Sayap Ade versus Senja

fight [Saran: Tolong di-baca baik-baik, khusus untuk postingan ini aku nginstall antivirus “Speed Reading”😆 ]

Setelah cukup lama meng-observasi dengan cara-ku sendiri, ber-diskusi dengan beberapa teman blogger, mem-beri-kan komen di beberapa tempat yang ter-koneksi secara langsung maupun tidak langsung, saat ini, aku mencoba untuk meng-urai nalar-ku untuk memahami kompleksitas “perang dingin” yang sedang terjadi di-antara Ade dengan Senja (dan Nico), yang menurut-ku sudah semakin rumit, meskipun situasi saat ini sudah menunjukkan kalau kedua pihak sudah saling memberikan bantahan dan penjelasan sesuai dengan versi masing-masing.

Dan aku ingin menegaskan di-sini, kalau aku tidak akan mem-bela siapa-siapa, juga tidak akan menyalah-kan siapa-siapa. Aku menulis-kan apa yang aku pikir-kan, apa yang akan aku utara-kan tidak lebih dan tidak kurang merupakan pendapat-ku sebagai blogger, terlepas dari semua unsur-unsur yang ber-bau pribadi. Karena secara dekat aku tidak mengenal Ade, Senja dan juga Nico. Aku tahu mereka di dunia maya. That’s all folks.

Dan berdasarkan wahyu dari sang nabi, bahwa di tengah-tengah netralitas-ku pada postingan ini, masih tercium aroma cenderung “berpihak” pada Ade … (berpihak pakai tanda kutip ya). Aku hanya belum bisa menemukan “delik aduan” yang tepat sehubungan dengan posisi gugatan terhadap Ade dalam hal ini, setidak-nya untuk saat ini. Apa-kah ada yang bisa memberikan informasi?

Dan ini bukan untuk mem-perkeruh, tidak sama sekali tidak. Aku hanya ingin damai, semua damai, blogger berdamai.

  1. Aku ingin mem-perjelas kalau aku mengetahui tentang konfrontasi ini setelah sebelum-nya telah ada komunikasi-ku dengan Ade via email sehubungan dengan permintaan-ku untuk meng-klarifikasi maksud postingan-nya yang berjudul Maafin Ade. Yah, dia sudah meng-informasi-kan ke aku alamat blog Senja, meskipun sampai saat ini aku tidak menerima informasi dari Ade tentang masalah ini, dan ini juga yang membawa aku kepada titik netral.
  2. Setelah meng-cross check langsung ke blog-nya Senja, aku menarik garis lurus kalau memang ada hubungan antara deklarasi-nya Senja dan Nico dengan postingan Maafin Ade, dan itu kita semua sudah tahu. Pasti.
  3. Aku juga sudah mencoba menelusuri postingan Ade yang ber-nada bantahan secara tidak langsung terhadap anggapan fiktif dari Senja dan Nico, tapi itu-pun tidak men-jawab apa-apa dan Ade juga tidak mem-berikan clue buat kita tentang ke-curiga-an tersebut.
  4. Saat postingan ini aku buat aku baru saja kelar mengunjungin blog-nya Senja untuk membaca postingan tentang jawaban mereka dan ada satu hal yang ingin aku klarifikasi yaitu tentang keberadaan banner kanker di blog-nya Ade. Secara jujur aku katakan kalau dulu, pernah Ade mempercaya-kan aku untuk memperbaiki sedikit tampilan dari blog-nya setelah aku meng-informasi-kan kepada-nya kalau link ke blog-nya itu salah [bisa di-lihat di-sini], meskipun aku belum pernah mengenal-nya sebelum-nya. Dan untuk lebih menambah benang merah, aku membuat dua banner (file Photoshop-nya masih ada:mrgreen: ) yang berhubungan dengan kanker tanpa diminta oleh Ade, ini atas inisiatif sendiri, meskipun untuk memajang-nya aku tetap minta izin. Ini sekaligus menjawab jawaban dari Senja pada postingan jawaban-nya pada bagian ini:

    Beberapa penguat versi ade

    1. ade memasang banner Yayasan Kanker Indonesia dan the leukimia and lymphoma society dalam blognya. Dia juga menyebut-nyebut nama RS Dharmais, dan nama salah satu tokoh politik Indonesia IBRAHIM HASAN MEUTARUM dalam sebuah komen bernomor 24 postingan “Tabir Fajar”. Tapi maap, kami menganggap ini memang sengaja dilakukan untuk menepis beberapa anggapan orang bahwa ade adalah fiktif.

  5. Berdasar-kan blockquote di-atas, aku sudah memberi-kan komen pada postingan jawaban dari Senja dan Nico [bisa di-lihat di-sini], sebagai bentuk permintaan maaf-ku karena ter-gelitik-nya otak kecil kritis-ku dan juga karena ada beberapa hal yang aku rasa agak janggal. Tolong ini jangan dianggap sebagai bentuk peng-adu domba-an baru. Pada bagian ini aku tidak melihat sama sekali bentuk klarifikasi Senja dan Nico dari pihak RS. Dharmais dan juga dari tokoh politik di-maksud, tetapi kenapa mereka langsung menyimpul-kan begitu saja.
  6. Jadi kesimpulan yang bisa aku tarik, kalau fakta yang di-urai-kan oleh Senja dan Nico tidak cukup kuat untuk menjadi bukti, dan tidak bisa di-jadi-kan dasar untuk menuduh. Dan ini berlaku untuk blog mana-pun juga, tidak hanya blog-nya Ade saja. Selain itu, kedua belah pihak, baik Ade maupun Senja dan Nico tidak bisa menunjukkan bukti-bukti otentik sehubungan dengan konfrontasi di-antara mereka. Jadi ya sudah, hentikan saja semua ini. Untuk apa? Untuk kepuasan?😡

Hal-hal yang membuat aku secara pribadi tidak nyaman dengan adanya konfrontasi ini adalah:

  1. Aku tidak pernah berpikir sedikit-pun untuk mempercayai ataupun tidak mempercayai kebenaran dari keberadaan blog maupun pemilik blog tersebut karena aku menghargai privasi dari pemilik blog, terlepas dari aku tidak kenal ataupun aku kenal. Dengan konsekuensi, aku juga tidak ingin ada orang yang memiliki niat untuk menyelidiki, menggeledah, dan menghakimi blog-ku.
  2. Kalau memang kita ingin ber-kenal-an di-luar dunia maya atau mungkin sekalian KOPDAR dengan blogger lain yang ingin kita temui, kita sebaik-nya melakukan-nya dengan etika dunia maya yang baik, bukan dengan mempertanyakan kebenaran keberadaan blog-nya. Karena itu jelas saja akan membuat si pemilik blog menutup diri secara otomatis. Istilah-nya, “belum apa-apa udah nembak langsung”😈
  3. Kalau ingin membuktikan sesuatu tentang aku misal-nya, silahkan buktikan, silahkan investigasi, tapi ingat harus di luar blogosphere, dan jangan mempergunakan posting, komen, dan sejenis-nya sebagai alat untuk itu.

Dan akhir-nya, mudah-mudah-an ke-depan kejadian yang seperti ini tidak terjadi lagi, ini harapan-ku buat Ade, Senja, Nico, dan juga teman-teman blogger lainnya. Sudah cukup kejadian catut men-catut itu saja yang bikin resah. Aku sangat setuju dengan komen Erander, [bisa di-lihat di sini]. Karena secara tidak langsung, maupun langsung, kejadian seperti ini perlahan tapi pasti menciptakan blok-blok di-antara blogger Indonesia, yang se-yogya-nya bersatu menciptakan iklim blog yang bersahabat.

Salam Militis!!!

[catatan: gambar diambil dari sini]

57 Tanggapan

  1. sayang…komeng Bulan, si anonim dudud ndak dibahas sama senja…
    ah ya, jadi uda case closed nih?
    *lage nyiafin fostingan case closed*

  2. Bingung juga untuk menanggapi masalah ini karena:
    1. Saya akhir2 ini sedang sibuk di dunia nyata. Walau saya sudah mendeklarasikan kemunculan kembali deKing tetapi pada kenyataannya semua itu masih proses sehingga saya belum terlalu aktif di dunia maya.
    2. Saya sebagai pribadi tidak berminat pada pembahasan hal2 yang bersifat personal.
    3. Saya senantiasa berusaha untuk menghilangkan (atau setidaknya meminimalisir)subyektifitas dalam keterlibatan saya di dunia maya. Bagaimanapun juga saya hanya bisa menyelami apa yang saya lihat di layar monitor komputer saya.

    Sebagai seseorang yang (agak sedikit) anonim, saya mengajak kepada rekan2 semua untuk saling menghormati.

    Bagi yang anonim marilah kita hormati saudara kita yang lain dengan cara kesiapan da untuk bertanggung jawab atas segala yang kita lakukan di balik anonimitas tsb. Jangan kita gunakan anonimitas kita untuk menyembunyikan hal2 (dan perbuatan?) yang kurang (atau bahkan tidak) bisa dipertanggungjawabkan..kepada siapapun dan atas dasar apapun. Intinya bertanggungjawablah…jangan mentang2 anonim lalu asal berbuat.

    Bagi yang tidak anonim. Marilah kita menghargai para rekan yang anonim…terserah dengan cara apapun.

    Harapan dan ajakan kepada diri saya sendiri:
    1. Berbuatlah hal2 yang bisa dipertanggungjawabkan dan bertanggungjawablah atas segala perbuatan yang telah dilakukan….dalam bentuk apapun dan kepada siapa pun.
    2. Berusaha menghargai orang lain…secara obyektif menilai hasil karya orang lain (tulisan…atau whatev-lah). Berusahalah untuk mencari nilai2 positif (pesan moral atau whatev-lah) dr tulisan2 yang ada. Akan selalu ada nilai (hikmah) dari sesuatu hal selama kita mampu dan MAU untuk lebih membuka diri (hati?)…melihat obyek yang ada dari sudut pandang yang lebih.

    Maaf kalau komentar saya terlalu panjang…

    *jabat erat…tanpa peluk lho ya:mrgreen: *

    Salam dari yang tidak tahu apa-apa,

    manusia biasa yang benar-benar biasa …

  3. @hoek
    yupe itu salah satu poin yang emang harus di-pertanyakan, tapi aku tidak senggol di-sini karena malah akan semakin mem-per-larut-larut masalah🙄
    *nungguin fostingan case closed dari hoek*:mrgreen:

    @deKing
    style pemaparan seorang nabimanusia yang benar-benar biasa, dan itu lebih baik:mrgreen:

    Berbuatlah hal2 yang bisa dipertanggungjawabkan dan bertanggungjawablah atas segala perbuatan yang telah dilakukan….dalam bentuk apapun dan kepada siapa pun.

    yah, bertanggung jawab, itu yang terpenting. jadi inget kembali diskusi kita bro, dan advise dari ente:

    semoga semua pihak MAU dan mampu untuk belajar dr semua itu…mampu mungkin mampu…tp yg sulit adalah MAU [di-kupipes secara langsung]

    Akur dengan harapan dan ajakan-nya, karena memang harus begitu yang seharus-nya😉

    *jabat erat…tanpa peluk lho ya:mrgreen: *

    *nyodorin peluk-nya ke hoek*😈
    Salam Militis Bro!!!

  4. menurutku jawaban dari onlysenja masih sangat subyektif.. berdasarkan praduga bahwa ade adalah palsu.. btw, yg diketahui senja.. udah aku ketahui saat awal kenal ade.. dan fakta tersebut samasekali tidak mendukung kecurigaan kalau ade adalah palsu..

  5. Heheheheh itu pembicaraan di belakang layar blog
    kok di-kuote di komentar blog? Curang tuch hehehehe…
    Gak fafa kok…😉

    Ya itu seperti apa yang sudah di-kuote oleh my brader Extrmusmilitis…
    Menurut saya…seringkali ketidakmauan kita mengalahkan kemampuan kita … dalam bentuk apapun itu. Sering hanya karena tidak mau (entah dalam bentuk apa ketidakmauan itu), akhirnya kita tidak (mampu) mengerjakan beberapa hal😀

    Tapi sekali lagi saya tegaskan kalau saya tidak tahu apa2 tentang masalah yang sedang terjadi…dan saya sejujurnya tidak berusaha mencari tahu ada apa sesungguhnya.
    Sekali lagi … kunci dari hal2 yang berkaitan dengan dunia maya ini sepertinya antara lain adalah TANGGUNG JAWAB… untuk semua:mrgreen:

  6. Memang mempertanyakan itu nggak salah…. yang penting dengan cara yang benar (benar, bukan baik)

    dan sepakat sama pak de king…. anonimitas memang harus diiringi tanggung jawab….
    ingat, anonim itu tidak merujuk ke personal…. anonim itu merujuk ke sekelompok orang yang sama-sama anonim, baik full (seperti pemilik blog ini, sora, hoek, rajaiblis) maupun yang semi (seperti deking, saya, bang aip)

    kalau ada pengguna anonim yang tidak bertanggung jawab (menyebar fitnah, ajaran sesat, berita tidak benar), maka mereka yang tidak anonim bisa memiliki pandangan buruk terhadap para anonimer😀

    saya percaya ajaran kakak kelas saya. “There is no such thing as neutral”, saya punya keterpihakan, tapi yang jelas saya tidak berpihak ke Ade ataupun senja dkk.😛

  7. pendek aja dari gue,..
    sekaligus salam kenal…

    “…salam kenal brarti berteman toh..”

  8. Satu komentar lagi (tanpa bermaksud nyampah)…

    SUDAHLAH … MARI BERJABAT TANGAN …
    Sepertinya dunia akan LEBIH indah dengan dan/atau dalam perdamaian…

  9. *juga gak bermaksud nyampah*

    btw……… kok aku jadi ketagihan komen disini ya😛

    tapi sebetulnya saya cuma mau menjabat tangan pak de king😀 saja kok

  10. sepakat denganmu mus. Anonim boleh saja selama ngak mengganggu kenyamanan orang lain.

    Oia, pernah berfikir ngak?
    ade, senja, nico itu satu orang yang hanya ingin menaikkan traffic dan membuat heboh blog sphere?
    itu salah satu praduga juga loh🙂

  11. Maaf datang lagi… benar2 tidak bermaksud nyampah tetapi karena hari ini saya memang hanya memasuki blog extremusmilitis saja … maaf belum sempat jalan2 lebih jauh krn hari ini sedang super sibuk.

    Kebetulan kemarin2 saya mendapat email bagus dari milis dan saya rasa tidak ada salahnya saya share email tsb di sini untuk kita renungkan bersama (kebetulan sepertinya momennya tepat). Isi email dari milis sengaja saya tulis dalam bentuk kuote supaya lebih jelas:

    MENGAPA BERTERIAK?

    Suatu hari sang guru bertanya kepada murid-muridnya;
    “Mengapa ketika seseorang sedang dalam keadaan marah, ia akan berbicara
    dengan suara kuat atau berteriak?”
    Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat tangan dan menjawab;
    “Karena saat seperti itu ia telah kehilangan kesabaran, karena itu ia lalu
    berteriak.”
    “Tapi…” sang guru balik bertanya, “lawan bicaranya justru berada
    disampingnya. Mengapa harus berteriak? Apakah ia tak dapat berbicara secara
    halus?”

    Hampir semua murid memberikan sejumlah alasan yang dikira benar menurut
    pertimbangan mereka. Namun tak satupun jawaban yang memuaskan.

    Sang guru lalu berkata; “Ketika dua orang sedang berada dalam situasi
    kemarahan, jarak antara ke dua hati mereka menjadi amat jauh walau secara
    fisik mereka begitu dekat. Karena itu, untuk mencapai jarak yang demikian,
    mereka harusberteriak.
    Namun anehnya, semakin keras mereka berteriak, semakin pula mereka menjadi
    marah dan dengan sendirinya jarak hati yang ada di antara keduanya pun
    menjadi lebih jauh lagi. Karena itu mereka terpaksa berteriak lebih keras
    lagi.”

    Sang guru masih melanjutkan; “Sebaliknya, apa yang terjadi ketika dua orang
    saling jatuh cinta? Mereka tak hanya tidak berteriak, namun ketika mereka
    berbicara suara yang keluar dari mulut mereka begitu halus dan kecil.
    Sehalus apapun, keduanya bisa mendengarkannya dengan begitu jelas. Mengapa
    demikian?”

    Sang guru bertanya sambil memperhatikan para muridnya. Mereka nampak
    berpikir amat dalam namun tak satupun berani memberikan jawaban.

    “Karena hati mereka begitu dekat, hati mereka tak berjarak. Pada akhirnya
    sepatah katapun tak perlu diucapkan. Sebuah pandangan mata saja amatlah
    cukup membuat mereka memahami apa yang ingin mereka sampaikan.”

    Sang guru masih melanjutkan; “Ketika anda sedang dilanda kemarahan,
    janganlah hatimu menciptakan jarak. Lebih lagi hendaknya kamu tidak
    mengucapkan kata yang mendatangkan jarak di antara kamu. Mungkin di saat
    seperti itu, tak mengucapkan kata-kata mungkin merupakan cara yang
    bijaksana. Karena waktu akan membantu anda.”

    Sumber asli saya tidak tahu, tetapi saya mendapatkan email bagus tsb dari milis HMI Utrecht.

    Salam damai…

    manusia biasa yang benar2 biasa…

    *uppsss… sebelum pergi … jabat erat tangan Mardun*

  12. […] Extremus – Sayap Ade versus Senja […]

  13. Ada yang mau memfasilitasi kopdarnya Ade, Senja dan Nico gak ? biar semuanya clear. biar bisa tau yang mana yang nyata yang mana yang fiktif ?😀

  14. Waduh jadi perang dah selesai nih?

    *menyiapkan rencana untuk menciptakan perang baru*

  15. Saya lebih cenderung menilai blog Ade dari tulisannya karena saya juga suka menulis, walau secara nalar tercium sesuatu yang meragukan tentang tulisannya , terlebih lagi setelah beberapa kali membaca dan mencermati, ada sedikit keraguan tentang tokoh Ade itu sendiri ( terlepas dari nyata tidaknya tokoh Ade), saya teramat kagum dengan cara dia memainkan emosi si pembaca, kita dibawah kepada sesuatu yang berbeda, walau saya sempat berpikir , kalau poto Ade di ganti Omas ( maaf saya tidak bermaksud membandingkan secara fisik ), apakah simpati kita akan sama dengan tampilan pic yang sekarang.

    Intinya Ade telah memberikan banyak kesadaran kepada kita melalui tulisannya, dan kalau ditanya apakah saya yakin bahwa gambaran dan profil yang ditampilkan sama real dengan yang ditulis , maka saya akan menjawab TIDAK.

  16. ataukah sifat arrogan yg addiktif ?

  17. udahan yah..
    semoga saja ga ada lagi yang kek ginian..

    *salam kenal mas..sahabatan kan -sigh-*

  18. Alhamdulillah kalo saya masih bisa komentar disini, karena di blog senja, saya sudah di “mark as spam”. semoga ini hanya kesalahan sistem semata. Padahal aku nggak pernah komentar menghujat atau belain ade. Apa mungkin karena aku “ikutan” posting di blogku tentang Ade? Kan beberapa bagian udah aku update sesuai maksud yang ingin aku sampaikan. Ah, aku nggak mau su’udzon.

    Kalo aku sih berpatokan pada ideku semula, kalo emang blog ade fiktif, bikin aja marking CERBUNG untuk blog ini. Beres kan? Gitu aja kok repot…

    Yang jelas, dari awal aku tetep netral, karena memang secara fisik aku belum ketemu Ade. alamat E-mailnya pun lumayan aneh dan semua email yang aku kirim nggak pernah dibalas sama sekali.

    Yang jelas…kalo ada yang tanya aku berpihak ke siapa, aku berpihak pada PERDAMAIAN. Peace man…peace girl!!!

  19. udah finish??

    *nyiapin after-war-party*

  20. Ade disini.. dan tetap menulis, karena blog Ade adalah rumah Ade, tidak ada yang bisa memaksa Ade keluar dan yang masuk tanpa dibukakan pintu itu maling yah? tapi Ade berterima kasih kepada Senja, karena tulisannya telah membuat Ade tidak ingin berkunjung kesana.

    Mas Extreem.. kamu baik banget, udah memperindah hidup Ade. Sungguh.

    -Ade-

  21. Ada yang bisa kubantu Chik?😛

    *lagi baik karena ada maunya sama Chika😛 *

  22. akh topik ini lagi.. semakin topik ini dibahas (walopun dengan embel2 closed), tetep aja ngga puas😦 masak cuman gitu doank😀

    paling ngga kasus ini bisa menyemarakkan lagi dunia blog . . dan menyeragamkan semua blog dengan kasus yang sama (ughh)

  23. *copy paste quote-nya deKing*

    bagus euy …

  24. Theme nya gelap euy .. bagus. Tapi saya tetap lebih suka yang sebelumnya.

    *sambil berharap dibuatkan headbanner gratis*😆

  25. Jadi .. semuanya sudah clear kan?? sudah damai?? ayo .. kita rayakan perdamaian ini. Bukankah sesama blogger itu basodara??

  26. cuma begini penyelesaiannya? tidak menjelaskan apapun, Shelling Ford-pun kuciwa, kakakakaka!

  27. Yo wis, nggulung tikar, balik omah lagi…

  28. Saya juga menghargai privasi dalam blogging. Saya harap tidak ada lagi usaha membongkar identitas seseorang, karena sudah seyogyanya, sebagian orang ingin tetap menjadi anonim….

  29. Akur nyok akur..
    Terlepas fiktif ato gaknya si Ade itu, yg jelas tulisan dia bagus dan menginspirasi pembaca..

  30. wowww….semakin hari semakin hangat

    dan apakah yang akan terjadi selanjutnya…?

    yukk…..yaakkk yukkkk

  31. Hohoho…
    ada yang ganti theme ini:mrgreen:

  32. Eh ya…
    Nge-blog ini kan ndak bayar pajak pada siapa-siapa, selain bayar benwith belaka?
    Lha… kok mesti ada yang merasa jadi BLOG-WATCHER begitu?

    Makanya aku nanya: Who Watch The Watcher?😉

  33. Mumpung bisa, hetrik ahhh… 😛

  34. […] di dunia blog) maka sebuah blog baru bisa menjadi bahan “gunjingan”. Ujung-ujungnya kontroversi dan polemik. Lalu blog, itu akan ngetop dan bertengger di Blog Of The Day. Senangkah yang punya […]

  35. @warnetubuntu
    yah bro, tiap orang punya pandangan masing-masing, dan di-satu sisi aku juga setuju dengan apa yang bro urai-kan
    tapi di-sisi lain, aku hanya ber-pikir, semakin lama akan semakin kompleks dan semakin rumit, karena aku yakin tidak akan ada satu-pun dari kedua pihak yang bakalan mau mengaku salah, bukan begitu?

    @deKing

    itu pembicaraan di belakang layar blog
    kok di-kuote di komentar blog? Curang tuch hehehehe…

    ini suatu bentuk ke-tidak sengaja-an yang di-sengaja bro😆

    TANGGUNG JAWAB, meskipun sial-nya yang sering kejadian dan menjadi kenyataan malah yang seperti ini bro:
    “KAMU YANG TANGGUNG, AKU YANG JAWAB”:mrgreen:

    @mardun
    Hidup Anonim!!!:mrgreen:

    “There is no such thing as neutral”

    Akur Mas, sangat-sangat akur, namanya juga manusia🙂

    @kapucino
    Salam Militis!!! Bro
    Aku juga ingin ber-teman dengan situ😉

    @deKing lagi
    *jadi inget lagu-nya Slank yang judul-nya "…"
    Aku Ingin Damai… *Jabat Tangan-nya deKing*

    @mardun lagi
    hohoho, berarti proses penempelan candu-nya berhasil mas
    *di-rajam mas mardun*😆

    @GRaK
    Kepikiran seperti itu sih pasti kepikiran bro, segala kemungkinan bisa aja yang jadi penyebab-nya

    @deKing lagi dan lagi
    merasa bangga, di-tengah-tengah kesibukan-nya, sang nabimanusia yang benar-benar biasa masih nyempetin singgah di blog-ku ini:mrgreen:
    *Isi Email-nya Di-Save As Dengan Sukses*😉

    @imgar
    Ini juga ide yang bagus, tapi alangkah lebih baik-nya kalau mereka sendiri yang memulai
    Aku yakin kita siap buat nge-dukung kok😉

    @dari lampung nih
    halah, ganti profesi jadi provokator yaks bro?
    *sekap dana di way kambas*😆

    @***
    Untuk itu kita sendiri yang harus jawab lho.
    Coba, kenapa Empat Mata-nya Tukul lebih laris dari acara serupa yang di-pandu ama artis-artis cantik atau ganteng?
    Sudah pasti bukan karena wajah-nya Tukul yang katrok abis kan? Tapi karena isi-nya yang lebih menarik *IMHO*😉

    @CY
    weks, ada juga yang adiktif ama ke-arogan-an yaks bro?
    mudah-mudah-an bukan karena sifat itu🙂

    @anapalis
    Semoga dan Salam Militis!!!🙂

    @Rystiono
    Pasti dong mas, pintu di-sini selalu terbuka buat siapa saja *promosi😈 *
    Yah, dan memang lebih baik untuk berpihak pada “PERDAMAIAN”
    *nepuk-nepuk tambourine, nyanyiin lagu “Perdamaian, Perdamaian…Perdamaian, Perdamaian”😆 *

    @cK
    bagi-ku dan bagi kita aku rasa udah kelar chik. ntah dengan mereka, tapi mudah-mudah-an juga udah ya😉

    *nyiapin after-war-party*

    memang chika selalu punya ide
    aku pesen cocktail non-alcohol-nya atu yaks😈

    @Sayap KU
    Thanks buat appraise-nya De

    @mardun lagi dan lagi
    hayo mas mardun ada apa ini dengan chika?😈

    @funkshit
    pada dasar-nya sih aku jujur masih banyak tanda tanya di otak-ku. tapi aku ber-pikir untuk apa? dan sesudah itu apa?
    jadi bukan-kah lebih baik itu menjadi rahasia mereka saja?😉

    @erander

    Theme nya gelap euy .. bagus. Tapi saya tetap lebih suka yang sebelumnya.
    *sambil berharap dibuatkan headbanner gratis*😆

    lagi pengen gelap-gelap-an bro, kan lagi mendung dan hujan terus, jadi aku sesuai-in nih ama situasi-nya:mrgreen:😳 ndak terlalu bisa buat headbanner bro, aku masih banyak belajar neh😉

    Jadi .. semuanya sudah clear kan?? sudah damai?? ayo .. kita rayakan perdamaian ini. Bukankah sesama blogger itu basodara??

    Iya emang, seharus-nya clear, damai, dan basodara bro
    Btw apakah ini salah satu alasan buat hetrix?😈

    @Shelling Ford
    kuciwa yaks bro?
    *nyetel kadar provokasi-nya Joe ke level ter-rendah*😆

    @NuDe
    eh itu tikar mo di-lelang gak?:mrgreen:

    @Mihael “D.B.” Ellinsworth
    *ikutan ber-harap kaya D.B* Semoga…🙄

    @qzink666
    yupe, ntu betul😉

    @baliazura
    *ikutan nunggu ampe janggutan*😆
    weleh, ndak usah di-tunggu bro, mending di-doa-in gak bakal terjadi lagi *Amin*

    @alex

    Hohoho…
    ada yang ganti theme ini:mrgreen:

    Iya neh, kemarin di-ganti secara paksa ama Matt Mullenweg😈

    Eh ya…
    Nge-blog ini kan ndak bayar pajak pada siapa-siapa, selain bayar benwith belaka?
    Lha… kok mesti ada yang merasa jadi BLOG-WATCHER begitu?
    Makanya aku nanya: Who Watch The Watcher?😉

    Mungkin dulu-dulu ber-cita-cita jadi pulisi lex, jadi ya gitu deh
    No Watch The Watcher, If No Watcher At All, So What For Watching It😉

    Mumpung bisa, hetrik ahhh…😛

    *tendang hetrix-nya ke ulee kareng*😆

  36. Ganti theme rupanya…

    yah… begitulah Mus…
    kadang orang lebih senang mengakhiri suatu permainan saat dia merasa ‘terpojok’ atau justru menikmati permainan itu.

    sayangnya, permainan ini menyangkut orang lain yang sangat mungkin sekali orang tersebut terluka ketika ternyata apa apa yang dipakai dalam permainan itu tidak sesuai dengan orang terbut.

    hayahhh… mbulet…
    aku sendiri baru kenal juga dengan Ade, dan believe me, dia nggak punya burung, begitu yang dia bilang padaku
    😉

    so, kip on bloging
    semuwa blogger bersaudara!

  37. Salam kenal buat sobat pemilik Blog,
    Salam kenal juga buat sobat- sobat yang lain yang kasih komen.
    Yup cukup sekian saja. Mari berjabat- tangan. Tul, Lebih baik kita berpihak kepada… perdamaian.
    Salam,

  38. @Istrinya Farid

    Ganti theme rupanya…

    iya neh Wi, bosen ama theme yang lama, jadi yah dari putih ke item kamsut-nya gitchu lho😉

    yah… begitulah Mus…
    kadang orang lebih senang mengakhiri suatu permainan saat dia merasa ‘terpojok’ atau justru menikmati permainan itu.
    sayangnya, permainan ini menyangkut orang lain yang sangat mungkin sekali orang tersebut terluka ketika ternyata apa apa yang dipakai dalam permainan itu tidak sesuai dengan orang terbut.

    hmmm, viewpoint yang bagus Wi, bisa…bisa saja seperti itu
    dengan analogi “Tertawa Di-Atas Penderitaan Orang Lain” begitu?

    hayahhh… mbulet…
    aku sendiri baru kenal juga dengan Ade, dan believe me, dia nggak punya burung, begitu yang dia bilang padaku😉

    wakaka *ter-kekeh-kekeh di lantai ampe ejakulasi*
    aku percaya kok Wi. Btw, penggunaan kata-kata yang nyeleneh tapi sekaligus jadi jawaban akan ke-curigaan yang mengatakan kalau dia itu laki-laki yaks😆
    *ngeliat apa aku juga punya burung*😈

    Anyway, by the way, bus way, Hidup Blogger Bersaudara!!!
    @rumahkayubekas
    Salam Militis!!! Mas😉
    Jabatan tangan juga yaks? Boleh Mas, boleh. Sekali lagi, Perdamaian itu emang lebih baik🙂

  39. Salam Mas,
    Masih senyum seperti pada awalnya. Lagi2 saya nanya, yang lagi ketawa sekarang siapa ya?

  40. yah, udah kelar…
    ga seru ah…

    btw, mungkin perlu kali ya ada polisi di blogosper ini. tapi polisi yang jangan asal tilang. ihihhiiii…………

  41. @rumahkayubekas
    masih senyum terus mas?:mrgreen:
    waduh kalau itu mas aku ndak punya jawab-nya, lebih baik kita aja yang ketawa ya mas😆

    @nieznaniez
    Weleh, pulisi di dunia nyata aja oon, apalagi pulisi di dunia maya euy
    mending ayo kita nonton Die Hard 4 aja biar lebih seru:mrgreen:

  42. Bila sudah merasa berada di gunung paling tinggi, padahal masih ada gunung yg lebih tinggi lagi…
    maka seperti kasus inilah yg akan terjadi … 😦

    dan setelah tau gunungnya kurang tinggi, alesannya salah panjat gunung…

    :mrgreen:

  43. haduhhh… gelap gulita nih bro…
    serasa pake Rayban… 😀

  44. aku barusan dapet kabar dari Ade,
    bahwa tadi ada orang yg confirm ke dharmais tentang pasien yg bernama “Cut Istiqomah Meutia Saeful” dan pihak dharmais menkonfirmasi hal tersebut.. semoga “mereka” bisa dengan ksatria meminta maaf secara terbuka…

  45. @CY
    Hahaha, apakah ini sebuah kesimpulan atau-kah merupakan sindiran, buat kita, kalian, dan mereka?:mrgreen:

    @warnetubuntu
    Good News😉 Semoga mereka bisa saling terbuka untuk menyelesaikan masalah ini.

  46. hihihi…aneh..aneh…wong gara2 nge blog aja koq mau baratayuda….anehhhhh….hihihi
    hidup nge blog……selamat ber huru hara…(ndak ikutan saya)

  47. Mihael “D.B.” Ellinsworth
    9th Nov 2007 di 2:37 pm

    Saya juga menghargai privasi dalam blogging. Saya harap tidak ada lagi usaha membongkar identitas seseorang, karena sudah seyogyanya, sebagian orang ingin tetap menjadi anonim…

    yah… dan biarkanlah mereka sendiri yanga akan membukanya…
    bukan begitu, Ja Deb?😀

  48. Ganti theme jadi susah bacanya, saran aja lo dari unda.
    Tulisan putih dari layar hitam emang keren. tapi bikin pembacanya (unda terutama) ntah kenapa jadi pening, mending yang dulu deh, putih, bacanya enak.

    apalagi ni blog termasuk seleb komennya banyak, isi-isinya bagus pula🙂
    jadi sayang klo org jadi malas baca gara-gara sakit mata susah bacanya🙂

    eh, salam damai dulu

    buat masalah sayap, unda gk ikut-ikutan.

    sepakat ma bang alex, gk usah sok mengawasi, jaga etika diri masing-masing aja. ngapaian sok-sok komen jelek ke orang, lah blog sendiri aja gk becus diurusin

    nah, kan unda jadi ngomong apaan nih, dah ah.

    dikit lagi deh

    Sekarang dah damai kan?
    gk usah bikin praduga baru

    sepakat ma paragraf terakhir. udah damai aja, cakep ribut-ribut bikin nge-blog jadi gk enak aja. buang-buang bendwith waktu deh buat baca komen orang berantem. iya gk?

  49. @trisetyarso | @wieda | @Swiwi™ | @anakrimba
    Thanks buat support-nya, tapi maaf aku ndak bisa bales komen apa-apa, karena aku hanya ingin semua-nya selesai sampai di-sini. Biar-lah semua blogger ber-damai, Akur kan?🙂

    PS @Unda: Saran-nya di-pertimbang-kan, dan emang sih ada beberapa juga yang protes dengan perubahan theme-nya, sorry, ini masih lagi pengen ganti suasana, semoga di-mengerti😉

  50. gW g terlalu tau masalahnya. Menanggapi comment dr Erander, masa iya ada yang ngelarang orang buat berbicara.

  51. Ehm, ehm, mulai dari kamis kemaren unda liat dah balik ke selera asal nih, semoga bukan gara-gara unda nih jadi ganti theme lagi tapi jadi bagus dong, mudah dibaca
    piss

  52. ayoooo,, ada yang mau nyelidiki tentang aku??? *mengharap mode*:mrgreen:

  53. […] Otak-Ku, Rumah-Ku, Sajak – Ku | yang berkaitan: 10 November, Cerita, Opini, pahlawan, pejuang « Sayap Ade versus Senja Solidaritas, Apa Harus […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: