Kamu Udah Bau Tanah!!!

karikaturkamubautanah.gifHujan hari ini yang emang cukup deras, yang membuat suara gaduh di atap tiap rumah, ternyata tidak cukup ngatasin suara-suara keras dari ke-ribut-an satu keluarga yang aku temui di perjalanan menuju pulang. Belum lagi gerombolan orang lain yang juga sudah antri berkumpul di depan rumah itu, yang ikut menyemarak-kan ke-gaduh-an itu. Bayang-kan, aku aja yang lagi di mobil, dengan jarak 5 meter masih bisa mendengar keributan itu, ketika aku mendengar suara teriakan dan makian yang ujung-ujung-nya terdengar jelas “Kamu Udah Bau Tanah!!!“.

Dari penjelasan se-seorang yang emang udah lebih duluan ada disitu, ternyata masalah-nya, ya masalah orang tua umur 50-an dengan anak-nya yang masih sekitar 20-an. Hebat yah anak zaman sekarang, kata-kata yang mengandung konotasi negatif ini ternyata begitu mudah-nya mereka ucap-kan kepada orang tua-nya sendiri, kata yang kurang lebih berarti “Udah, toh umur-mu kan gak panjang lagi” yang secara kasat mata ngarepin orang tua-nya untuk mati lebih cepat. Lho kok? Berani-berani-nya ya? Apa itu bukan merupakan sinonim dari suatu bentuk ke-durhaka-an juga?

Aku terus terang tidak mau tahu apa latar masalah mereka, aku lebih terusik dengan perlawanan, yah perlawanan di-luar batas kewajaran di mata-ku dari seorang anak kepada orang tua-nya. Apakah ini berarti, pergeseran moral saat ini rasa-rasa-nya sudah semakin menuju ke ambang batas yang sudah tidak bisa ditolerir lagi? Dan seperti-nya peng-harga-an dan peng-hormat-an terhadap orang tua saat ini tidak lebih dari sekedar penghargaan formal yang emang harus dilakukan oleh sang anak pada saat dia masih belum mampu untuk berdiri sendiri lebih ke dalam artian materil dan bukan karena emang ada kasih antara anak dan orangtuanya. Dan ini fakta yang terjadi di hampir sebagian besar belahan bumi ini. Aku muak sudah. Aku terlalu sering melihat dan men-dengar kejadian-kejadian yang seperti ini.

Aku tahu kalau kalian tidak tahu, bahwa sampai saat ini, aku masih merindu-kan kasih sayang orang tua yang sudah tidak aku dapat-kan sejak usia-ku remaja, ketika mereka di panggil oleh sang Khalik. Meskipun aku masih ingin tahu sebesar apa kasih mereka ke aku, aku masih ingin mem-bahagia-kan mereka pada saat pencapaian-ku saat ini, tapi aku tetap tidak akan pernah bisa. Dan jelas saja aku merasa terusik dengan cocehan itu, karena aku tetap tidak bisa menerima meskipun aku tahu kalau tidak selamanya kesalahan itu ada di tangan sang anak.

Aku juga udah pernah ngerasain di-pukulin, di-marahi, di-paksa untuk berbuat sesuai dengan kehendak mereka. Tapi aku tidak pernah merasa bahwa itu adalah suatu pe-nyiksaan, aku menganggap kalau itu adalah sebuah pem-belajaran buat-ku, dan aku berani tegas-kan kalau ternyata apa yang mereka lakukan itu ternyata berbuah baik untuk-ku saat ini, mereka telah mengajarkan aku suatu kekuatan mental yang tanpa aku sadari bisa mtembantu aku untuk bertahan di dunia yang liar ini.

tidakserasi.gifJadi, kenapa harus begitu?, Kenapa mereka-mereka yang masih di-berikan kesempatan untuk dapat ber-cengkrama dengan orang tua mereka, malah dengan begitu ego-nya memberikan perlawanan yang tidak semestinya kepada orang tua mereka. Apakah itu tidak bisa diselesaikan dengan kasih antara orang tua dan anak, dan harus diselesaikan dengan kekerasan verbal seperti itu yang bukan tidak mungkin juga akan berujung ke kekerasan fisik seperti yang banyak di-berita-kan oleh surat kabar-surat kabar, yang pada akhir-nya akan menjadi kampanye terselubung yang ditunjuk-kan seperti pada gambar di sebelah kiri ini.

Ya, aku tahu kalau orang tua juga bukan seorang yang sempurna, mereka juga punya kesalahan, tapi apakah itu bisa kita jadikan alasan untuk me-neriak-kan kata-kata men-jengkel-kan itu didepan mereka, disaat sudah tidak ada lagi kata-kata yang lebih pantas untuk kita ucapkan karena kita kalut. Apakah karena kita sudah cukup merasa besar dan lebih mampu sehingga kita lantas bisa menganggap mereka tidak lebih dari orang yang emang udah bau tanah™, yang ajal-nya sudah dekat, dan sudah tidak perlu lagi mem-beri-kan saran dan nasehat kepada kita agar kita bisa lebih baik?

Ini suara-ku yang kuteriak-kan dengan lantang kepada orang-orang yang masih sampai saat ini tidak pernah mengerti keberadaan orang tua mereka, yang mereka anggap hanya sebagai alat untuk mem-besar-kan mereka. Aku ingin menggugah mereka, tolong ingat kalau aku, kamu, kalian, mereka dan kita tidak akan pernah ada tanpa mereka. Mereka yang sudah dipilih oleh Yang Maha Esa untuk men-didik kita terserah dengan cara apa yang mereka pilih, yang toh harus mereka per-tanggung jawab-kan juga suatu saat nanti. Aku percaya, kalau karma itu ada. Jadi jangan sampai kita menyesal ketika kita juga akan dimaki oleh anak-anak kita sendiri suatu saat nanti pada saat mereka juga merasa sudah mapan. Aku berharap tidak !!!.

[catatan: gambar diambil dari sini dan dari sini]


extremusmilitis TAGS: , ,
Technorati TAGS: , , , , , , , ,

18 Tanggapan

  1. Vertamax dulu

  2. Mbok yo yg namanya orang tua itu dihormati, baik itu orang tua sendiri atau orang lain. Sadar, klo kita tak kan pernah ada di dunia ini tanpa mereka.

    Salam

    Mo mudik nih.

    Mohon maaf lahir batin ya, met idul fitri……

  3. Hetrixxxxx

    Selamat merayakan idul fitri 1428 H

  4. 🙄

    *endus-endus*

  5. cuma numpang lewat, mau minta maaf kalau ada salah.😀

    mohon maaf lahir bathin. met lebaran buat semua yang merayakan.😉

    *kembali bersibuk-ria*

  6. @pr4s
    eh mo mudik juga, wah enak dong…
    Mohon maaf lahir dan batin juga pras😉

    @caplang
    ngusep dada…untung lagi bulan maaf me-maaf-kan😆

    @cK
    ndak pa pa kok Chika
    di-maaf-in, dan aku juga minta di-maaf-in yaks:mrgreen:

  7. Jadi jangan sampai kita menyesal ketika kita juga akan dimaki oleh anak-anak kita sendiri suatu saat nanti pada saat mereka juga merasa sudah mapan. Aku berharap tidak !!!

    Hukum karma? Perulangan sejarah?
    Entahlah. Apapun, siap-siap sajalah dengan resiko bahwa buah perbuatan kita akan kembali pada kita satu hari nanti…

    Eh, by the way…. minal aidzin wal faidzin, brother. Moga-moga lebarannya berkah ya?😉

  8. Postingan yang bagus dan mencerahkan nih, Bung! Dalam ajaran agama apa pun, bersikap kasar kepada orang tua termasuk perbuatan durhaka. Jangankan bersikap kasar, berkata “Ah” saja sudah termasuk berdosa. Sayangnya, generasi sakini agaknya hanya memahami sosok orang tua secara biologis saja. Mereka lupa bahwa kehadiran mereka juga lantaran orang tua yang memiliki pertautan kasih sayang dan nilai rohaniah yang tak terukur nilainya. Ok.

  9. maaf2an dulu bro
    selamat lebaran ya

  10. kpanjangan
    *ditabok*
    mohon maaf lahir batin bro

  11. *Baru baca judul

    Mendingan bau parfum drpada bau tanah.
    Tul nga?
    *nawarin dagangan parfum:mrgreen:

  12. Saya jadi miris sendiri…

    Belum genap 1 bulan sejak ayah meninggalkan dunia fana ini…

    Whew… Saya tak bisa berkomentar lebih lanjut.😐

  13. Gambar yang kedua maksudna afa?? Kok disilang?? O.o

  14. @alex

    Apapun, siap-siap sajalah dengan resiko bahwa buah perbuatan kita akan kembali pada kita satu hari nanti…

    Akuuurrr bro😉

    Mohon Maaf Lahir dan Batin Ya Lex
    Mudah-mudahan bawa berkah juga buat ente, dan kita semua. Salam buat keluarga yaks.:mrgreen:

    @Sawali Tuhusetya
    Kira-kira seperti itu pak Guru, dan aku rasa kita harus bersama-sama memperbaiki ini, memperbaiki sesuatu yang rusak entah karena apa. Padahal aku yakin akan lebih indah jika seperti apa yang pak Guru katakan:

    …kehadiran mereka juga lantaran orang tua yang memiliki pertautan kasih sayang dan nilai rohaniah yang tak terukur nilainya

    Thanks ya pak Guru😉

    @harri
    *nyalamin harri, minta maaf juga*:mrgreen:

    @’K,
    Eh, iya, iya.
    Mohon maaf lahir dan batin juga euy😉
    *bingung, tumben Jenderal hari ini baik*🙄

    @Ina
    Ya, iya lah😕
    *ngurus pencabutan izin penjual parfum-nya Ina*😆

    @rozenesia
    Yah…aku minta maaf kalau ini ngingetin kamu ama Papa kamu yaks😦
    Aku juga udah kehilangan mereka dari dulu😥
    Jadi, aku hanya ingin sekedar meng-ingat-kan saja teman-teman yang lain yang masih bisa bersama dengan orang tua-nya agar tetap, atau minimal mulai belajar menghargai orang tua-nya…

    @auriNgoNpaiSte
    Gambar ke-dua itu maksud-nya: Hilang-nya kalau gak bisa dikatakan Punah-nya hubungan yang harmonis yang bisa saling meng-hargai dan meng-hormati antara anak dan orang-tua
    Gitchu lho😉

  15. Saya juga merasa sedih kalo liat orang yang tidak menghargai waktu yang mereka miliki saat menjadi anak dan ayah.
    Kebersamaan antara orang tua dan anak adalah kebersamaan yang sangat berharga dan akan terus di kenang ketika tidak lagi memilikinya.
    Membuatnya menjadi kenangan pahit adalah perbuatan yang paling bodoh.

  16. […] dan ber-usaha mem-buat mereka senang dan bahagia. Tidak seperti manusia di zaman sekarang yang udah ke-hilang-an rasa dan ke-ingin-an untuk meng-hormati orang-tua-nya, hanya tahu kalau orang tua itu ada, hanya untuk memenuhi segala sesuatu yang mereka ingin-kan. […]

  17. […] Aku Juga Nggak Bodoh Ditulis pada Januari 29, 2008 oleh extremusmilitis Ada yang pernah nonton film “I Not Stupid Too“? yang kalau dalam bahasa Indonesia secara serabut-an di-artikan sebagai Aku Juga Nggak Bodoh. Film keren (menurut-ku) produksi negara Singapura ini benar-benar me-wakil-i apa yang saat ini ter-jadi dalam dunia keluarga dan dunia pen-didik-an yang sering aku lihat dan aku dengar. Bahkan bisa saja men-jadi salah satu alasan-ku untuk mematah-kan pendapat-ku sendiri pada postingan-ku sebelum-nya tentang hilang-nya rasa hormat ter-hadap orang tua […]

  18. waaahhh,,,
    aku setuju!!!!

    aku juga merasakan apa yang kamu rasa,,
    sekarang aku juga rindu nih ma kasih sayang ortu,,
    (jadi curhat pulak yah,,)heE,,

    iya yah,,napa ada anak yang gak bisa menghargai orang tua,?
    mereka gak pikir kali yah gimana kelanjutan hidup tanpa ortu,,!!
    hufh,,,
    aku jadi kesel sendiri tengok anak yang kurang ajar bgt ma ortu,,
    moga ajah ya mereka sadar sebelum terlambat,,
    amin,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: