Perempuan Kabur, Tunangan Putus

lopeputuscinta


Tadi malam, kami lagi asyik nongkrong di depan meja kecil berisikan beberapa bungkus kacang dua kelinci ukuran sedang, beberapa bungkus rokok dengan berbagai merek dan beberapa gelas bir. Memang tidak disengaja sih, karena biasanya setiap malam Sabtu aka malam minggu, hampir dipastikan bahwa bakalan tidak ada teman-teman yang nongkrong di tempat kami biasa mangkal (tempat-nya dirahasiakan [1]) :mrgreen:Karena sibuk dengan keluarga kecil-nya masing-masing bagi yang sudah menikah, dan juga beberapa orang yang masih jomblo™, so pasti punya acara dengan pacar masing-masing, kecuali beberapa orang yang lain yang cuma bisa dihitung dengan jari tangan, termasuk aku tentunya😉 . Jadi dari dulu-dulu kami memutuskan untuk bisa ngumpul-ngumpul bareng tiap malam Sabtu sekedar untuk menanyakan kabar, dan ngilangin sumpek kesibukan selama seminggu penuh 8)

Seperti biasa topik yang dibahas ngalor ngidul, gak jelas juntrungannya, penuh dengan tawa, dan makian™ tentunya. Sampai ketika, ada teman yang namanya Aro, nyeletuk:

“Besok aku bakalan ke sini lagi, soalnya gak ada yang aku kerjain, alias nihil, alias kosong, yang lain gimana?”
“Lho, bukannya kamu harus wakuncar?”, tukas Dennis, seorang teman yang lain
“Tidak, tidak lagi, kami sudah putus demi hukum”, kata Aro dengan cengengesan, seperti biasa

Kami terdiam dengan bingung, sampai seorang teman menanyakan:

“Masa sih? Jangan main-main lho, ntar putus beneran, nyahok ente, kalian kan sudah tunangan, lumayan besar lagi acara-nya, dan semua kami yang ada disini ada disitu nge-nyaksiin proses itu, apalagi tidak segampang itu memutuskan pertunangan karena terikat oleh adat kita, kan harus bayar 2 kali lipat tuh jujuran-nya”, dengan serius Sua mencoba menanyakan kebenaran-nya
“Yah begitulah…tapi emang bener kok kami sudah putus”, sambung Aro
“Iya, tapi kenapa?, Sudah, jangan nutup-nutupin dong, kita kan udah lebih dari saudara, dari kecil kita ber-20 ini, ya udah tahu luar dalem satu sama lain, ngapain sih disembunyikan
[2]“, tukas-ku dengan galak™
“Bukan…bukan begitu, tapi…ssshhh…aku gak kuat, aku malu”, dia menyambung dengan wajah tertunduk, kegamangan semakin kelihatan dari wajah-nya
“Ngapain harus malu, baik buruk-nya kita, kita semua sudah tahu…”, kejar-ku lagi
“Begini…dia ninggalin aku, dan lari dengan orang lain yang masih tetangga-nya…, ndak bisa dicegah, mereka sudah pergi”, gumam-nya perlahan, seperti menahan rasa sakit yang cukup kuat
“Apaaaa….”, serentak kami semua melonjak berdiri, dan mencoba mengklarifikasi jawaban-nya tersebut, dan meskipun dia diam, kami berusaha mendapatkan jawaban dari wajah-nya. Tetapi tidak, kami tidak menemukan kebohongan apapun, dan itu berarti dia benar, dia sungguh-sungguh…kalau emang dia sudah putus dengan tunangan-nya.

Sontak darah muda kami berdesir, dan masing-masing mengucapkan sesuatu dengan nada keras penuh dengan kemarahan, ada yang bilangin untuk mengejar mereka untuk dibuat perhitungan, ada yang bilang untuk mendatangi rumah si perempuan, ada yang dengan serius menghitung-hitung penggantian uang adat yang sudah dibayarkan, pokok-nya macem-macem…

“Sudah, sudah, diam semua !!!”, Aro tiba-tiba berteriak mengalahkan keributan kami
“Aku saja yang jadi korban, diam. Kok kalian sih yang ribut-ribut”, sambung-nya dengan nada tertahan, meskipun dia tidak bisa menyembunyikan kepedihan-nya

“Ya, iya-lah, kami kan teman-teman-mu, saudara-saudara-mu, dan kami pantas merasa sakit hati dengan perlakuan biadab yang kamu terima”, tukas-ku masih dengan ber-api-api
“Ya betul itu. Dari dulu, dulu sekali kita sudah berjanji, sakit satu sakit semua, senang satu, senang semua, apalagi…???”, sambung Herman, tidak kalah emosi-nya
“Benar, dan terima kasih, tapi untuk apa coba???, ya…aku sakit hati, aku di-khianati, aku malu di-depan keluarga-ku, di-depan adat
[3], dan juga di-depan kalian, terus apa???, aku juga gak bakalan terima lagi itu perempuan meskipun dia menyembah-nyembah di kaki-ku”, jawab Aro, dengan nada mulai menurun
“Tapi…”, Totan ingin melanjutkan karena merasa tidak puas dengan perkataan Aro, tetapi harus berhenti ketika Aro menggerakkan tangan-nya dan meminta kami semua untuk duduk kembali…

Baru-lah Aro menceritakan bagaimana cerita-nya sampai si perempuan laknat™ itu melarikan diri dengan laki-laki yang emang tetangga dekat-nya padahal se-pengetahuan keluarga perempuan dulu-dulu mereka gak pernah ngeliat si perempuan jalan bareng atau minimal mendeklarasikan hubungan mereka dengan pasangan pelarian-nya (aku gak perlu jelaskan disini lebih detail), dan udah sampai dimana keluarga-nya nuntut pihak perempuan, juga nuntut agar biaya adat dikembaliin, yang biasa-nya sih harus dikembaliin dua kali lipat jika emang kejadian-nya seperti ini. Ini yang akhir-nya membuat kami mengerti dan bisa nge-reda-in emosi kami yang sempat meninggi tadinya, karena ternyata semua-nya udah di-urus dengan semesti-nya, dan bahkan di pandangan kami, keluarga si perempuan laknat™ itu pasti bakal terpukul dengan kejadian ini, udah kehilangan anak perempuan karena kabur, keluarga-nya dihukum secara adat lagi (yang bagi kami itu lebih berat dari sekedar hukum sosial maupun hukum negara)

Edan ya, ngapain juga si perempuan laknat™ itu nerima lamaran si Aro kalau akhirnya dia harus melarikan diri juga, padahal sepengetahuan kami mereka itu dasar-nya suka sama suka, atas dasar cinta sama cinta, gak pake dijodoh-jodohin, dan juga proses tunangan-nya atas permintaan si perempuan🙄

Si Aro aja gak bisa jawab, konon kami… dunia…dunia…

[penjelasan]

  1. sebuah persimpangan jalan yang disalah satu sudut-nya ada pohon beringin ber-sejarah bagi tiap orang dari kami, yang umur-nya udah sangat tua, dan disudut seberang-nya ada warung kecil tempat kami biasa mangkal
  2. geng kami yang berjumlah sekitar 24 orang, yang emang udah dari kecil dari ludah masih netes-netes ampe sekarang bisa nyetak anak kecil, tetap sama-sama nongkrong, sama-sama jalan, sama-sama taruhan ngerebut hati wanita, sama-sama mukulin orang, sama-sama dipukulin orang, dengan catatan kecuali kalau kami sedang ke luar kota
  3. adat daerah kami yang sangat men-tabu-kan pemutusan hubungan pertunangan, apalagi pernikahan. ditambah lagi kami tidak mengenal yang nama-nya poligami, satu dari sekarang ampe selama-lama-nya, dan ini juga yang bikin kami kudu hati-hati milih pasangan hidup

extremusmilitis TAGS:
Technorati TAGS: , , , , ,

16 Tanggapan

  1. Yuhuii! Pertamaax!
    Absen dulu, komen nanti… keburu laper nih. Ayo buka kawan…

  2. Ah, turut bersedih tuk temenmu.
    Tragedi yang tak henti2nya berulang, dan juga baru menimpaku bbrp bulan kemaren (minus elemen adat-nya)
    Salut buat bro & tmn2nya Aro yg laen. Sy jg “survive” krn disupport tmn2. Friendship never die…!

  3. *bengong

    turut prihatin buat teman na yach😦

  4. @undercover
    bohle…bohle…hari ini berbuka pake apaan herd?🙄
    *nimpukin herdy pake kolak buat berbuka*:mrgreen:

    @jensen99
    *ikut bersedih juga buat jensen*😐
    emang bener, ternyata friendship itu juga yang bikin Aro lebih kuat, dan dia juga bilang kalau gak ada temen-temen, dia gak tahu lagi mo ngapain…

    @ina
    *ngasih obat bengong buat ina*😆
    btw, thx untuk support-nya ya, ntar aku sampe-in deh buat temen-ku itu😉

  5. huaaaa panjang, dibungkus ya pak boleh kan?

    beberapa bungkus kacang dua kelinci ukuran sedang

    haha ngiklan pisan😀

  6. Mba Liezmaya panggil pak! Mana pantes extremus militis dipanggil pak! Hwakakak…

    Iya c, sedih juga baca ceritanya. Hikmahnya, kan jadi tau sebelumnya dia kayak apa, daripada kaburnya setelah nikah kan tambah sadis. Yang jelas kan ada mas extrem dkk yang nemenin dan membesarkan hatinya biar tabah. He…

  7. @liezmaya
    boleh kok, tiga serebu cuma, murah kan
    *dengan gigi gemeretuk*:mrgreen:

    @undercover
    iya neh gak pantes, padahal anak udah 5, lho? kok???😆

    bener itu, kita semua harus bisa ngerasain dan ngebantu atas apa yang dialamin temen kita, jadi dia akan lebih mudah ngadepin-nya, bayangin kalau kita yang ngalamin, dan gak ada seorang-pun yang ada di dekat kita, capeee deehhh…😉

  8. baca bginian bisa tersenyum sekarang,,
    tapi tidak bgini beberapa tahun yg lalu

  9. @’K
    lho emang ada beda-nya sekarang dan beberapa tahun yang lalu ???🙄
    *berusaha ngubek-ngubek jawaban*

  10. be tought…

  11. @wulan
    thx untuk kepedulian-nya
    i will relay this message to my friend Aro😉
    hopefully he will getting better…

  12. turut berduka cita…daftarkan saja temanmu ke panti jomblo. *promosi*

  13. Bingung mo komen apa ya?

    Idem ama cK deh:mrgreen:

  14. *bengong*

  15. @cK
    wah ide bagus itu, eh btw ganti profesi chik???🙄

    @pr4s
    dasar plagiat😆
    *ngirim komisi yudisial ke rumah pras*

    @didats
    kok bengong bro? awas lho ntar kesambet:mrgreen:
    thx udah mampir yaks🙂

  16. aduh…..
    yang tabah ya….
    ummmm gue mengalami hal yang sama
    gak di tinggal kabur sih
    dia mutusin gue, setelah kita berencana nikah dengan alasan gak nyaman lagi sama gue, terus deket dengan cowok yang udah mapan dengan dua mobil BMWnya.

    Hiks…padahal gue udah pacaran 12 tahun dan kita sempet ngasih nama anak kita : Amaonalde, karena nama gue Donal dan dia Rahmawati

    Hiksssss………sediiiiiihhhhhhhhhh banget, mereka belum mutusin utk menikah sih, tapi beberapa waktu lalu gue sempet lewat depan rumahnya dan mergokin dia lagi memandang kepergian kekasihnya yang bawa BMW, terus gue negor dia, dan dia cuekin, sesampai di rumah…gue dapet sms : “TOLONG TERIMA KENYATAAN, Jangan HUBUNGI AKU LAGI, AKU SUDAH MEMUTUSKAN UTK MENJALANI HIDUPKU DENGAN DIA SELAMANYA”…
    wuaaaaaaaaa gue nangis terus euy,,,,ampe detik ini gue tulis comment ini.

    Ya Gue berdoa semoga tuhan menabahkan gue, pasti ada kemudahan setelah kesulitan.

    Donal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: