Datang Dengan Menangis, Pulang Bersorak-Sorai

barbershop.gifSambil duduk dengan tenang menghadapi tukang cukur yang bertangan dingin😈 tapi ternyata berhati ramah dan humoris, aku mencoba meng-hilang-kan suntuk-ku yang terduduk kaku seperti pesakitan dengan ber-basa-basi ber-tanya rahasia sukses sang tukang cukur yang ku-maksud. Ya, menurut aku dia tergolong sukses, karena dengan peralatan seada-nya kalau dibanding-kan dengan pengusaha barber shop lain-nya yang lebih besar atau salon yang ber-AC, dan memakai jasa perempuan sebagai penarik, usaha-nya itu ber-omset bersih rata-rata 1 juta per hari :surprise: dan mampu memperkerja-kan 11 orang laki-laki lain-nya. Bukti-nya aja, waktu aku lagi jadi pasien-nya, yang ngantri aja ada 6 orang, belon lagi yang terpaksa pulang karena tidak mau menunggu, terlalu lama.

Dia cuma menjawab dengan senyum dan dengan ringan dia ber-bisik kecil ke telinga-ku “Yang Datang Dengan Menangis, Akan Pulang Dengan Sorak Sorai“.

Aku ya jelas aja bingung, di-tanya serius kok malah ber-filsafat dengan kalimat yang asing bagi-ku, dan sambil tetap melanjut-kan pekerjaan-nya dia mulai mengurai-kan maksud dari kata-kata-nya itu, sambil tetap ya tetap dengan tangan dingin dan cekatan menyentuh-kan pisau cukur yang tajam-nya bisa motong kepala ayam dalam sekejap, ke rambut dan muka-ku.

Begini cerita-nya:

Awal-nya dia terlahir dari keluarga, sangat-sangat miskin dan hampir tidak pernah mengenal Nasi saking miskin-nya (edan, padahal banyak orang-orang lain yang buang nasi se-enak udel-nya dan ini mungkin termasuk aku juga) . Mereka sekeluarga sering hanya meng-konsumsi ubi, atau bahkan sering tidak makan sama sekali. Karena keadaan itu, dia berniat pergi cari pekerjaan di umur-nya yang masih 10 tahun, dan akhir-nya bisa bekerja di sebuah rumah makan Padang, di-mana dia jadi pekerja rodi masa kini, makan 1x sehari, kerja dari jam 4 pagi ampe jam 1 malam, sial-nya dia hanya bisa menangis saja tanpa bisa me-lawan sama sekali. Tiga bulan di-situ, dia tidak tahan lagi dan akhir-nya dia melari-kan diri, dan bisa kerja di sebuah galangan kapal yang ada-nya di tengah laut, dia kerja di-situ selama hampir 5 tahun sebelum akhir-nya di-selamat-kan oleh tim pembela hak anak, yang sangat peduli dengan anak-anak di-bawah umur yang dipekerja-kan oleh pengusaha-pengusaha tidak bertanggung-jawab.

Oleh tim itu, dia di-bawa ke Panti Asuhan sementara, sebelum akhir-nya dia di antar ke-keluarga-nya yang baru (setelah dia men-cerita-kan ke mereka kalau dia berasal dari keluarga yang sangat tidak mampu), yang mengaku bersedia mengurus-nya dengan baik. Ternyata, gak ada beda-nya justru dia merasa lebih nyaman di tengah lautan sana dimana tidak ada orang yang meng-hina dia, me-maki dia atas nama kasih sayang, dan bukan masalah kerjaan yang bikin dia gak betah, karena kerja yang keras sebagai orang galangan-pun sudah menempa dia. Tidak sampai setahun, dia akhir-nya kabur lagi untuk mencari kehidupan lain yang lebih baik.

Semua yang di-alami-nya itu sebenar-nya membuat dia ingin bunuh diri saja, tapi dia merasa-kan kalau ada satu kekuatan besar yang meng-halangi niat-nya itu🙄 , dia tidak tahu itu apa. Belum lagi kalau kerinduan terhadap keluarga-nya di kampung sering mem-buat dia merasa semakin lemah secara mental. Bahkan semasa di-galangan kapal itu, dia sering di-hina oleh teman-teman-nya sebagai orang yang cengeng karena dia sering kedapatan menangis sendiri. Tidak dia tidak cengeng, dia hanya merasa kalau dia juga manusia yang butuh kasih sayang.

Dan, dia ketemu dengan seorang pengusaha barber shop yang sudah cukup punya nama untuk bekerja sebagai pembantu di-situ, dan dengan modal kejujuran dia akhir-nya di-ajari menjadi tukang cukur yang baik. Tepat, 5 tahun sudah dia bekerja di-situ menempa keahlian men-cukur-nya dan belajar ber-komunikasi dengan pelanggan-nya, dia akhir-nya me-mutus-kan untuk pulang ke-kampung halaman untuk mem-buka sendiri usaha tersebut, yang di-izin-kan dengan sangat berat hati oleh majikan-nya.

Dengan ber-bekal keahlian yang di-miliki, dan kekuatan mental serta fisik yang telah ditempa selama kurang lebih 12 tahun, dia akhir-nya bisa menjadi seperti ini. Dan tips-nya yang bisa aku dapat-kan dari dia antara lain:

  1. Meskipun dia pimpinan, dia selalu meng-ajar-kan ke anggota-nya kalau mereka itu termasuk dia pada dasar-nya sama, yang membedakan hanya kesempatan untuk saat ini, ke depan belum tentu, tergantung usaha masing-masing orang.
  2. Komunikasi yang baik dengan pelanggan, mengenal sifat dari tiap pelanggan, dan bisa dengan sabar menghadapi tingkah pelanggan yang ber-beda-beda
  3. Mem-bagi-kan pengetahuan apa yang dimiliki-nya kepada tiap anggota-nya tanpa kecuali, karena jika mereka berhasil, tentu saja dia juga ikut berhasil
  4. Jangan pernah meminta tetapi selalu-lah memberi dengan kemampuan yang kita miliki.

Tapi aku masih tetap penasaran dengan rahasia-nya yang satu lagi dan belum di-ceritakan-nya, dan akhir-nya dia menjawab, kalau dengan ber-syukur kepada Tuhan setiap hari untuk semua kesakitan, kesedihan, penderitaan, dan kesenangan yang di-alami-nya, dia menjadi lebih kuat setiap hari-nya, dan ternyata kata-kata yang di-ambil-nya dari kitab suci-nya itu, adalah prinsip utama-nya dalam bertahan hidup, karena orang yang datang dengan menangis oleh semua ke-hina-an yang dimiliki-nya tetapi tetap berusaha dan mengucap syukur kepada Tuhan, niscaya akan diberikan jalan, dan pada akhir-nya akan diberikan kemenangan yang penuh dengan sorak-sorai.

Aku hanya bisa ter-diam membenar-kan.

[catatan: gambar di-ambil dari sini]

36 Tanggapan

  1. vertamax dulu…komen ntar. mau pulang dulu…

    *masih di kantor*

  2. ndak boleh, harus komen, kalau ndak pintu kantor di-tutup dari luar😈
    *di-tendang chika dari blog sendiri*

  3. Sama dengan cK…
    Karena ada kata2 filsafat kali, jadi harus lebih serious gitu lho bacanya…

    #Tutup laptop, hibernate bekerja, mo pulang dulu…#:mrgreen:

  4. mampir numpang baca

  5. Wah, ada nabi yang berprofesi sebagai tukang cukur tuh.:mrgreen:

    *kaboor sebelon di demo*

  6. Jadi ingat kalimat bijak begitu datang dari mulut pengurus mushala di samping rumah teman. Katanya, “manusia itu lahir disambut ketawa, wajarnya meninggal dilepas dengan tangis. Jangan nanti meninggal orang justru ketawa…”

    Sampai sekarang masih terekam jelas ucapan begitu…🙄

  7. Hii…hi…Hi…
    Ekstrimis cukur rambut….
    Bonus kata-kata bijak.

  8. @Herianto
    ini cK bawa virus apa ini🙄 , nyang bikin mas Heri juga ikutan kabur…
    *abis ditendang, ditimpuk lagi ama cK*

    @sachroel
    oh bohle…bohle., lama juga ndak pa pa:mrgreen:

    @danalingga
    he-e, iya juga ya kali aja dia nabi lagi nyamar🙄
    *tetep nge-demo nabi Dana*😆

    @alex

    “manusia itu lahir disambut ketawa, wajarnya meninggal dilepas dengan tangis. Jangan nanti meninggal orang justru ketawa…”

    dan seandai-nya-pun mereka menangis, apakah itu tangisan yang tulus,
    apakah ini gambaran ujung ke-senangan kita di-atas pen-derita-an orang lain?
    sigh…dalem banget lex🙄
    *ikutan nge-renung*

    @mbelgedez
    *nyirem Mbel pake sisa-sisa cukuran*😆

  9. umurnya tukang cukurnya berapa ya?

  10. @mardun
    masih 25 tahun bro, dan itu-lah yang bikin aku salut, dalam umur semuda itu dia sudah ngerasai tempa-an hidup yang aku sendiri belum tentu mampu ngadepin-nya…

  11. wow, 25 tahun? *ngiler.com*

  12. aku 24 thn belum berbuat apa2 neh😦❓

  13. @ale
    yupe, aku juga ikutan ngerasa gak ada apa-apa-nya dibanding dia, padahal umur hampir setengah bau tanah😦

    tapi life must go on Le, kita harus tunjukkin ke orang-orang kalau kita juga mampu dengan apa yang kita miliki, akur?😉

  14. jarang bgt manusia indon yg bs berpikir seperti itu
    banyakan malah kalo punya ilmu disimpen sendiri😦

  15. 😆

    *pernah jadi tukang cukur gratisan jaman kuliah*

    kalo saya prinsipnya sedikit berbeda
    yg datang dengan tertawa akan pulang dengan menangis
    karena rambutnya hancur total…

  16. Tukang cukur dimana?
    Dibawah pohon?
    Atau dipersimpangan jalan?🙂

  17. @’K
    yah, itu-lah fakta-nya untuk saat ini, mudah-mudah-an ke depan akan berubah🙄

    @caplang | @evelyn pratiwi yusuf
    ………………. argghh
    silah-kan pilih mo model yang mana😆
    *mutusin buat nyukurin rambut caplang dan eve ala Indian juga *😈

  18. beneran 1jt perhari?
    *mikir*

  19. ooo…begitu yach!! *ngangguk2…
    emangnya ada apaan sech kok pake nangis2 sgla?

  20. jangan-jangan habis ini mus mus mo pindah profesi?😀

    *siul siul udah baca postingannya*

  21. Wow, habis cukur rambut jadi keren dong, he he.

    Yap, setiap cobaan akan membuat kita semakin kuat. Tuhan tidak pernah salah memilih. Cobaan yang datang mengujungi karena kita ialah orang-orang pilihan-Nya. Berusaha, berjuang, berdoa dan saya percaya di setiap cobaan pasti ada hikmahnya.

  22. ah pasti mas mus potong rambut mo nyamain saya
    setelah liat poto-poto kopdar…

  23. merenung….

  24. Kisah hidup yang inspiratif…
    Bisa dimasukin buku Chicken Soup for the Soul…

  25. Ayo! Semangat! Semangat!
    Andapun bisa!!!!
    Kitapun bisaaaaa!!!!😀

  26. kaya pegas, semakin besar tekanan, semakin besar juga lentingannya..
    inspiratif posting bro!

  27. @Syafriadi
    kata-nya sih begitu rata-rata-nya…🙄
    kalau itung-itungan sih, kalau rata-rata tiap karyawan plus dia-nya bisa garap kurang lebih 20 orang tiap hari, dikali 12 berarti 240, dikali Rp.10.000 per kepala, berarti kan udah Rp. 2.400.000, potong sana-sini, laba-nya mungkin juga kan Rp.1.000.000, per hari🙂
    *kok perasaan jadi kaya mathematicse yaks🙄 *

    @Ina
    walah ini kok malah gak nyambung seh?
    *ngirim Ina kembali ke habitat-nya*😆

    @cK
    akhir-nya cK ngomen juga:mrgreen:
    alih profesi, seperti-nya ya, ini lagi dafter ke kursus-nya Rudy Hadisuwarno 8)

    @Hanna
    Akur Han, yang Di-Atas udah ngatur segala sesuatunya, baik atau buruk. Tinggal kita aja yang harus mampu ngadepin-nya🙂

    @caplang™
    ampun deh plang… *caplang narsis mode: on*
    *iya deh ngiri*:mrgreen:

    @telmark
    *nemeni telmark merenung*

    @jensen99
    Ide yang bagus itu bro. Ntar aku coba tanya deh ke orang-nya kalau dia mau di publish ke situ
    *catetan: kalau pihak publisher mo nerima*😉

    @Yari NK
    *ikutan semangat kaya mas Yari*🙂

  28. Orang kecil yang hidupnya sederhana namun bisa mensyukurinya, seperti si tukang cukur itu, lebih kaya dari orang kaya yang mungkin kita kenal.

    Kaya? Kaya batin kalo menurutku… 🙄

  29. @hoek

    kaya pegas, semakin besar tekanan, semakin besar juga lentingannya..

    Ya…ya…sebuah Analogi yang tepat sekali Bro🙂

    @alex

    Orang kecil yang hidupnya sederhana namun bisa mensyukurinya, seperti si tukang cukur itu, lebih kaya dari orang kaya yang mungkin kita kenal.
    Kaya? Kaya batin kalo menurutku…🙄

    Akur Lex!!!, akhir-nya ada juga yang bisa…me-nafsir-kan easter egg yang aku tawar-kan, thx bro😉

  30. Potingan yang bagus, humanis, sekaligus mengharukan. Negeri ini agaknya memang membutuhkan banyak dermawan dan orang tua asuh yang bisa –tidak hanya sekadar menyantuni– merawat, membimbing, dan memberikan bekal ilmu agar anak-anak yang diasuhnya kelak bisa mandiri. Selain itu, anak-anak “asuhan” juga jangan terjebak dalam keputusasaan dan terus belajar dari kehidupan yang sesungguhnya. Moga2 sosok “sang tukang cukur” itu bisa menjadi sumber inspirasi dan pelajaran berharga, baik orang2 kaya maupun mereka yang bernasib kurang beruntung. OK, salam hangat.

  31. Meminta kepada Tuhan atau mengucap syukur kepada Tuhan?

    Entah kenapa saya lebih cenderung ke pilihan kedua.😛

  32. tapi memang terkadang profesi yang penampilannya remeh (tukang cukur, tukang parkir, dan tukang-tukang lainnya kecuali tukang korupsi) itu penghasilannya justru diluar dugaan kita😀

    makanya jangan menganggap remeh mereka.
    mereka tidak seremeh penampilannya😀

  33. *mematut diri di kaca toilet*
    udah saatnya ganti potongan rambut nih..
    *meluncur ke tukang cukur langganan extremusmilitis*

  34. Wuah, bagus ceritanya saya paling suka yang ini :

    “Jangan pernah meminta tetapi selalu-lah memberi dengan kemampuan yang kita miliki”

    Seperti matahari kah??

  35. Telat banget abang membaca postingan mu kawan. Soalnya pas tanggal 18-19 Oktober itu sedang sibuk2nya pindah dari Madiun ke Balikpapan. Untung kamu bikin link komentar mu kesini. Soalnya barusan abang posting soal pemimpin .. eh, ini ada contoh yang pas seperti tulisan mu ini :

    Meskipun dia pimpinan, dia selalu meng-ajar-kan ke anggota-nya kalau mereka itu termasuk dia pada dasar-nya sama, yang membedakan hanya kesempatan untuk saat ini, ke depan belum tentu, tergantung usaha masing-masing orang.

  36. Maaf telat ngebalesin komen di-sini, ndak tahu POP3 mail-ku baru replicate komen-komen ini😦

    @Sawali Tuhusetya
    Thanks Pak Guru buat semangat-nya dan juga doa-nya🙂

    @rozenesia
    sering kita lebih sering meminta tapi lupa untuk mengucap syukur ya bro🙄
    dan mudah-mudah-an ini tidak hanya jadi pilihan kita, tapi juga pegangan kita😉

    @mardun
    yupe mas, jangan pernah meremeh-kan mereka, di-atas langit masih ada langit, meskipun yah, kita emang sering naif menilai orang dari luar-nya saja🙂

    @qzink666
    Wakaka, ntar aku titip pesen deh, biar di-kasih diskon😆

    @goop
    Contoh yang bagus tuh Goop, seperti Matahari😉

    @erander
    Gpp bang😉 . Yang penting kan kita masih bisa saling ber-bagi informasi. Thanks buat appraise-nya😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: