Culik Lagi…Culik Lagi…

Heran, bener-bener heran, tiap nonton tivi, atawa baca koran, beritanya tentang penculikan melulu. Gak di Jakarta…di Maluku aja juga kejadian…


Emang ada apa seh😡, apa ini kerjaannya orang-orang iseng yang dengan gampangnya nyulikin anak-anak, atau memang ini fenomena kemiskinan yang bikin orang-orang sekarang lebih berani buat ngelakuin kejahatan seperti itu. Atau apa ini bagian dari drama kemajuan sebagai ekses negatif dari informasi, dan sengaja aku tidak menyinggung moral, karena moral hanyalah kata-kata….Hhhh…

Tapi kayanya gak deh, ini lebih ke fenomena sensasional yang sepertinya menelanjangin ngejelasin kalau ternyata nyulik di Indonesia itu gampang, karena semua orang gak ada yang aware termasuk keluarga, aparat, pemerintah. Karena ternyata, hampir sebagian besar anak-anak yang diculik itu bukan keturunan, anak, cucu, cicit, dari orang – orang kaya. Tapi, orang-orang yang hidupnya juga masih senen-kamis, yang mungkin saja pasrah anaknya diculik, habis mo nebus pake apa? lha wong untuk makan aja susah. Bahkan mungkin ada sebagian dari kita yang mungkin senang kalau anak kita diculik, karena itung-itung ngurangin biaya pengeluaran yang semakin mencekik leher. Aneh kan?

Sialnya lagi, giliran anak seorang pengusaha, orang terhormat, Presiden pun ikut bicara, dan mulai menghujat penculikan ini, serta mulai menggerakkan punggawa-punggawa-nya untuk melakukan penyelidikan. Lho, kenapa waktu yang di culik itu anak orang yang gak jelas tetek-bengek-nya, pak Presiden diem-diem aja ? 😡

Apa kita pernah ngebayangin misalnya, seandainya, kalau saja itu anak, cucu, ponakan kita? Kalau saja aku bisa ketemu ama salah satu penculiknya, aku akan berkata: “Hei bung, otaknya udah dijadiin otak-otak ya? Kok tega amat sih?” atau mungkin “Gimana kalo anak ente yang diculik?atau mungkin aku akan diam dan langsung tonjokin tuh orang-orang, atau mungkin gantian aku yang nyulikin anaknya penculik 💡 🙄 (tapi ini sama dengan kan?)


extremusmilitis TAGS: , ,
Technorati TAGS: , , , , , , , , , , , ,

5 Tanggapan

  1. Lho, kenapa waktu yang di culik itu anak orang yang gak jelas tetek-bengek-nya, pak Presiden diem-diem aja ? 😡

    Ya… aku juga jadi gondok liatnya. Pemimpin milih2 bulu. Pantesan monyet yang menang2 melulu di negeri ini🙄

  2. @alex
    iya neh bro, ngeselin banget, udah monyet, bulunya lebat lagi, jadi kebal ama protes dan hujatan yaks
    *bermimpi lagi di republik mimpi*

  3. *ikutan bermimpi*
    :mrgreen:

  4. aslkm..
    Lho, kenapa waktu yang di culik itu anak orang yang gak jelas tetek-bengek-nya, pak Presiden diem-diem aja?>>>>
    yaaahh.. alhamdulillah pak pres sudah maw ikut campur dalam urusan ini, paling tidak dia udah memberikan perhatian kepada kasus penculikan,, bagaimanapun perasaan dan hati kita pasi lebih dekat kepada orang yang kita kenal…so wajar2 pak pres membela rekan or keluarganya,wunk itu manusiawi kok… kalo misalnya pak pres sama sekali g bersuara tentang kasus penculikan yang merbak sekarang ini,PARRAAAH banget…..
    satu lagi, dari pada kita pusing2 menghujat orang, mendingan kita maenin peran kita sekarang dengan sebaik2nya,,ingaat, untuk memberi saran atau mengingatkan orang lain ga perlu sampai memaki atau menghujatkan???astaghfirullah..puasa neh…hehee
    piss yawh,,,
    wassalam…
    http://www.likalikulaki.wordpress.com

  5. @marwan
    kalau emang dia gak bisa care dengan rakyat, ngapain juga dia jadi presiden rakyat tha? mending dia jadi presiden kontraktor, konglomerat, dan orkay-orkay lainnya.
    kita tidak menghujat (coba liat komen-ku dan alex diatas), kita sekedar mengingatkan bahwa menjadi seorang pemimpin itu tidak mudah, bener gak?
    *seandainya ada lowongan jadi presiden rakyat kecil, aku siap jadi menterinya*😆

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: