuah Harapan
Rembulan temaram yang kehilangan cahaya-nya itu pecah ber-keping-keping dalam hati-nya. Tidak ada se-orang-pun yang tahu. Hanya diri-nya sendiri. Entah kenapa, dongeng itu seperti begitu menyayat hati-nya, bagai irisan-irisan mata pisau yang tajam yang mengoyak daging-daging yang siap untuk di-jual.
Dia dengan mata-nya pernah melihat ketika sebuah batu yang sangat besar menimpa tubuh se-orang pemecah gunung yang mengorban-kan diri-nya demi sesuap nasi, tapi kali ini dia merasa lebih berat daripada itu, bahkan mungkin se-isi dunia tidak mampu menahan hantaman beban yang serempak meng-hujam-nya, sekujur tubuh-nya dan hati-nya. Bukan karena suatu ke-tiada-an, bukan juga karena suatu ke-jujur-an, bukan juga karena suatu per-pisah-an, tapi karena sebuah dongeng yang meng-hiasi kepala-nya dalam kegelapan awan-awan mendung yang menetes-kan dingin-nya air hujan.
Sampai saat ini, dia selalu mem-bayang-kan dongeng-dongeng yang di-baca-nya dari buku-buku lapuk, dan yang di-dengar-nya dari orang-orang tua, indah dan penuh dengan ke-bahagia-an. Tapi kali ini ia salah. Bukan dongeng indah yang di-dengar-nya. Tapi sebuah cerita yang mem-buat-nya se-akan melayang di sebuah tempat tak ber-penghuni dan hanya siluet-siluet yang ber-main-main riang di-dalam gelap yang dapat di-lihat-nya meskipun tak mampu di-pahami-nya.
Masih ter-sisa ke-kokoh-an hati dalam diri-nya, sesuatu yang masih bisa mem-buat-nya untuk tetap ber-diri, meskipun ke-rapuhan hati itu ter-pancar jelas dari wajah-nya. Tidak ada cahaya sama sekali, semua-nya begitu gelap. Se-andai-nya saja di-situ ada seseorang yang bisa memeriksa detak jantung-nya, dia akan me-nanya-kan apakah dia masih hidup dan apakah jantung-nya masih bekerja layak-nya sebuah jantung.
Debur ombak laut se-akan menyadar-kan-nya dari ke-fana-an-nya, tapi cerita dari dongeng itu masih meng-gaung di telinga-nya seperti lonceng yang ber-dengung di-dalam kepala-nya. Dia tidak tahu apa kah dia siap, tapi dia mau men-coba semampu-nya, dengan semua kekuatan yang di-miliki-nya untuk ber-hadap-an dengan tangan-tangan ke-ragu-an yang se-akan ingin membawa-nya dan menarik-nya pergi dari tempat ini. Dia begitu takut, sama seperti ke-takut-an yang di-lihat-nya dari sebuah hati nun jauh di-sana. Apakah dia masih bisa men-jalani-nya? Entah-lah. Tidak ada seorang-pun yang akan bisa men-jawab-nya.
“Biar-lah waktu yang akan men-jelas-kan-nya“, gumam-nya dalam hati. Setidak-nya untuk saat ini dia telah memutus-kan apa yang harus di-putus-kan-nya, karena meskipun dia sadar ini ter-lalu berat, tapi dia harus men-jalani-nya demi sebuah harapan yang ada dalam hati-nya. Dan dia yakin bahwa masih ada tangan Tuhan yang akan menunjuk-kan kepada-nya apa yang harus di-lakukan-nya dalam ke-sendiri-an di dunia antah berantah, tempat dia di-lempar-kan setelah dia men-dengar semua-nya.
Satu yang pasti, ketika ke-yakin-an itu akan pupus suatu saat nanti, entah kapan, dia harus berani ber-kata tidak. Karena itu-lah yang ter-baik, dia ber-kata itu pada diri-nya sendiri.
Tapi dia ber-harap itu tidak akan pernah ter-jadi. Hanya Tuhan yang tahu.
[catatan:]
DIarsipkan di bawah: Cerita-Ku | yang berkaitan: Cerita, renungan





























kewl….
keren bro
biarpun terasa sangat gelap tapi tetap ada semangat.
sedikit menyeramkan, tapi masih sejuk dengan adanya harapan.
boleh ikut baca dongengnya?
huhuhu
Akhirnya ngerti juga…
Hehe… Memang harapan harus selalu ada ya bro…
there’s a will there’s a way kan….
anything are possible to those who believe, Mus…

Harapan hanya ada pada orang2 yang yakin. Harapan hanya bisa terwujudkan pada orang2 yang berbuat.
Harapan hanya bukan omong kosong untuk orang2 yang berjuang mencapai harapan tersebut.
kesendirian menggapai harapan dalam suasana hati yang hancur berkeping-keping, tak ada lagi cahaya rembulan yang tersisa. Gambaran dongeng yang indah di masa lalu ketika banyak bidadari turun ke bumi agaknya sudah tak lagi ditemukannya. Hanya tinggal dongeng di negeri antah berantah yang memfosil dalam memori batinnya. sungguh tragis konflik batin yang dialami tokoh -nya ini
Meski demikian, *halah, sok main terawangan, hehehehe
” harapan akan berubah jadi kenyataan apabila tokoh -nya ini bener2 mampu menjadikan masa lalu sebagai tonggak sebuah perubahan dan ada tekad untuk mewujudkannya. Hanya menegnang masa lalu kayaknya hanya ibarat orang meludah ke langit yang akan jatuh ke wajahnya sendiri.
walah, jadi panasaran nih Bung Militis.
tokoh -nya ini sebenarnya siapa sih, hehehehe
*berlalu sambil menebak-nebak yang tak mungkin terjawab*
Mantabhsss…
Meskipun sulit, tetapi masih mungkin…
Kalimat sakti yang sering mujarab.
saya lagi putus harapan nih…bisa bantu ndak???
@bedh
Thanks bro, btw, dongeng-nya cukup aja yang tahu yaks, ntar orang-nya marah
@Praditya
Yupe, seperti salah satu komen di postingan extremusmilitis expection, ada teman yang ber-kata, harapan-lah yang mem-buat kita ber-tahan hidup
@ekowanz
Not only a way, but lot of ways, and now it’s depend us to choose the right path
@chiw abis kopdar sama celo, tikabanget,dkk
i do agree on that, if we believe then it will be happened
but of course, we need the God Hand too on the process for sure. Thanks Wi
@erander
Aku setuju dengan abang, Yang ber-arti tanpa keyakinan dan tanpa per-juangan, harapan tidak lebih dari sebuah kata-kata kan bang?
@Sawali Tuhusetya
Wah jadi malu nih di-terawang sama pakar
Hmmm, bisa bener juga tuh terawangan Pak Guru, tapi biar-lah tiap orang menerawang dengan versi-nya masing-masing, itu seperti-nya lebih baik Pak Guru. Thanks yaks Pak Guru.
Wakaka, tokoh-nya adalah “Dia”
@rozenesia
Thanks my bro, kita tahu tidak ada yang pasti dalam ke-fana-an dunia ini, tapi bukan ber-arti kita harus menyerah sebelum ber-perang kan? Jadi biar-lah waktu yang akan men-jawab-nya
@icha
Kalau aku mampu, aku akan berusaha untuk mem-bantu
Aku yakin yang lain juga pasti mau mem-bantu.
hmmm….selamat taun baru aja deh. mari berharap semoga taun yang akan datang membawa kebaikan bagi semua. amin.
*lhoh, kok serius gini? hihihi….
*masih bingung apa mbak venus fast reading*

@venus
Eh, Selamat Tahun Baru Juga Mbak. Wish you the all the best
hmm, semua akan baik2 saja…
*ga mudeng, jadi cuma bisa komeng gitu , ihihhiii
@niez
Yah, semua-nya emang akan baik-baik saja kok Niez
*me-maklumi Niez gak mudeng*
Seiring waktu,…
kata orang-orang bijak, akan selalu ada jalan keluar
semoga…
cuma mas X dan Tuhan yang tau..

sbnrnya penasaran banget pengen tau hubungan tulisan ini dengan cerita kehidupan mas X sebenernya
@goop
Seperti-nya sih emang begitu kalau kita mem-percayai-nya bro
@tukangkopi

Hahaha, biar-kan-lah rasa penasaran itu tetap ada
Karena hanya dengan itu bro bisa memahami isi-nya
Tidak seharusnya kita menggantungkan diri pada dongeng2 kehidupan yg pernah kita dengar, krn sdh pasti ditambahin bumbu2 penyedap.
Ujian2 kehidupan sudah pasti setia menunggu di depan, hidup tanpa ujian adalah sayur tanpa garam…
@CY
Sedikit banyak-nya seperti itu bro, karena kita masih punya harapan yang mungkin akan jauh lebih indah
Harapan itu tidak boleh hilang, ya ?
Tokohnya elu ya mus.
*ad hominem*
banyak berdoa ya mus…
waduh.. ga mudeng… otak masih blum bisa diajak serius nieehh.. maklum.. akhir tahuunn..
@Review Blog!
Menurut-ku sih begitu, karena hanya itu-lah satu-satu-nya yang bisa menguat-kan kita di-saat-saat terakhir
@danalingga
Untung aku tidak ter-pancing, damai..damai…damai… 
Curiga amat sih Dan
*timpuk Dana pake kitab ad-hominem*
@cK
Ya iya lah Chik, ber-doa untuk diri-ku sendiri, untuk diri-mu, untuk mereka, untuk kalian, dan untuk seisi bumi
@Ochep PoB
Gpp, ndak usah di-paksa, takut-nya kalau di-paksa malah ntar gak bisa ketemu tahun baru lagi
Siapa dia? Biarlah waktu yang menjawab semuanya ya? Gitu kan, Mus? he he he.
Ceritamu bagus. Salut. Cerita dogeng selalu indah dan tak pupus oleh masa.
saya selalu tak pernah berdaya ketika harapan hanya berupa selimut raguku…
@Hanna
Waduh biasa aja sih Han, dan yupe kita tidak kuasa menebak apa yang akan ter-jadi di-masa depan
@iman brotoseno
Dan aku harus melepas ragu itu ketika harapan-ku harus ku-kejar
Bukan begitu Mas Iman?
sukses buat harapannya
Kadang.. kita bisa bertahan terhadap kesulitan hanya dengan sebuah harapan
mas, crita apaan sih…tinggi bener bahasanya?
emmm….di saat seperti ini sepertinya dibutuhkan dukungan dari orang2 terdekat. karena kita gak mungkin melalui kehidupan ini sendirian, kita butuh orang2 yang selalu ada untuk kita, bahkan anggukan atau senyuman saja sudah melegakan hati.
wooh gombal kayanya ya? tapi bener kan, we are nothing without them, without their love, support, encouragement, etc (mohon ditrenslet saya nulis apa neh, gara2 mbaca artikel inggrisnya GBM jadi ketularan gini kekekek
)
@aRuL
Semoga Bro
@warnetubuntu
Yupe, harapan yang mem-buat kita semakin kuat
@yonna


Walah, biasa aja kok Na
Ini bagus Na, emang kita tidak bisa hidup sendiri, kita butuh kasih sayang, dukungan dan keterlibatan mereka dalam setiap langkah dan keputusan kita
Wekekeke, tapi ketularang Inggris-nya gak lama kan? Ntar malah kamu-nya lupa bahasa Indonesia
………………………
……………
…..