Aku Sedih, Aku Marah, Aku Bingung
Hari ini aku sedang sedih, aku sedang marah, dan aku sedang bingung.
Ketika kita telah menyayangi se-seorang dengan se-genap hati dan perasaan kita, apa yang kita harap-kan dari-nya??? Apakah ke-bohong-an masa lalu masih bisa kita tolerir demi yang nama-nya cinta, ketika akal, logika dan perasaan kita tidak bisa men-toleransi-nya?
Kalau bagi-ku satu hal yang ter-penting ketika kita meng-amin-kan sebuah komitmen adalah Ke-jujur-an. Ini ter-amat penting lebih dari apa-pun yang bisa ku-harap-kan dari orang yang ku-cinta-i, karena hanya dengan ini kita bisa saling mem-percaya-i, bisa saling menerima, bisa saling men-dukung, karena sebuah ke-jujur-an akan men-jadi embrio ke-terbuka-an yang aku yakin akan lebih baik ketika kita menyayangi dan di-sayangi.
Meskipun ter-kadang bahkan sering ke-jujur-an sangat-lah menyakit-kan bahkan mungkin lebih kejam dari pedang ber-mata dua, di-mana kita tidak tahu sisi mana yang lebih baik. Tapi aku tetap percaya dan memilih untuk merasakan sakit yang se-sakit-sakit-nya di awal dengan dasar ke-jujur-an, daripada me-rasa-kan sakit yang se-sakit-sakit-nya di akhir ketika semua-nya ter-ungkap
Bagi-ku, masa lalu adalah masa lalu, sebuah cerita panjang dari kisah per-jalan-an kita, anak manusia. Dan seperti pernah aku cerita-kan melalui blog-ku ini, sebuah kenangan tetap-lah akan men-jadi kenangan, yang jangan sampai men-jadi bumerang bagi diri kita sendiri.
Ketika kita menerawang ke masa depan kita, dan sedang mem-bangun mimpi-mimpi kita, mengejar harapan dan cita-cita kita, ketika kita sedang ber-komit-men untuk men-jalani sebuah hubungan yang semoga ber-ujung pada yang baik, tapi ter-nyata ke-jujur-an yang sangat dan ter-lalu kita harap-kan masih saja belum ter-gapai, dan hubungan masih di-bumbu-i dengan ke-bohong-bohong-an masa lalu yang ter-amat menyakit-kan.
Mengapa kita harus menutupi sebuah ke-buruk-an hanya untuk men-dapat-kan ke-baik-an yang kita ingin-kan padahal ada konsekuensi ter-buruk yang mungkin akan kita dapat-kan ketika ke-buruk-an itu pada akhir-nya ter-buka. Aku tidak pernah menyangka akan mendengar ke-bohong-an demi ke-bohong-an itu lagi. Entah sampai kapan ini akan ber-henti.
I believe the future will be better even when i lost the soul, if i believe my GOD give HIS hand to me
[catatan:]
- Maaf kalau aku tidak akan mem-balas komen-komen teman-teman untuk masalah ini.
- Gambar di-ambil dari sini, dan sedikit di-tambah dengan edit-an sederhana
DIarsipkan di bawah: Cerita-Ku, Otak-Ku, Rumah-Ku | yang berkaitan: Cerita, curhat, kejujuran, masa lalu, sedih





























emang sakit rasanya saat tau orang yg disayang ternyata (pernah) berbohong
skarang tinggal pilih: trima bohongnya dng komitmen ga diulangi lagi
ato tinggalin trus cari yg lain?
smua ada resikonya
Nung Militis, saya bisa ikut merasakan apa yang sedang bung alami. perjalanan hubungan dengan lawan jenis memang banyak dinamikanya. suka dan duka datang silih berganti. namun, semua itu akan menjadi sebuah mozaik yang saling melengkapi hingga membentuk sebuah gambar yang indah dan menakjubkan. ttg kejujuran, memang itu sangat penting utk membangun sebuah keterbukaan dan harmoni hidup berpasangan. namun, ada juga yang belum bisa bersikap seperti itu karena masih dihinggapi rasa takut kehilangan jika kejujuran itu terkuak. menurut saya sih, bung militis perlu bersikap sabar, pelan tapi pasti, bung militis juga tahu sosok calon pasangan bung yang sesungguhnya. usahakan, jangan hanya gara2 kejujuran itu belum terkuak, hubungan jadi kacau dan berantakan. *maaf kalau cerewet, bung*
waduh…saya sendiri bingung kalo soal beginian karena saya tipe yang kalau sudah sekali dibohongin, rasanya sulit untuk mendapatkan kembali kepercayaan, walaupun saya sudah memaafkan orang tersebut..
semua itu balik ke musmus sendiri…keputusan ada ditanganmu…
Saya jadi bertanya-tanya. apa bedanya berbohong dengan did not tell the whole story?
?
mungkin saking takut kehilangan, jadinya tidak menceritakan semua kebenaran.
Apakah kalau dari awal tahu, dirimu akan tetap menerima
Thanks buat caplang, Pak Guru, dan cK.
Maaf kalau aku akhir-nya komen juga meskipun aku sudah kata-kan di-atas kalau aku tidak akan membalas komen-nya, tapi ini khusus buat per-tanya-an Ira:
Aku sudah melakukan se-bisa-ku selama ini Ra, menerima dan selalu menerima apalagi kalau dengan ke-jujur-an dari awal, bagi-ku itu malah lebih baik, tapi justru yang aku temu-kan, sering sekali karena takut ke-hilang-an akhir-nya menyembunyi-kan banyak hal. Dan itu sangat menyakit-kan
jujur itu seperti fondasi hubungan dengan nilai universal.
kalo itu sudah di rusak dengan alasan apa pun, hmm,..
nggaklah,..
mendingan tidak sama sekali,..
Berbohong adalah salah satu cara manusia bertahan hidup
Semua orang punya masa lalu, dan itu Pasti !!!
Baik Mas maupun si Dia memiliki masa lalu yang tidak perlu di ungkapkan atau sengaja di buka demi mendapatkan sebuah “KEJUJURAN”.
Baik atau buruknya kita maupun si Dia, kita hanya bisa menerima karena manusia tidak ada yang sempurna. Meski Mas mencari keseluruh belahan dunia, mas ga akan menemukan sosok si Dia yang Sempurna.
Waduh… maap mas jd ceramah. Saat ini Aku pun sedang menghadapi hal yang sama.
Halo bro…
Biarpun gak dibalas tapi dibaca kan?
He, Relationship is all about trust!
Pertanyaan keren dari Ira;
Um, you know, bro; “There are no degrees of honesty”…
Sederhana ya? Sebegitu berharganya bro buat dia sampai dia memilih untuk ‘tidak cerita’. Pilihan yang susah dimengerti untuk kelangsungan suatu hubungan…
There is no higher love
Baby yeah, you know I’d die without you
There are no lies, we’ve left them behind
I’d surely die without you
(Yngwie Malmsteen/I’d Die Without You/Magnum Opus)
hmmm…barangkali dia gak bermaksud gak jujur sama kamu. kadang memang ada hal2 yg lebih baik gak diceritakan, bahkan kepada orang terdekat. bukan main rahasia2an, tapi….apa ya? wah agak susah memang dijelasin ..
waahhh..gw juga baru aja ngalamin bro. ya akhirnya, gw milih buat pergi aja…
wah mas kayanya gimana gitu baca artikel ini
hmmm…ya sudah ntar kalo nemu kata baru kasih komentar, ini masih promosi blog baru, multiply aku udah diapus, tolong ganti yach mas, thx
sekali bo’ ong ya tetap ada bakat bo’ ong. perlu kepercayaan tinggi untuk bisa menerima kembali. jd cek n ricek dulu sebelum memutuskan. daripada sakit hati lg kan!
ada orang bilang kebohongan putih, entah itu benar atau tidak… kadang orang berbohong untuk kebaikan orang lain bukan untuk dirinya sendiri. ya gitu deh… *bingung sendiri, hehehe*
epribodih deserve had a second change
ya tetep gak bisa nemu kalimat yang pas utk artikel ini
mending bikin artikel baru mas, biar agak segar dikit, jangan butek lagi yach, cheers
So .. tidak semua kenangan mesti diceritakan. Tidak semua masa lalu perlu diketahui. Yang penting saat ini, kamu sudah berubah .. menjadi kamu sejati. Kamu yang dapat dibanggakan oleh2 orang2 terdekat mu. Jangan biarkan masa depan terbelenggu masa lalu. Tapi masa lalu jangan kamu musuhi. Bersahabatlah dengan masa lalu.
Mudah2an kamu masih ingat dengan komentar abang diatas ya ..
Speechless…
Hidup itu keras Bung! Hehe. Sukses…..
beberapa orang tertentu mungkin memang merasa lebih nyaman kalau kondisi sebenernya tidak diketahui Mus…
dan kita ndak bisa memaksakan setiap orang berterus terang…
sudah dibicarakan lagi, belum?
Cinta kan memaafkan bang… maafin saya yah
its feel like.. i was in this position also
.. but you will pass it bro.. believe me…
karena kebohongan adalah bagian dari kehidupan dan kebingungan merupakan suatu keadaan yang menenangkan pada akhirnya karena berarti sedang akan menggunakan segenap jiwa dan pikiran untuk segera bangkit dari kebingungan… ah… saya kenal seseorang yang seperti ini pada satu masa! tenang saja… akhirnya dia selamat juga melewatinya ^_^ baiklah… maaf asal bicara hehehe salam kenal