Film Tidak Jelas dan Pesan Moral

achinesetallstory - cover Menghabis-kan malam nonton tivi sebenar-nya bukan hobby-ku (mending nonton DVD bajakan😈 ) , hanya saja intro scene Gala Sinema-nya SCTV dengan judul “A Chinese Tall Story “, memaksa-ku untuk duduk manis (di-tambah sedikit tidur-tidur-an😆 ) di depan tivi. Bagaimana tidak, dari judul-nya saja, aku agak sedikit bingung dan penasaran, soal-nya kalau di-artikan dalam bahasa Indonesia, judul film tersebut kira-kira seperti ini, “Sebuah kisah dari Cina yang di-ragukan kebenaran-nya“. Nah lho?

Tapi, ternyata semakin mem-buat-ku betah karena dari awal “seperti-nya” cerita ini tentang “Perjalanan Ke BaratPendeta Tang (Tripitaka), dengan murid-murid-nya yang aku yakin sebagian besar dari kita udah tahu, seperti: Sun Go Kong (Raja Siluman Monyet), Tie Pat Kay (Siluman Babi), dan Sam Cheng (Pendekar yang akhir-nya jadi Rahib), yang udah jelas ber-bau-bau pejuang 8)

Semua-nya ber-jalan dengan lancar (seperti-nya), sampai tiba-tiba aku kaget dengan muncul-nya robot-robot monster terbang yang jelas-jelas bikin dahi-ku meng-kerut sedalam-dalam-nya. Masa sih ada robot?😕 . Ya, ada robot, dan bukan hanya robot monster saja, ada juga superhero women-nya, trus pendeta tang pake seragam Spiderman, robot tempur, pesawat luar angkasa lengkap dengan senjata mutakhir-nya.😯 . Oh iya ada lagi salah satu scene-nya yang karakter-nya lagi ngisep rokok😈

achinesetallstory - ngerokok achinesetallstory - womanhero achinesetallstory - threedisciples

Dan setelah nonton ampe akhir aku menyata-kan kalau aku benar-benar ndak tahu apa aku menyesal menonton filem ndak jelas seperti ini atau tidak🙄 . Soal-nya di-balik ke-tidak jelasan-nya dari segi kekuatan cerita dan akting para pemeran-nya, yang jelas-jelas ndak mungkin dapat Piala Oscar, aku menemukan ada beberapa hal yang juga bagus menurut sudut pandang-ku dari filem ini. Antara lain:

Ada-nya pesan-pesan kemanusiaan yang di-sampai-kan secara abstrak, meskipun dengan lelucon-lelucon gaya filem-filem Mandarin. Seperti misal-nya:

    1. Balaslah kejahatan dengan kebaikan, meskipun ini sulit tapi apabila kita berusaha belajar untuk melakukan-nya, aku yakin hidup ini akan lebih indah.
    2. Keburukan wajah tidak selalu di-ikuti keburukan hati, yang justru di zaman ini, ke-cantik-an atau ke-ganteng-an lahiriah seseorang malah di-barengi hati picik, busuk, dan penuh dengki.
    3. Salah satu perkataan dari karakter sang rahib di filem ini: “Aku tidak ingin tujuan dan tantangan yang kuhadapi, mempengaruhi cinta dan kesetiaan-ku”
    4. Menang-nya kebaikan melawan kejahatan, yang mem-bukti-kan sehebat apa-pun kekuatan jahat di-dunia ini, akan selalu di-kalah-kan oleh kebaikan meskipun harus di-lewati dengan pen-deritaan yang maha dahsyat.

    Dan selain pesan kemanusiaan di-atas, animasi CGI -nya yang keren, serasa sedang nonton game atawa filem Final Fantasy, juga patut di-acung-in jempol.

    Jadi, tinggal pilih mo nonton filem ini karena, pesan moral-nya, atau mungkin karena cerita-nya yang ada hubungan-nya (secara tidak langsung maupun langsung) dengan novel terkenal “Perjalanan Ke Barat“, atau mungkin karena animasi-nya yang canggih? Semua-nya terserah anda:mrgreen:

    [catatan: gambar di-ambil dari sini, sini, sini, dan sini]

    44 Tanggapan

    1. pemeran superhero women nya siapa? kaya’nya cakep :mrgreen:

    2. Ah masa’ filmnya aneh? saya pernah liat ko’ di glodok DVD bajakannya..
      komentar roeper & ebert nya Two Thumbs Up lho

    3. hetrixxx aja lah sekalian 😛

    4. tapi dari gambarnya kok keliatannya asik ya?

    5. @brainstorm

      pemeran superhero women nya siapa? kaya’nya cakep:mrgreen:

      Kalau di list nama sih nama-nya Charlene Choi. Nih aku kasih link yang foto-foto-nya:mrgreen:

      Ah masa’ filmnya aneh? saya pernah liat ko’ di glodok DVD bajakannya..
      komentar roeper & ebert nya Two Thumbs Up lho

      Ya menurut-ku sih aneh aka ndak jelas (bukan berarti tidak ber-mutu lho), kenapa?. Begini:

      Se-ingat-ku setting cerita Tripitaka belon ada rokok dan robot kan?🙄
      Tripitaka itu pendeta Buddha yang kata-nya suci, di filem ini masa sih dia pake ada “jatuh cinta”-nya segala?😉
      Trus ada bagian ketika Tripitaka meminta tolong ke tongkat-nya Sun Go Kong, pas dia ngucapin mantera-nya “Aku Mencintai-mu 10.000 tahun”, eh tiba-tiba nongol tulisan berukir di tongkat-nya itu, yang ber-tulis-kan “Aku lagi bosan ber-tarung”,:mrgreen:

      Dan ya, kalau kita emang sekedar pengen fun, oke, filem ini emang pas buat lucu-lucu-an, untuk relaksasi otak. Tapi, kalau butuh cerita yang ber-karakter dan jalan cerita-nya solid (apalagi film ini mengangkat kisah tentang “Perjalanan Ke Barat”), aku pikir film ini ya gitu deh😐

      Terakhir *tendang yang hetrixx ke mars*:mrgreen:

      @evelyn pratiwi yusuf
      Yah, emang asyik sih asyik, tapi ndak jelas gitu lho. IMHO🙂

    6. sinetron indonesia lebih ga mendidik kehidupan hedonis yang ditonjolkan melulu.

    7. emang kerenz tapi nggak jelas, nach lho :mrgreen:

    8. lah, sebenarnya layak di tonton nggak bro?

    9. @dianna
      Yupe, kalau urusan mendidik ndak mendidik, aku juga setuju kalau setantron Indonesia itu belum mem-berikan yang ter-baik
      Tapi untuk filem beberapa filem-nya udah bagus kok, contoh-nya filem-nya Naga Bonar😉

      @abee
      Nah ntu dia tuh, aneh emang filem-nya, tapi bagus-nya ada pesan-pesan kemanusiaan-nya gitu lho🙂

      @danalingga

      lah, sebenarnya layak di tonton nggak bro?

      Kalau kita butuh filem yang ber-isi (meskipun ini relatif), dan sesuai dengan nilai historis yang di-angkat, aku rasa tidak layak bro. IMHO😉
      Tapi kalau sekedar ngabisin waktu, dan buat lucu-lucu-an sih, lumayan juga. Kesimpulan-nya kan ndak jelas begitu filem-nya:mrgreen:

    10. Yang penting c dari semuanya pesan moralnya nyampe itu aja. Jadi mo disajikan model apapun saya kira ok deh. He..

    11. Kayaknya keren tuh…
      Ada yg mau minjemin DVD-nya ke aku?
      Hehehe…

    12. Pesan moral nomor 2 keren, bro..
      Jadi inget suasana di salon-salon kecantikan yg melulu menjual kecemasan..
      Apa seseorang akan membunuh para pecandu salon itu jika mereka tak cantik lagi ya?:mrgreen:
      *maaf kalo OOT*

    13. Wah, ternyata fenomena anakronisme tak hanya terjadi di Indonesia aja, yak, Bung Militis. Properti pendukungnya seringkali nggak menggambarkan setting yang sesungguhnya. Nah, itu, zamannya Sun Go Khong ternyata dah ada robotnya😆
      Nah, kebanyakan film mandarin memang masih sering mengangkat filsafat timur untuk menyampaikan pesan2 tersirat kepada penonton. SAama dengan film Indonesia. Sayangnya masih terkesan vulgar, bahkan cenderung menggurui. Maaf kalau salah Bung Militis. OK, salam.

    14. maksud aku tuh sinetronnya mas..by the way thx ya dah mampir

    15. hehehe… film “perjalanan ke barat” yg satu ini emang kacau… (diluar pesan2 moral yg dikandungnya). Mumet abis nonton…

      @Brainstorm
      itu klo ga salah Crystal Wang… mantan penyanyi anak2 yg skrg sdh remaja.

    16. @undercover
      Iya sih, tapi kalau ndak hati-hati bukan pesan moral yang kita dapat-kan bro, malah ke-mumet-an:mrgreen:

      @dewo
      Wah ndak punya DVD bajakan-nya mas, ini juga kebetulan dapet nonton dari SCTV – gratis:mrgreen:

      @qzink666

      Apa seseorang akan membunuh para pecandu salon itu jika mereka tak cantik lagi ya?:mrgreen:

      Seharus-nya sih tidak akan mem-bunuh, tapi mereka yang takut ter-bunuh😈
      Padahal kan kata pepatah “Manusia Di-Ingat Karena Budi-nya”, iya gak bro?😉

      @Sawali Tuhusetya
      Penggunaan istilah yang keren Pak Guru – Anakronisme – ya, kurang lebih seperti itu Pak Guru🙂

      @dianna
      Kan itu di-komen sebelum-nya aku ada nyinggung tentang setantron aka sinetron:mrgreen:

      @CY
      Iya neh mumet bro, lucu sih emang, tapi ndak sesuai dengan yang di-harap-kan tuh filem-nya:mrgreen:
      *padahal nungguin kisah heroik dari “Perjalanan Ke Barat”*

    17. Yang jelas, semua kekacauan pada film itu (tokoh tambahan dan hal-hal yang tidak sesuai dengan setting cerita) pasti memang disengaja. Mungkin maksudnya sekedar improvisasi dari orang film. Pesan moral tidak harus disampaikan dengan cara yang serius, kan. Kalau masih bingung juga setelah nonton film itu, ya udah, kita teriakan saja : “Hidup bingung!!!”.

    18. “Perjalanan Ke Barat” ialah cerita semi fiksi. Pendeta Tang itu benar2 ada. Sedangkan ke tiga muridnya itu sudah hasil imajinasi penulisnya. Dan, novel itu termasuk karya besar dalam sastra bahasa Mandarin termasuk Sam Pek Eng Tai.
      Film-film klasik memang banyak menyampaikan pesan moral dibanding film2 zaman sekarang.

    19. @Brainstorm
      ups… ralat dikit…, namanya Crystal salah satu personil M-Girls.

    20. baguslah kalo film ini ada pesan moralnya😀

    21. Ikut nonton dong mas.. ajak-ajak kalo mau nonton lagi yah, biar pesan moralnya langsung nyampe kalo Ade disebelah.

      -Ade-

    22. Trus ada bagian ketika Tripitaka meminta tolong ke tongkat-nya Sun Go Kong, pas dia ngucapin mantera-nya “Aku Mencintai-mu 10.000 tahun”, eh tiba-tiba nongol tulisan berukir di tongkat-nya itu, yang ber-tulis-kan “Aku lagi bosan ber-tarung”

      😀😀😀 ….. ha…. wakakakakkkkk…
      Gila… gW baca tulisannya aja dah ngakak, pa lagi nonton film nya.

      Btw, untuk masalah efek negara ini masih kalah saing ni…. ;S

      tar gW jadi pelopor spesialis animasi efek buat Film Indonesia🙄 “Doakan Saya !” (takeshi castle mode on).

    23. Syaluth, untuk paman extrem…
      ditengah kelucuan dan keanehan film itu masih bisa menangkap pesan moralnya.😀
      Saya juga pernah melihat film, hanya sayang lupa judulnya, bercerita tentang kompetisi pertarungan yang konyol dan diselipkan sedikit usaha untuk membebaskan kakak yang tertawan.
      Harus berdebat terlebih dahulu dengan tidak kalah konyolnya, untuk mengetahui pesan dari film ini.
      Ah aya-aya wae:mrgreen:

    24. khan bisa bisanya sutradaranya aja hehe

    25. “Dan setelah nonton ampe akhir aku menyata-kan kalau aku benar-benar ndak tahu apa aku menyesal menonton filem ndak jelas seperti ini atau tidak🙄 .”

      *ngakak*

    26. hi hi hi, dari film gk jelas aja bisa ambil pesan moral (pake bilang-bilang abstrak segala lagi)

      klo unda c nonton film urutannya:
      1. Animasi bagus
      2. Jalan cerita bagus
      3. Pesan moral
      4. pemain cakep
      5. ada adegan tertentu😈

    27. “Aku tidak ingin tujuan dan tantangan yang kuhadapi, mempengaruhi cinta dan kesetiaan-ku”

      mmm, tersentuh bro… menguatkanku disini…😀

    28. endingnya gimana mas?

      tetap sesuai dengan “perjalanan ke barat” nggak?

    29. Soalnya kisah “perjalanan ke barat” kan dah sering banget difilmkan, jadi IMO ide yg kreatif tuk dibuat versi yg agak “lain”. Pasti bosen kalo nonton kisah yg cuma update pemeran dan special effect saja. Harus modifikasi cerita juga dong…

      Tapi intinya bro terhibur kan? Cari bajakannya ah…:mrgreen:

    30. @Johan Suryantoro
      Yupe, setuju sih mas. Dan aku sih cuek aja dengan ke-konyol-an filem itu, dan juga ndak bingung.
      Hanya saja, mungkin karena “harapan yang terlalu besar” pengen nonton filem tentang Tripitaka (lagi?):mrgreen: ,
      Jadi-nya yah, kaya gitu, ngerasa kalau filem ini emang super asem😆

      @Hanna
      Tuh dia Han, aku juga biasa-nya tahu kalau filem-filem ber-tema klasik, mo Mandarin, Hollywood, Indonesia(?) pasti deh ada filosofi-nya. Tapi khusus yang ini, hehehe, bener-bener deh…😉

      @CY
      Yang Crystal yang mana bro? Yang Putri itu?, kalau yang superhero itu Charlene namanya tuh, di komen-nya brainstorm udah aku kasih link-nya:mrgreen:

      @itikkecil
      iya bagus, trus apa Ra?🙄

      @Sayap KU
      Boleh kok, tapi ini kan nonton-nya di-tivi di rumah sendiri, gimana ngajak-nya yaks?🙂

      @goes
      Tuh kan, situ aja ketawa ngakak, berarti bener ndak jelas kan tuh filem,:mrgreen:
      Btw, Semoga bro…*turut men-doa-kan* 8)

      @goop
      Itu mah kebetulan aja goop, mungkin karena stuck ama filem-nya jadi konsentrasi-nya lari ke situ deh:mrgreen:
      Btw, hayo ingat-ingat, apa judul-nya?🙄

      @iman brotoseno
      iya nih mas, tahu sih itu bisa-bisa-nya “astrada”-nya, tapi filem-nya bener-bener ndak jelas gitu, dan ini berarti skor-ku versus astrada 0:1:mrgreen:

      @tukangkopi
      *ikutan ngakak*😆

      @anakrimba
      Setuju sama semua-nya Nda. Kecuali nomor 2, jalan cerita-nya kok aneh gitu?😉

      @Ady
      Walah…ayo napa Dy? kamu lagi kenapa di-situ?:mrgreen:

      @mardun
      Jujur aku masih bingung dengan ending-nya😈

      @jensen99
      Yupe bener sih. Tapi terus terang, ini filem “Perjalanan Ke Barat” pertama yang bikin aku jadi oon, setelah nonton beberapa versi lain-nya😆

    31. Ngga apa2 deh pilm cina, rada eror dikit tp masih lebih enak disimak drpd film kita.😆

    32. mang knapa dengan film kita?
      perasaan nggak banyak bedanya degh, malah banyak yang sama (bukan mirip tapi sama)

      saya punya usul mas gimana kalo mas extremusmilitis liat film Grave Of The Fire Flies — Hayao Myazaki’s ntar dibikin ulasan seperti ini
      gimana?
      huhuhu tapi itu cuma sekedar usul loh mas, soalne film itu keren banget kalo menurut saya.

    33. sempat nonton bentar, tapi karena ngak jelas langsung berpindah ke laen hati😀

    34. seru sekali tontonannya..:D

    35. saya rasa pesan moral yang disampaikan terkesan basbang😕

    36. wis..wis Kalo gitu nonton yang laen aja..
      Gitu aja kq repot heheh…

    37. uhuy… akhir akhir ini si eMus™ bijak punya euy…

      eh eh… udah nonton kuiki ekspres blom Mus…

      sayangnya, aku belom 21 tahuuun… dan yang jelas, posturku tak akan bisa meyakinkan orang kalo usiaku 21 tahun…
      😥

    38. “Aku tidak ingin tujuan dan tantangan yang kuhadapi, mempengaruhi cinta dan kesetiaan-ku”

      Pesan moral yang bagus banget. Tapi sulit diwujudkan dalam kenyataan.

    39. ahh… kebanyakan dah film yang pesan moralnya gitu

      *nonton JAV terbaru*

    40. Dulu gua juga suka pilem – pilem ginian. Tapi lambat laun kok jadi menurun, yach. Ganti selera, kali.

    41. @benbego
      Itu sih ter-gantung perspektif masing-masing bro😉
      Tapi filem Indonesia ada juga kok yang bagus. Setantron-nya aja tuh yang aneh.😆

      @bedh

      saya punya usul mas gimana kalo mas extremusmilitis liat film Grave Of The Fire Flies — Hayao Myazaki’s ntar dibikin ulasan seperti ini
      gimana?

      Boleh, ntar aku coba cari deh filem-nya mudah-mudah-an ketemu🙂

      @GRaK
      Hehehe, ter-nyata ikutan nonton juga, tapi aku ndak pake pindah bro:mrgreen:

      @andi bagus
      Hidup Seru!!!:mrgreen:

      @c Lover
      Yupe, mungkin Basbang. Tapi masih relevan kan?😉

      @sarah
      Iya Non, ini juga lagi nyariin filem yang laen😆

      @chiw

      eh eh… udah nonton kuiki ekspres blom Mus…

      Belon Wi, aku belon nonton. Kan baru launching itu? *nunggu bajakan-nya aja*😈

      sayangnya, aku belom 21 tahuuun… dan yang jelas, posturku tak akan bisa meyakinkan orang kalo usiaku 21 tahun…😥

      Hohoho, ternyata nyadar juga. Dan itu bagus Wi, timbang kamu ketularan tante-tante itu😈

      @marsitol
      Yupe, pesan moral-nya emang bagus. Dan bukan-kah semakin sulit, akan semakin menantang kita untuk melakukan-nya?🙂

      @celo
      *laporin celo ke mahkamah UU APP*:mrgreen:

      @Dewa Dewi
      He-e bisa aja sih, nama-nya juga selera, kan pasti ber-ubah-ubah, kecuali kalau emang udah adiktif😉

    42. itu film tentang cinta, meski openingnya memang “agak” ngawur, huehehehe

    43. brrr…masih merinding gara2 artikel sebelah…brrr…nggregesi…brrr:mrgreen:

    44. Hallo mas , saya berkunjung karna ngobrak abrik google ga nemu full movienya yg indo sub . Klo boleh tau atau memberi info bisa tolong kasih tau saya 😁 Terimakasih

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: