Topeng…Semuanya Hanya Topeng

Satu kali, dua kali, tiga kali, wah banyak sekali keceriaan yang aku temukan siang ini, ada yang sekedar Say Hallo doang, ada yang salaman ampe keringetan, ada yang jalan bareng pake kendaraan alami alias kedua kaki pemberian Tuhan, juga naek motor, apalagi naek mobil…Hebat kan?

Lebih hebat lagi, ada yang emang sudah jadi rahasia umum kalau orang-orang itu sebelumnya adalah musuh bebuyutan yang entah udah berapa keturunan tetap aja sikut-menyikut, tindih-menindih, tendang-menendang, bahkan bunuh-membunuh, termasuk yang hanya bisik bisik korek api, dari jendela ke jendela kalau mereka itu emang punya dendam kesumat yang tidak termaafkan, siang ini…bisa ketemuan bareng, jalan bareng, duduk bareng, pokoknya banyak barengnya…

🙄 Orang-orang begitu ceria, dan sepertinya melupakan semua permasalahan yang selama ini selalu ngewarnain siang-siang sebelumnya. Heran…

Setelah melewati tahap perenungan dan semedi yang cukup lama, akhirnya aku mencoba mengambil kesimpulan yang kemudian aku cek silang dengan beberapa orang yang aku sekapjumpain di jalan, tentu tidak dengan pemaksaan, tapi dengan wajah yang penuh senyuman juga.

Bahwa siang ini ternyata masih setengah dari bulan Puasa bagi umat Muslim, dan hari ini adalah hari Minggu bagi umat Kristen. Apakah itu masih termasuk benang merah yang bikin orang-orang pada bisa saling memahami, bisa saling memaafkan, berusaha tampil baik di depan semua orang, sekaligus berusaha memberikan yang terbaik juga tentunya.

Aku benar-benar takjub, siang ini begitu indah, meskipun udara sangat panas karena matahari yang mungkin lagi marah yang bisa bikin untung (karena dagangannya laku keras) sekaligus rugi (es-nya pada cair sebelum waktunya) tukang es krim. Aku hanya bisa berdoa, semoga siang ini akan menjadi siang bahkan malam dan pagi yang tetap indah seperti ini.

Malamnya, setelah nyegerkan diri dengan mandi dan nyabunin tubuh-ku dengan sabun dengan wangi maskulin, aku langsung keliling kota untuk nyegerin juga otak-ku yang udah mampet, menghirup udara sore menjelang malam yang sangat segar, nikmatin penampakan orang-orang yang sudah kelihatan rapi-rapi, ganteng-ganteng dan cantik-cantik, bersiap untuk melangkahkan kaki ke Gereja, ngikutin Kebaktian Kebangunan Rohani, dan juga penampakan orang-orang yang terlihat rapi-rapi, ganteng-ganteng dan cantik-cantik yang baru saja siap berbuka puasa dan beberapa diantara mereka sedang bersiap-siap ngikutin Tadarusan.

Ketika aku mulai menghitung lagi, satu kali, dua kali, tiga kali, bahkan lebih, teriakan demi teriakan, makian demi makian, piring terbang tanpa penumpang melayang kesana kemari, ada orang yang meng-invasi tetangga-nya sambil berteriak dengan marah, ada seorang ibu dengan lafal yang lancar menyebutkan untaian kata-kata mutiaramakian dengan sempurna bahkan mungkin mengalahkan kemampuannya sendiri dalam membaca kitab suci, dan yang lebih bikin eneg, waktu aku ngelihat mereka, yah mereka yang tadi siang bisa duduk bareng, bisa salam-salaman, bisa jalan bareng, sekarang sedang adu jotos, adu mulut, adu segala kemampuan yang mereka miliki. Bukan, bukan diatas ring, ini di tengah jalan dan di teras rumah, sebuah show yang menarik dan yang sekaligus membuyarkan dan mematahkan hipotesis yang baru saja tadi siang aku buat.

Aku sempat teriak dengan kalut “Lho, tadi kan masih bagus bagus-nya, bahkan tadi kita ketemu di pantai dan sepertinya baik-baik saja“, yang dijawab dengan teriakan yang gak kalah bengisnya “Ya, tadi kan aku baru pulang Gereja, dan tadi ada Perjamuan Kudus, jadi aku harus menjaga diri supaya tidak berdosa lagi, sekarang sih udah tidak ngefek lagi” sambil tetap memaki-maki istri-nya yang udah nangis di pojokan, dan setelah menjalankan kendaraan dengan radius hanya setengah kilometer, aku teriak lagi dengan teriakan yang sama tapi ini di lokasi yang berbeda dan kasus yang berbeda juga, yang disambut teriakan lain “Saya kan tadi masih belum berbuka, masih Puasa, sekarang kan beda, udah berbuka“, yang kemudian ditimpali oleh lawan-nya “Benar itu, aku juga sama, tadi siang kan masih Puasa“, sambil meneruskan adu mulut mereka yang gak tahu kapan berhentinya. Padahal setelah tanya sana sini, masalah-nya sepele hanya karena yang satu telat berbuka, trus diejekin batal ama lawannya.

Bergegas, aku menekan pedal gas dan pulang ke rumah, meminum segelas air putih untuk menenangkan diri, dan untuk menghilangkan kekagetan-ku. Bayangan keharmonisan mereka tadi siang silih berganti dengan ingatan-ku pada saat mereka dengan ego-nya masing-masing saling hantam-menghantam. Edan😡

Ternyata, aku harus membuat kesimpulan baru, kalau semua-nya ternyata siang tadi sudah mengenakan topeng, mungkin dengan topeng yang berbeda, topeng yang tersenyum. Tapi dengan maksud yang sama, menyembunyikan borok yang sebenar-nya, yang akhirnya terkuak juga setelah mereka sudah tidak punya beban dengan kewajiban-kewajiban agamis mereka, dan segera mereka pun berubah mengenakan topeng yang menakutkan.

Kita memilih topeng yang mana ?

Catatan: Sebelum disatukan, keempat gambar tersebut diambil di sini, sini, sini dan sini


extremusmilitis TAGS: , , ,
Technorati TAGS: , , , , , , , , , , , ,

24 Tanggapan

  1. hebat. puasa bisa bikin banyak orang jadi artis…

  2. heheh, jadi inget lagu peterpan
    tapi buka dulu topengmu
    buka dulu topengmuu

  3. @cK
    iya, selebritis gak jelas, mending masuk tipi, lha ini show on kok ditengah jalan:mrgreen:

    @Jendral Bayut
    *bales ah…*
    pasti kan kubuka topengku
    kan kubuka topengku…😆

    @cK en Jendral Bayut
    bener-bener ngeselin, dan jelas-jelas mereka sudah mengganggu hak asasi ku untuk nikmatin sore hari yang indah dengan harapan yang indah
    dengan nyantai-nya mereka ancurin itu semua😈

  4. apa ini masuk kepribadian ganda ya???

  5. @itikkecil
    mungkin lebih ke kemunafikan sih menurut aku lho😉

  6. sayah pilih topeng arjuna saja ^_^
    *ga sempet baca mo taraweh dolow*

  7. lho penulis nih bukannya saat ini pake topeng juga? topeng sebagai blogger😀.

    Kalo tertarik soal topeng-topeng dalam kehidupan sosial, bs baca bukunya Erving Goffman, The Presentation of Self in Everyday Life.

    P.S.: adoh fontnya kecil pisan, susah nih bacanya..

  8. Mendingan saya dong, meskipun puasa, siang2 tetep nonton JAV?:mrgreen:
    *ditimpuk DVD nana chunk*

  9. cuma satu kata kawan : munafik. itu saja cukup

    *sambil melangkah pergi*
    .
    .
    .
    .
    .
    COOL BANGET GA SEGH GAYA GUE!!!

  10. @almascatie

    sayah pilih topeng arjuna saja ^_^
    *ga sempet baca mo taraweh dolow*

    bohle…bohle…tinggal pilih…ada topeng jenis lain kok, ada rahwana, ada hanuman juga (kayanya ini yang lebih cocok euy):mrgreen:
    oh bohle juga ntar bacanya
    *do’ain tarawehannya almas sukses dan jauh dari mata yang jelalatan*😆

    @Shinta

    lho penulis nih bukannya saat ini pake topeng juga? topeng sebagai blogger😀 .

    lebih baik memakai topeng blogger anonimitas yang berani bicara tentang sesuatu yang salah seperti manusia radikal ini dan akan membuka topengnya dengan keberanian, daripada memakai topeng kemunafikan yang hanya bisa bermanis muka di luar saja, bukan begitu mbak?😉

    P.S.: adoh fontnya kecil pisan, susah nih bacanya..

    udah bawaan themesengaja euy, biar bikin penasaran:mrgreen:

    @antobilang

    Mendingan saya dong, meskipun puasa, siang2 tetep nonton JAV?:mrgreen:
    *ditimpuk DVD nana chunk*

    nah ini adalah salah satu contoh yang baik yang berani mengakui kalau emang dia gak munafik bin munaroh
    *bisa pinjem gak?😈 *

    @hoek
    yupe, munafik, itu kata yang lebih dari tepat🙂

  11. *baca dulu…comment na nyusul

  12. @Ina
    *pasangin topeng hanoman ke wajah ina*😆

  13. *kira-kira topeng-nya yang punya blog yang mana ya ?*:mrgreen:

    Eh, ada yang menarik lagi soal topeng dan kemunafikan ini. Kerpibadian dlm bahasa inggris adalah Personality, dari asal kata PERSONA yang berarti TOPENG.

    Jadi sebenarnya kerpibadian manusia itu cuma topeng yang menutupi apa yang sebenarnya ada didalam diri manusia [yang tersembunyi]. Jadi kalau kepribadian = topeng, dan topeng menandakan kemunafikan, jadi ?😉

  14. Saya gak pake topeng juga udah guanteeng! He he..

  15. Ehm…. apa postingan ini diketik sambil dengar “Topeng”-nya Peterpan?:mrgreen:

  16. jadi inget lagu Iwa K yg judulnya Topeng
    sama lagu Imanez (kalo ga salah) tentang ‘monyet yg pake topeng’
    😀

  17. @fertob

    *kira-kira topeng-nya yang punya blog yang mana ya ?*:mrgreen:
    tuh yang sering dipilem-kan di film indian…😆

    Eh, ada yang menarik lagi soal topeng dan kemunafikan ini. Kerpibadian dlm bahasa inggris adalah Personality, dari asal kata PERSONA yang berarti TOPENG.

    Jadi sebenarnya kerpibadian manusia itu cuma topeng yang menutupi apa yang sebenarnya ada didalam diri manusia [yang tersembunyi]. Jadi kalau kepribadian = topeng, dan topeng menandakan kemunafikan, jadi ?😉

    semua manusia itu munafik !!!
    yang disebabkan oleh harga diri, gengsi, lingkungan sosial kita
    kecuali kalau kita emang bisa belajar untuk menjadi tidak munafik
    *emang berat sih*🙄

    @undercover

    Saya gak pake topeng juga udah guanteeng! He he..

    *nyorat nyore muka undercover yang sok guanteng pake arang item*😆

    @alex

    Ehm…. apa postingan ini diketik sambil dengar “Topeng”-nya Peterpan?:mrgreen:

    nggak kok, ini lagi denger lagunya grup “shadow mask”
    itu kan topeng juga artinya😉

    @caplang™

    jadi inget lagu Iwa K yg judulnya Topeng
    sama lagu Imanez (kalo ga salah) tentang ‘monyet yg pake topeng’

    iya yah…bener…kalau lagu-nya Iwa K itu juga yang menyentil kehidupan sosial dan perilaku manusia yang emang juga semuanya pake topeng buat nutupin kemunafikan

    kalau yang Imanez, ini lagu yang mana yaks?🙄

  18. […] senasib sepenanggungan, kebersamaan, persaudaraan atau apalah yang semuanya tak lebih sebagai kedok. Mengerikan memang hati manusia yang bermuka dua seperti ini. Dia bisa berperan sebagai apa aja […]

  19. semua manusia itu munafik !!!

    Kesimpulan yang menarik .. semua = 100% (?) jadi …

    OOT .. header-mu cool abiiss karena saya suka burung elang / rajawali sih hehehe😀

  20. @erander
    jadi?…ya jadi-nya emang munafik!!!
    tapi tenang…kita bisa dan masih punya waktu sedikit sekali untukmemperbaiki , dan harus mulai dari sekarang…🙄
    tentang header-nya gpp deh OOT😆

  21. pasti waktu abis syuting lupa ngelepasin topengnya trus dibawa jalan-jalan deh🙂

  22. ngusep dada ngliatin komen kakeko
    *tendang jauh-jauh ke negara topeng*:mrgreen:

  23. Bukankah kalian juga munafik. Cuba semak kembali.

  24. @Sharipuddin
    Terima kasih untuk meng-ingat-kan kita, dan yah kita masing-masing mengenakan topeng yang harus kita pilih sendiri. Termasuk anda juga kan?
    Btw, apa bisa di-informasi-kan apa yang harus di-simak? Aku tunggu😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: