Bunuh Diri (Klise)

suicide.gifSemalam, waktu lagi ngisi perut yang kosong total (ampe cacing-cacing bikin orkestra dadakan), aku ampir kesedak waktu mendadak dapat kabar seorang cewek remaja anak kampung sebelah, bunuh diri dengan menenggak Baygon (sebuah cara yang klise). Tanya punya tanya, surveyinvestigasi membuktikan, dia bunuh diri karena cinta (fenomena yang klise juga)

Tapi tunggu dulu, apa apaan ini?, kok bisa semudah itu ngilangin nyawa hanya karena masalah sepeleseperti itu, apa moral dan imannya sudah segitu rendahnya sehingga mengambil keputusan krusial seperti ini? Atau memang tidak ada jalan lain selain bunuh diri?.

Miris memang, mendengar berita-berita bunuh diri yang semakin hari semakin bertambah jumlahnya. Dengan alasan stress, depresi, dan alasan-alasan lainnya, mereka nekat ngabisin hidupnya sendiri dengan berbagai cara, minum Baygon, ngiris urat nadi, gantung diri (beberapa diantara cara yang sekali lagi klise), atau menabrakkan diri dengan kereta api, melompat dari gedung tinggi (beberapa diantara cara yang sedikit ekstrim).

Kita dilahirkan di dunia ini setelah sekitar sembilan bulan atau lebih sang Ibu berjuang dengan perut yang semakin lama semakin membesar sampai pada proses partus yang bisa dikatakan saat pertama sekali kita menghirup udara dunia yang kotor. Kita dibesarkan dengan kasih sayang atau mungkin dengan kekerasan, sampai kita cukup dianggap dewasa atau kita menganggap kita sudah cukup dewasa. Dan setelah mengenal, mengetahui kerasnya hidup, kemudian dengan semua kekecewaan, ketakutan, keputusasaan, kekosongan, kebodohan, kita menghabisi hidup dengan menganggap bahwa semua masalah telah terselesaikan. Hahahaha…setan-setan neraka menari “Tango” menyambut kita, atau mungkin malaikat-malaikat surga menari “Salsa” menerima kita dengan sukacita.

Apapun sepanjang ada hubungannya dengan yang Esa, pasti memiliki doktrin doktrin yang mengutuk keras perbuatan bunuh diri ini. Kita bisa menganalisa beberapa point berikut:

  • Pandangan Buddhisme

Buddhism sees death as not the end of life, but simply a transition; suicide is therefore no escape from anything. Thus, in the early sangha (community of followers of the Buddha), suicide was in principle condemned as an inappropriate action (sumber dari sini)

  • Pandangan Kristiani

However, the person who committed suicide will ultimately be in hell for rejecting salvation through Christ, not because he or she committed suicide. (sumber dari sini)

  • Pandangan Islami

Narrated by Abu Hurairah (RA): The Prophet (SAW) said, “He who commits suicide by throttling shall keep on throttling himself in the Hell-fire (forever), and he who commits suicide by stabbing himself, he shall keep stabbing himself in the Hell-fire (forever).”
From the sayings of Allah and his Prophet (SAW), we can see suicide is not accepted in Islam and we can also see through other sources, it is also prohibited in other religions. (sumber dari sini)

  • Pandangan Hinduisme

Hinduism does not approve suicide. Hindus believe that human life is very precious, which is attainted after after hundreds and thousands of births and provides an unique opportunity to each individual to make a quantum jump into higher planes of existence or attain immortality. Even gods and other celestial beings do not have this opportunity unless they come down to earth and take birth as human beings. (sumber dari sini)

meskipun disatu sisi ada juga beberapa dari kita yang membenarkan dan menyetujui proses bunuh diri ini sebagai bagian dari kemanusiaan-nya, atau patriotisme:.

  1. Membenarkan bunuh diri sebagai bentuk protes terhadap kekacauan dunia dan pembelaan terhadap agamanya
  2. Hara-kiri yang di benarkan di Jepang sebagai bentuk pembenaran tindakan bunuh diri demi menjaga kehormatan pribadi, bangsa dan kekaisaran
  3. dan lain-lainnya…

Kalau saya sendiri cenderung sangat-sangat tidak setuju dengan yang namanya bunuh diri apapun alasannya, semua masalah pasti ada jalan keluarnya, baik buruk solusinya, kita harus hadapi. Kenapa kita harus menghabisi diri sendiri kalau ternyata di belahan dunia yang lain, orang-orang berlomba untuk menciptakan manusia-manusia baru? atau kita memutuskan untuk mendukung keseimbangan ekosistem dan populasi manusia dengan cara membunuh diri sendiri? Naif…

Bagaimana menurut anda?


extremusmilitis TAGS: , , ,
Technorati TAGS: , , , , , , , , , , , , ,

25 Tanggapan

  1. Harakiri? Saya lebih suka menyebutnya Seppuku, bagi kaum bushi (samurai.red) itu lebih terhormat. Secara saya fans berat bushi.😆

    OOT-nya udahan~

    Bagi saya, terlepas dari ajaran agama, saya menilai bunuh diri itu tindakan pengecut, bukan berani. Itu saja.😆

  2. eeer…
    kalo kasusnya kayak pelem armageddon itu bijimana
    si brus wilis kan rela ‘bunuh diri’ biar meteornya mleduk n calon mantu bisa nikahin anaknya…..
    nah looo

  3. Apapun alasan bunuh dirinya, putus asa, harga diri maupun patriotisme (mcm kasus pelem armageddon diatas), orang2 yang ditinggalkan pasti sedih dan kehilangan…

  4. @rozenesia
    *seppuku itu acronym dari sepupuku yaks?:mrgreen: *
    mungkin letak perbedaanya hanya di formalitas penggunaan bahasanya saja
    tapi intinya toh sama saja bukan? bunuh diri juga🙂

    @bearnuts
    namanya juga pilem kan?😆
    tapi ya itu emang terjadi juga di dunia nyata, dimana sering kita melihat pengorbanan diri sendiri demi seseorang yang dicintai, tapi apa itu benar atau tidak, saya berani mengatakan tidak.

    @jensen99
    yupe itu sudah pasti🙂
    meskipun ada juga yang justru merasa bangga dan terhormat lho🙄

  5. Kira-kira apa ya yang dipikirin ama mereka yang nekat bunuh diri?
    Jadi kepengen neliti pikiran konyol mereka?
    Hidup lho masih enak…. kok minta ninggalin dunia ini?
    Aneh…

  6. @evelyn

    Kira-kira apa ya yang dipikirin ama mereka yang nekat bunuh diri?

    nah ini yang harus sama-sama kita cari jawabannya

    Jadi kepengen neliti pikiran konyol mereka?

    silahken, pintu terbuka dengan lebar kok eve😆

    Hidup lho masih enak…. kok minta ninggalin dunia ini?
    Aneh…

    *gak yakin kalau hidup ini enak*🙄

  7. Bunuh diri memang kejadian yang sangat klise.

    Tapi yang lebih parah adalah bunuh diri dengan mengajak orang lain ikut mati

  8. @deKing
    yang kaya bunuh diri massal gitu yaks?
    iya seh, tapi eh yang bodoh yang mo bunuh dirinya apa yang mo diajakin ya?🙄

  9. welah..
    kok ya pas sayah juga cerita bab bunuh diri jugaa…
    apa kita berjodoh ini..
    *ngacir..*

  10. jadi inget lagu PSP
    *cinta pertama dibawa mati*

  11. @tikabanget
    wakakaka, bohle-bohle berzodoh, asal gak nyesel:mrgreen:

    @Jendral Bayut

    *cinta pertama dibawa mati*

    😥 😥
    *bingung PSP itu siapa*

  12. pancaran Sinar Petromaxx😆
    klo gasalah cubit2an judulnya

  13. @ evelyn :

    o-o-o, tidak mudah untuk menilai sebuah tindakan bunuh diri. Itu sangat kompleks dan bukan menyangkut “pikiran konyol” belaka.

    Bunuh diri berhubungan dengan banyak-banyak sekali variabel. Bukan hanya faktor pemicunya saja seperti stress, depresi, frustrasi, dlllll, tapi juga banyak faktor lain didalamnya spt kepribadian pesisimistis, pandangan tentang kehidupan, nilai-nilai dalam masyarakat, agama, dlll….

    dan lagian tidak bisa meneliti kasus bunuh diri yang “sukes”, lha orangnya sudah keburu mati.🙂 kalau bunuh diri yang tidak sukses pernah saya ketemu beberapa, dan dari situlah saya tahu kalau bunuh diri itu bukan cuma soal depresi, harga diri yang hilang, tidak dibelikan sepeda oleh orangtuanya, dlllll…

  14. @Jendral Bayut
    wakakaka, oh itu tho yang dulu ngetop barengan ama Warkop DKI, ya…ya aku dulu pernah dengar sekilas di TVRI, pantes aja aku gak terlalu mudeng, alasannya:
    1. sepertinya tahun2 itu (’70an) aku baru saja hirup udara dunia yang kotor ini
    2. otak-ku sialnyaudah terlalu ter-doktrinasi ama genre musik barat:mrgreen:
    *laporan selesai Jenderal*

    @fertob
    *ngelirik komen fertob, kok hanya ke eve sih🙄 *😆
    btw, thx atas pencerahannya, meskipun ditujukan untuk Eve, tapi sedikit banyak membuka pikiran kita-kita yang lain.

  15. setiap orang selalu mempunyai alasan untuk bertindak.. uhmm dan kayaknya yg bunuh diri pasti telah yakin dengan keputusannya…
    sayah lebih memilih untuk tidak menghukum dia dengan pemikiran dia yang mengakibatkan hal itu.. mungkin sayah kapan2 akan mengalami itu dan ingin bunuh diri juga sih heheheheh
    *uhmmm kalo belom rasa maka pasti ga ngerti gimana rasanya keinginan untuk bunuh diri*:mrgreen:

  16. @almascatie

    mungkin sayah kapan2 akan mengalami itu dan ingin bunuh diri juga sih heheheheh

    *nungguin kapan saatnya😈 *😆

    tapi seyakin apapun orangnya dan apapun alasannya, hidup mati kita itu ditangan yang Esa, kita sudah diberikan hidup yang orang lain belum tentu bisa mendapatkannya, kok kita malah dengan sengaja ngebuang nyawa yang emang cuma satu itu🙄

  17. yang kaya bunuh diri massal gitu yaks?

    Bukan itu maksud saya Bro…
    Maksud saya adalah yang semacam bom bunuh diri itu lho:mrgreen:

  18. @deking
    *ngangguk-ngangguk…bener-bener…itu berarti nge-bom nya gak niat banget yaks*😆

  19. ah ada lagi yang mati ….

  20. Oh , iya berani mati itu gampang, berani hidup itu yang sulit. Ada yang ngomong gitu keknya.

  21. Jika ada sso yang nekat menghabisi nyawanya sendiri karna “putus asa”, bagi saya masih masuk akal. Karna apa? Bukankah satu2nya yang membuat kita BETAH untuk terus hidup adalah harapan? Tapi apakah iya sepanjang kita hidup, selama hayat masih dikandung badan, harapan aja sampai kita tak memilikinya? Saya rasa ini tak masuk akal. Lalu apa dong yang tidak masuk akal tapi masuk akal? Bingung tho? *buru2 ngumpetin barang2 yang bisa dipakai mas extrem “suicide”* he..

    Tapi, jika ada sso yang nekat bunuh diri hanya karna “putus cinta”, wah yang ini saya bener2 bingung mencari korelasinya. He..

  22. @danalingga
    iya neh, ngurangin populasi manusia😉
    btw, dengan yakin aku setuju bro dengan pendapatnya
    mempelajari, memahami, melakukan dan mampu untuk survive dalam kerasnya hidup ini adalah suatu tantangan yang lebih berat dari sekedar membuka jalan untuk kematian
    sigghhh…tapi apa ada bedanya?🙄

    @undercover
    kalau menurut aku sih nggak ada bedanya, masuk akal gak masuk akal tetep aja namanya bunuh diri. kalau emang cuma nge-harap doang, yang gak bakalan kesampaian dong. Kan doa, harapan harus dibarengi usaha untuk ngedapetin sesuatu, bukan begitu?

    jangan takut, ini juga lagi pake celana panjang, cukup kok buat tujuan “itu”😈:mrgreen:

  23. Hidup adalah amanah dr sang pencipta. Bagi siapa yang lancang mengakhiri hidupnya sama dengan mengingkari amanah itu. Hidup merupakan sesuatu yg sakral…. penuh arti dan tanda tanya.. Kenapa harus diakhiri seperti itu????

  24. @pr4s
    tragis ya pras…🙄
    padahal kita sudah dibekali dengan akal. tapi yah kekuatan mental kita juga ada batas-nya dan bukan tidak mungkin salah satu dari kita ini bisa saja melakukan itu suatu saat, hanya iman (bagi yang masih percaya pada Tuhan) kita yang bisa bikin kita lebih kuat🙄

  25. klo menurut gw..
    orang yang bunuh diri itu punya keberanian yang kuat..
    dia berani mengambil keputusan pada saat detik2 terakhir dia mau bunuh diri..

    karena.. gak semua orang berani bunuh diri..
    gw juga gak mau..

    gw gak tau apa yang ada dipikiran orang itu…
    pada saat detik2 terakhir dia memutuskan bunuh diri..

    menghadapi kematian yang sudah pasti aj kita masih takut..
    dia malah pengen mati …
    ( apa ya yang ada dipikiran mereka??????)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: