Pipi Kiri Di-Tampar, Berikan-Lah Pipi Kanan

slapped.gifWaktu aku pertama kali mendengar kalimat pada judul di-atas, jujur bikin kening-ku berkerut sedalam-dalam-nya. Ini apa artinya🙄 . Kok udah pipi kiri ditampar, yang jelas saja pasti sakit dan bikin pipi merah meronabengkak, masa harus nawarin pipi kanan lagi? Edan apa?

Satu kalimat aneh, tapi ternyata mengandung makna yang sangat dalam, yang aku baru sadari setelah cukup bisa memahami ke-aku-an-ku di dunia ini, dan ini aku baca dari ALKITAB, yang menjadikan kalimat itu sebagai sebuah perumpamaan. Aku tahu dan aku yakin ini akan menjadi per-debat-an yang sulit untuk kita pahami, tapi aku meminta dan berharap kita semua untuk bisa me-renung-kan makna-nya.

Kalau di-tilik secara kemanusiaan kita, jelas-jelas penggunaan kalimat “Pipi Kiri Di-Tampar, Berikan-Lah Pipi Kanan” sudah pasti akan membuat orang merasa jengah dan heran, dan bukan tidak mungkin akan menyangka kita gila™. Apakah ini suatu kebodohan?, Tidak ternyata, ini bukan suatu kebodohan. Malah aku menganggap kalau aku yang bodoh yang telah salah meng-arti-kan-nya, sebelum aku paham apa arti yang sebenar-nya (tipikal manusia).

Dan, setelah aku mengerti dan pahami arti yang sebenar-nya, ternyata kalimat tersebut adalah suatu tindakan yang didasari KASIH™. Ya, kasih terhadap sesama, kasih dimana kita bisa mengalah dan tidak membalas perbuatan jahat dari sesama kita, di-saat kita belajar untuk bisa meng-ampuni ketika kita jadi korban dari kejahatan orang lain. Bisa dikatakan berbanding terbalik dengan pepatahAir Susu Dibalas Dengan Air Tuba“. Lho kok makin ngawur???.

Pada saat kita di-musuhi, dan pada saat kita di-sakiti, tentu saja kita secara refleks sebagai manusia yang punya akal dan pikiran, akan berontak, dan melawan, dan bukan tidak mungkin kita akan berusaha mem-balas-kan dendam itu sampai kita puas dan merasa menang. Dan sudah pasti kita sudah tebak hasil akhir-nya bagaimana, dendam yang tidak berkesudahan, kesakitan, kebencian, dan lain sebagai-nya. Apakah kita pernah mencoba, sekali saja, untuk mengalah dan melihat perbedaan ketika kita tidak menyimpan dendam itu bahkan ketika kita sama sekali tidak mem-balas-nya?😉

Aku ada dua pengalaman yang berbeda yang aku alami beberapa tahun yang lalu:

#Ketika Aku Melawan Dengan Segenap Kekuatan-ku

Seorang anak SMU memukul keponakan-ku yang masih SD yang datang dengan menangis dan mengadu kepada-ku. Dengan sigap, tanpa pertanyaan apa-pun, aku langsung mendatangi rumah orang-nya dan hanya bicara sepatah kata, untuk kemudian memukuli-nya sampai babak belur, nama-nya juga sebagai paman yang baik aku ya bela keponakan-ku. Yang ujung-ujung-nya membawa aku berurusan dengan Polisi, meskipun pada akhir-nya bisa diselesaikan dengan cepat, dan harus membayar biaya perobatan anak tersebut selama 3 minggu😦 . Akhir-nya aku juga yang rugi, ya rugi waktu, rugi materil, belum lagi rasa malu, meskipun di satu sisi, hati-ku merasa puasa telah me-lampias-kan dendam-ku.

#Ketika Aku Tidak Melawan Bahkan Tersenyum

Seorang gadis, temen-ku satu kantor, yang menuduh aku melakukan Sexual Harrasment (Pelecehan Seksual) terhadap-nya. Aku melayani tuduhan-nya dengan tenang karena ini adalah masalah yang rumit dan fatal untuk moral dan karir-ku ke depan, sambil berusaha meminta penjelasan atas tuduhan-nya itu, dengan tersenyum. Aku tidak marah, meskipun darah ini mendidih dan jelas saja harga diri-ku terinjak-injak karena aku merasa tidak melakukan-nya😡 , dan aku berpikir jika aku salah mengambil tindakan ini akan semakin memperburuk keadaan-ku. Setelah di-proses dengan simultan oleh pihak HRD, ternyata terungkap kalau tuduhan itu bohong, dan itu dilakukan-nya karena dia merasa kecewa atas penolakan-ku, meskipun aku merasa tidak pernah menolak dia karena aku merasa kami hanya teman kerja. Dan akhir-nya sampai sekarang kami malah menjadi teman baik, setelah dia meminta maaf dan aku-pun me-maaf-kan-nya.

Dari dua pengalaman di atas, aku men-coba menarik kesimpulan, kalau ternyata tidak selama-nya penyelesaian masalah dengan amarah dan membalas perlakuan kejam kepada kita akan menyelesaikan masalah. Sebalik-nya pada saat kita mengalah, dan bisa berpikir dengan tenang ketika kita di-hina, di-aniaya, seperti-nya jalan keluar itu terbuka dengan lebar. Dan ini sudah aku bukti-kan sampai hari ini🙂

Meskipun yah aku tahu, itu akan sangat-sangat sulit untuk dilakukan, apalagi kita sebagai manusia yang punya hati dan punya pikiran. Belum lagi kita terjepit diantara dilema untuk memilih dihakimi atau menghakimi. Apalagi kalau di-serta-kan dengan ego kita yang lebih sering menang daripada akal sehat kita.

Nah, mana yang harus kita pilih dan kita lakukan itu terserah kita. Yang penting aku percaya kalau hidup ini dilandasi KASIH, hidup ini akan terasa lebih indah...Dan aku belajar dan mau untuk mengasihi-mu😉

[catatan: gambar di-ambil dari sini]


extremusmilitis TAGS: , ,
Technorati TAGS: , ,

45 Tanggapan

  1. ato bisa juga, kalo dah nerima duit di tangan kiri, terimalah duit juga di tangan kanan..
    *siyul siyul*

  2. waduh…!!! bagus buuangeet postingnya, emang sih kl kita sebagai MC mlkkn “HUKUM KASIH” pasti dunia ini aman dan tentram.

  3. Pipi Kiri Di-Cium,Berikan-Lah Pipi Kanan
    😆

  4. Kalo bagi saya malah kalimat tersebut sebagai brainstorming, menjungkalkan segala logika manusia yang ada pada diri saya. Sehingga bisa menjadi kosong, dan akhirnya diisi dengan kasih.😀

  5. @-tikabanget-
    *ngulurin kedua tangan ke tika*
    halah…ini lagi, yang dibahas itu KASIH bukan duit😆

    @dolfis
    thanks, ya aku setuju dengan itu walaupun ya kita sama-sama tahu, itu tidak semudah membalik-kan telapak tangan…

    @Mrs. Neo Forty-Nine
    *ngedaftar jadi orang pertama ke Chiw*:mrgreen:

    @danalingga
    Yupe bro, kita hanya manusia yang memiliki akal dan logika sebagai manusia juga dengan semua kerumitan-nya…Ayo bro, aku ikut, kita sama-sama mengisi diri kita dengan kasih😉

  6. Ya, “Pipi Kiri Di-Tampar, Berikan-Lah Pipi Kanan” ini merupakan idiom yang memiliki kandungan nilai kasih sayang dan cinta terhadap sesama. Kalau setiap manusia bisa merefleksikan sekaligus mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, bisa dipastikan kehidupan di tengah peradaban gila ini akan senantiasa mendapatkan sentuhan cinta dan kasih sayang pula, tak ada permusuhan, yang ada hanya kawan yang berbeda pendapat. Sayangnya, secara manusiawi sikap semacam itu belum semua orang bisa melakukannya.

  7. sini… sini…

    *PAW!! DZINGG!!*

  8. Apakah situ mendengar kalimat tersebut dari sebuah khutbah yang ada di tengah – tengah lapangan Bikasoga di daerah Bandung….?

  9. @Sawali Tuhusetya
    Ini-lah pak Guru yang bikin hati ini sesak…seandai-nya yah…seandai-nya🙄

    @caplang™
    halah…
    *ngiket kedua tangan caplang biar gak bisa nampar orang lagi*:mrgreen:

    @Mihael “D.B.” Ellinsworth
    Bukan bro, bukan, tapi apa ada beda-nya dimana aku mendengar-kan-nya?

  10. Wah, jangankan pipi kanan, kalau saya punya pipi tengah, saya kasih juga tuh! Hehehehe…😀
    Btw, thanks ya telah mampir di blogku! Dan mohon maaf lahir bathin juga!
    **yang kalimat terakhir agak OOT**

  11. Ya…, seandainya kesimpulan seperti itu bisa dilakukan semua orang, pasti kedamaian akan abadi.
    Salam kenal.

  12. Menurut saya sabar adalah tetap bertahan pada jalan yg diperintahkan-Nya, jadi lebih luas dari : pipi kiri di tampar berikanlah pipi kanan. Atau apakah ini sisi lain dari ragam kesabaran ya ?

  13. @Yari NK
    wah kalau ngorbanin-nya sampai segitu, lebih baik lagi dong mas:mrgreen:

    @Bachtiar
    Ya mas, seandai-nya saja ya…🙄

    Salam Militis!!! Mas😉

    @Herianto
    Itu juga merupakan arti mendalam dari sebuah kesabaran, karena emang Dia yang ngajarin kita untuk bisa saling men-gampuni dan me-maaf-kan

    Thx ya mas😉

  14. Kalo pipi kiri saya ditampar, maka kuberikan tangan kanan.. aliyas, balik nampar *PAW! DZIG!* gampang dan lebih manusiawi, kan?😛 😛

  15. Wah, kalo gito besok saya coba ya tampar pipi kanannya. Eh, ga jadi deh. Ga tega…Abizzzz kamu itu baiiiik bangat. Sok tahu ya.

    Ya, kasih sayang yang sudah hampir dilupakan orang. Dan, aku sosok yang merindukan kasih sayang itu. Andaikan semua orang bisa saling mengasihi seperti Tuhan mengasihi kita, maka dunia ini bagaikan surga. Mari kita tebarkan benih kasih sayang kita kepada sesama.

  16. I see… Maksudnya kalau yg kanan sudah dapat ampau-nya, yg kiripun harus dapet juga jatahnya ya ? 😉

  17. “Jika kamu membalas luka dengan kebaikan, lalu dengan apa kamu akan membalas kebaikan?
    Kamu seharusnya membayar luka dengan keadilan dan kebaikan dengan kebaikan”. Konfusius.

  18. Memang jika kita cukup puas dengan menjadi manusia biasa, konfusius memang masuk akal.

    Tapi jika ingin menjadi manusia luar biasa, maka lakukanlah yang luar biasa juga.

    Bukankah kebaikan di balas dengan kebaikan itu hal biasa,? Yang luar biasa itu luka di balas dengan kebaikan.

    Nah sekarang pilihan tinggal pada kita, mau biasa-biasa aja , atau mau luar biasa.😀

  19. pesan moral:
    jangan idolakan bruce lee
    jadinya apa2 pake fisik👿
    *kaburrrrr*

  20. pesan moral…pesan moral…🙂

  21. @qzink666
    Oh begitu ya?😉

    @Hanna
    *ngelus dada, kirain jadi ditampar*
    Padahal udah siap-siap klaim asuransi, kan lumayan:mrgreen:

    Yupe Han, mari kita ciptakan kasih sayang, tidak perlu tunggu orang lain, kita mulai dari kita sendiri😉

    Kamu seharusnya membayar luka dengan keadilan dan kebaikan dengan kebaikan”. Konfusius.

    Bagus ya Han, filosofi yang sangat indah, thanks berat untuk pemahaman-nya yang mendalam🙂

    @telmark
    Ya, ya, seperti-nya itu juga ide yang bagus
    *ngulurin ke-dua tangan ke telmark*:mrgreen:

    @danalingga
    Terima kasih juga untuk semakin menguat-kan pesan dari Konfusius-nya, membuat kita bisa semakin yakin dalam menentukan pilihan…
    Aku tidak berjanji, tapi aku mau belajar untuk bisa menjadi luar biasa Dan😉

    @’K,
    apakah ini sebagai dari Nyamfah Action Day?😈
    Bruce Lee juga kan punya pesan moral yang baik lho, ini contoh filosofi yang dianut ama sang Legenda:

    Mengetahui Tidak-lah Cukup, Kita Harus Meng-Amal-Kannya

    *gebukin Jenderal yang mo kabur pake Double Stick*😆

    @arul
    Iya…iya udah tahu ini emang pesan moral😉
    Ada pesanan yang lain Rul?😆

  22. Jika pipi kiri ditampar, terus kita balas tampar… Ujungnya? Berantem. Kalau berantem? Sakitnya banyak…

    Jika pipi kiri ditampar, lantas diberi pipi kanan… Yang nampar bakal bingung… “Ini orang masih waras apa ga ya…” terus dia pergi deh.😆

  23. @rozenesia
    Wakaka, contoh yang lucu, bagus, dan pas juga ini untuk pesan moral ini😆

  24. Waduh gila, ternyata bisa juga nahan emosi ya?
    Emang cowok kalau dituduh melakukan pelecehan itu bisa marah toh?
    Bukannya malah seneng ya?🙂

  25. Mantab.. mantab.
    Keren!
    Peace with Love
    Reggae cinta damai

  26. pipi kiri ditampar ,,,pipi kananmu q gampar,, hahahhahaha

  27. Bukan bro, bukan, tapi apa ada beda-nya dimana aku mendengar-kan-nya?

    Saja sering merasa deja voe…

  28. “dan harus membayar biaya perobatan anak tersebut selama 3 minggu”
    khas seorang indian sejati…
    ________
    ah ya…kalo saia lebih condong untuk bersikaf froaktif kawand, dan emang bener-bener bermanfaad:mrgreen:

  29. Bagaimana kalo pipi kiri kita di gampar tiba2 dan tanpa sebab? Haruskah tetap menyodorkan pipi kanan? Oho, kalo saya milih balik gampar ato lapor pulisi.. 😛 Meski saya gak jadi manusia luar biasa, setidaknya kemanusiaan saya tetap terjaga.. *memuaskan ego*

  30. @evelyn pratiwi yusuf
    ya iya lah eve😉
    kalau kita emang nge-laku-innya ya mungkin seneng, tapi kalau gak, dan malah kita sangat anti pelecehan, ya terang aja kita ngedumel bukan?🙂

    @gimbal
    dan bukan cuma reggae bro, kita semua harus-nya (kalau gak mau dibilang sebaik-nya), harus cinta damai🙂

    @han
    terimakasih untuk tamparan-nya😉

    @Mihael “D.B.” Ellinsworth
    oh i c. *nawarin psikiater ke mihael*:mrgreen:

    @hoek
    ndak masalah hoek, tiap orang punya style yang berbeda dalam ngadepin masalah kan?, yang penting semua konsekuensi harus bisa kita per-tanggung jawab-kan juga.🙂

    @qzink666
    tidak salah-kan kalau kita bertanya dulu, sebelum mem-balas-nya?, dan setelah bro balas meng-gampar atau lapor ke polisi, seterus-nya apa? masalah yang akan terus berlanjut kan?
    btw, pengertian dari kalimat di-atas itu tidak se-harafiah yang bro pikir-kan, ini adalah sebuah per-umpama-an, yang meng-ajar-kan kita untuk ber-tindak lebih sabar, selain daripada sekedar memuas-kan ego saja😉

  31. Kecuali kalo emang udah emosi di ubun-ubun dan harkat-martabat-derajat udah terhina, hajar saja!👿

    *ngeluyur sebelum disambit*

  32. weekkss alex udah balek? asyiiikkk…
    *nyambit alex pake DVD hentai*😆

  33. dari perspektif lain ini justru bukan bentuk suatu kelemahan tapi merupakan kekuatan😀

  34. Seperti menyangkal diri ya mas …🙂

    *eh, ini blogers ndak pada libur yah*

  35. […] kurukshetra, perang, Renungan, universal Tulisan kali ini masih berkaitan dengan komenku di sini  dalam menanggapi komen mbak hanna. Di mana mbak Hanna mengutip sebuah ujar ujar dari Konfusius: […]

  36. siapa yg mencemarkan nama Bruce Lee … ha..? ha…? ha…?

    *Kejar Jendral Bayut pake dobel stick* :mrgreen:

  37. Mus, ditampar pipi kiri aja sakitnya udah ngujubileh, mau ngasi yg kanan lagi mikir2 deh sakitnya. :mrgreen:

    @evelyn pratiwi yusuf
    marah itu tandanya ga melakukan, kalo malah seneng itu tandanya memang biangnya 😀

  38. Itu seperti peribahasa kalau mau baik jangan setengah – setengah.😀

  39. biar gak digampar mending tutupin aja pipi kita, toh kalo ada orang yang niat mau ngegampar akhirnya ill-feel sendiri kan?!😆

    salam kenal lagi:mrgreen:

  40. @CY
    kejar terus bro, kejar *ngomporin mode: on*😆
    iya sih emang *gak nyadar megang pipi sendiri*
    halah itu kan harafiah-nya atuh, lihat arti di-balik-nya dong *mode sok ngajarin: on*:mrgreen:

    @BeWiRed
    hmmm peribahasa-nya bagus juga itu
    *save as*😉

    @yonna
    bisa…bisa…itu juga ide yang bagus😉

  41. Itu menujukkan budi yang luhur

  42. suka… 4 jempol

  43. Ajaran Kasih ?Jika Injil beralasan masalah ayat dalam Injil dikatakan Keunggulan mengenai ayat tentang [Matius- 5:39]Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.
    Ini bukan bukti keunggulan, tapi kelemahan! Bayangkan, jika tiap pelaku kejahatan di maafkan, maka kejahatan akan merajalela di Dunia, dan ketertiban Dunia seketika akan rusak. Tapi Al-Qur’an membolehkan keduanya, memaafkan dan melakukan pembalasan, dengan syarat dilakukan ditempat yang semestinya. Selain itu ajaran Kristen dalam diri manusia? juga menggadaikan manusia layaknya Tuhan. Mengapa Tuhan menciptakan amarah dalam diri manusia? Apakah sifat amarah tersebut di ciptakan tanpa tujuan? Sebaliknya, Al-Qur’an mengajarkan masing-masing sifat secara Profersional. Misalnya, marah, memaafkan, dan sebagainya. Islam tidak memperkenankan sifat-sifat tersebut mati, jika Kristen mengatakan Tuhannya tidak pernah berperang melawan siapapun, tetapi memaaafkan musuh-musuhnya, dan dengan sabar menanggung penindasan mereka. Sementara itu mereka mengatakan nabi Muhammad membalas semua musuh-musuhnya, dan tak pernah memaafkan, mengatakan bukti dalam Injil yang mana Tuhannya meminpin penyelamatan.
    Jika Kesabaran , sikap pemaaf, keteguhan hati, keberanian dan sebagainya adalah sifat baik yang telah di kenal orang, walau cuma sedikit yang tahu arti pentingnya sifat-sifat tersebut. Setiap kualitas moral baik atau buruk, tergantung penggunaanya dan dimana ia digunakan, kalau tidak olah kesabaran, maka sifat pemaaf tidak ada gunanya, sikap pemaaf punya nilai yang tinggi jika orang tersebut punya kemampuan untuk membalasnya, tetapi tidak digunakannya sebaliknya, untuk orang yang lemah, yang tidak punya kemampuan membalasnya, maka sifat pemaaf baginya bukan suatu Keunggulan, melainkan dia tak mampu membalskan sehingga ia terpaksa memaafkan.

  44. matius:5:39, cuma sbgai hiasan,mustahil bagi umat nasrani mengamalkan ayat tsb.klo memang bisa,, dijamin Tdk ada sejarah. PERANG SALIB, klo ayatnya benar,berarti yesus salah karena telah memberikan ayat yg mustahil bisa diamalkan.GBU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: