Bagaimana Kalau Dia Dan Kamu Berbeda?

cintaduakutub-thumbnail Semalam aku di-telepon oleh salah seorang sahabat-ku, seorang pria gagah yang sudah cukup mapan, dan yang pasti selalu ber-pakaian rapi. Dan pagi ini aku baru saja di-telepon oleh salah seorang sahabat-ku, seorang gadis yang manis dengan jilbab-nya yang selalu matching dengan pakaian yang di-kena-kan-nya.

Mereka ber-dua adalah sepasang kekasih yang sudah cukup lama men-jalin hubungan yang seperti-nya menurut-ku ber-jalan dengan baik sekali. Dan sekarang mereka menelepon-ku untuk ber-bagi cerita dan menanya-kan per-timbangan-ku akan hubungan mereka, karena mereka berencana untuk kawin lari. 😮

Yupe, mereka sedang mengalami masalah berat, mereka merasa kalau sudah waktu-nya mereka meng-akhiri petualangan cinta mereka dan me-lanjut-kan-nya ke jenjang per-nikahan. Sesuatu yang pasti di-tunggu-tunggu oleh setiap orang yang sedang kasmaran. Tapi, kenapa cara-nya harus dengan kawin lari? Apa gak ada cara yang lebih baik dari itu?

Mereka ter-lahir dari dua kutub yang ber-beda, sahabat-ku yang laki-laki adalah penganut Kristen yang taat, yang sebagian dari hidup-nya di-luang-kan-nya pada kegiatan ke-pemuda-an di gereja. Sahabat-ku yang perempuan adalah penganut Islam yang taat, yang sebagian dari hidup-nya di-luang-kan-nya untuk mem-bantu anak-anak panti asuhan yang belajar di sebuah pesantren.

Dan saat ini, ketika mereka sudah merasa siap untuk menikah, masalah itu muncul dari kedua keluarga masing-masing. Yang ber-sikeras kalau salah satu dari pasangan ini harus pindah kepercayaan-nya, meskipun pasangan tersebut merasa tidak ada masalah jika mereka harus menjalani-nya dengan prinsip mereka masing-masing.

Ini yang mem-buat mereka sangat-sangat bingung, di-satu sisi mereka sangat mencintai pasangan-nya, tapi di-sisi lain mereka juga tidak ingin kehilangan hubungan dengan keluarga masing-masing yang telah meng-ultimatum untuk me-mutuskan hubungan kekeluargaan dengan mereka kalau sampai mereka meninggal-kan agama-nya.

Jujur, aku tidak punya pengalaman apa-apa dalam masalah ini, dan ini yang mem-buat aku sedikit bingung kenapa mereka meminta per-timbangan-ku dalam hal ini🙄 . Tapi sebagai seorang sahabat yang baik, aku berusaha mem-beri-kan pandangan kepada mereka sesuai dengan nalar-ku yang ku-anggap logis sesuai dengan apa yang aku ketahui.

Per-beda-an prinsip yang memang aku tahu pasti akan sangat berat untuk mereka lalui. Bukan karena mereka ber-dua, tapi keluarga mereka, yang sudah pasti akan sangat-sangat ber-tahan, serta cenderung memaksa-kan prinsip yang mereka yakini kepada dua sejoli ini. Jadi aku hanya bisa meng-ingat-kan mereka kalau mereka yang harus memilih dengan konsekuensi-nya:

  1. Dengan mempertahan-kan cinta mereka, mereka harus siap, baik atau buruk-nya tanpa dukungan keluarga. Dan toh banyak contoh kasus pasangan yang ber-jalan sesuai dengan prinsip masing-masing yang masih tetap langgeng ampe saat ini, ada Jamal Mirdad dan Lydia Kandouw atau Katon Bagaskara dan Ira Wibowo, beberapa dari contoh tersebut. Bukan-kah tidak ada jaminan kalau se-iman itu pasti membuat sebuah hubungan akan lebih langgeng dan lebih baik?🙄
  2. Atau-kah mereka lebih memilih untuk menyudahi hubungan mereka, dan menurut pada keinginan keluarga mereka, yang aku tahu pasti akan membuat hati mereka ber-dua sakit. Tapi di-satu sisi juga bisa saja menjadi sesuatu hal yang positif, karena rencana yang ditentukan oleh yang di-ATAS, tidak ada seorang-pun yang bisa mengetahui-nya.

Aku tahu keputusan apa-pun yang mereka ambil adalah keputusan yang sama-sama berat dan sangat dilematis. Belum lagi akan menentukan nasib hubungan mereka ke depan.😐

Atau-kah ada di-antara teman-teman yang bisa mem-bantu men-cari-kan solusi buat kedua sahabat-ku ini?

[catatan:]

Gambar di-ambil dari sini, sini dan sini dan di-godok jadi satu😉

59 Tanggapan

  1. Cerita lamaaaaaa,……………

  2. lebih memilih untuk menyudahi hubungan mereka, dan menurut pada ………….

    Islam……..

  3. @mbelgedez
    Aku juga ngeh kok Mbel kalau ini sebuah kisah yang klise, hanya tetap saja akan ter-lalu sulit untuk mengambil keputusan.
    Btw, thanks buat saran-nya, akan aku sampai-kan ke mereka😉

  4. kalau dah menyangkut masalah keyakinan, waduh memang serba, bagkan teramat dilematis. Tapi kalau menurut saya sih Bung Militis, pernikahan itu sesuatu yang agung dan suci. Kalau bisa hanya sekali seumur hidup sehingga perlu pemikiran yang cermat dan matang dari berbagai sisi. Perkawinan bukan untuk kita saja, melainkan juga untuk kedua orang tua dan juga saudara2 kita yang lain. alangkah sedihnya kita bisa hidup berdua dengan orang yang kita kasihi tetapi kita nggak pernah bisa berkomunikasi dg ortu atau sdr kita yg lain.
    (Maaf lupa nggak logout. Yg muncul username blog untuk latihan teman2 guru di Semarang, hehehehehe😀 )

  5. baiknya sih ga usah diterusin
    kecuali milih salah satu…

  6. Mending belajar agama pada saya dulu, gimana bro?😆

  7. Eh , tapi nggak usah dink. Wong yang bermasalah itu keluarganya ya? Yah jadi susah nih.

  8. btw, gambarnya mantap tuh bro. *lagi mikir mo nulis makna gambarnya*

  9. Kawin lari aja..
    Kalo mereka udah punya anak (cucu bagi orang tua) dan kelihatan bahagia, mosok keluarganya gak juga mau nrima..
    *andai kami seberani mereka, hikz.. hikz..*

  10. wah pilihan sulit, nggak bisa ditentuin dengan melemparkan koin, gimana kalau menentukan piliha n dengan menghitung kancing baju tau kan?
    yang diitung dari bawah itu loh 1 2 1 2 1 2 yang paling atas jawabannya….. apa yang bawah yah? duh kenapa saya jadi ragu2 yah……ntar saya lempar koin dulu.

  11. jah kepencet…. sebenernya belom selesei huhuhu

    kalau menurut saya yang penting pertama kali menetapkan maksud dan tujuannya biar tidak ragu2. sebelum memutuskan untuk lari atau pisah.
    Sebenernya sih kalau menurut saya pernikahan itu untuk yang menjalaninya kok, untuk mereka dan anak cucunya. jadi seperti indonesia bersatu kita teguh bercerai kita runtuh. huhuhuhu
    kalau udah bersatu belanda pake bedil aja kalah ma bambu huhuhuhuu

  12. Wah maaf saya tidak bisa memberi tanggapan apa2 Bro …
    Seperti yang pernah saya sampaikan di YM! kemarin2 … saya tidak suka apalagi ahli kalau menyangkut hal2 yang beginian (cinta).

    Perbedaan sebenarnya menciptakan nada2 yang indah … tapi kalau perbedaan keyakinan dalam payung satu rumah tangga saya benar2 tidak punya pendapat.

    Intinya kalau saya pribadi sich … saya lebih mengutamakan rasio-logika dari pada emosi-perasaan. Tapi ya tiap orang beda2 sich …
    Semoga cepat terselesaikan dech masalahnya … dan semoga baik2 untuk semua pihak

  13. saya percaya dengan kalimat : cinta bisa mengatasi perbedaan.

    tapi saya masih suka ragu kalau “dua orang yang saling mencinta bisa mengatasi perbedaan”.

    saya beberapa kali menerima kasus ini dlm konseling pernikahan dulu. dan jawaban saya selalu standar :

    “apakah kamu berdua YAKIN SEYAKIN-YAKINNYA kalau cinta kalian berdua itu bisa mengatasi perbedaan yang sangat besar itu ?”.

    Itulah hal pertama yg harus ditanyakan pada mereka. Kalau cinta mereka bisa mengatasi perbedaan, maka itu juga termasuk mengatasi konsekwensi yang timbul akibat cinta itu. Kalau mereka punya kekuatan, komitmen, dan hati yang teguh, maka saya yakin itu bisa mulus-mulus saja.

    *tapi hati orang siapa yang tahu ya ?*😉

  14. *lagi menghadapi masalah yang sama*

    Hmmm….
    Haih.. mbak milis, bukannya kalo hukum Islam, cewek yang muslim ndak boleh nikah sama yang non muslim ya? Kalo begituh, dianggap zina yah?

    Aih…
    😥

  15. Baca komen di atas …
    *ngakak sambil guling2*
    Saya setuju dengan pendapatnya Bang Pyrrho (susah amat namanya) lho Mbak Milis
    *komen lagi hanya untuk menulis yang dipertebal itu hehehe*

  16. @Pak Deking
    Yayay, ayo kita panggil Mbak Milis, mudah to??😛

  17. Jujur, aku tidak punya pengalaman apa-apa dalam masalah ini, dan ini yang mem-buat aku sedikit bingung kenapa mereka meminta per-timbangan-ku dalam hal ini..

    hmm.. karena denger2 masih jejaka ya..😀 , ups.. maaf.. karena sesama jejaka dilarang saling melempar FAQ yg ‘itu’😈

    *serius*, mungkin mereka bisa mengatasi perbedaan yang masih dalam level kepercayaan… tapi akan sulit untuk mengatasi perbedaan dilevel kebiasaan atau perbuatan… biasanya masalah muncul karena kebiasaan-kebiasaan yang berupa perbuatan, misalkan yg satu harus sholat 5 waktu, puasa dll.. yg satunya harus kebaktian kegereja dll.. saya kok tidak yakin mereka bisa mengatasi perbedaan ini hanya dengan cinta…

    hal ini mirip dengan pernikahan beda level yg lainnya.. misalkan kaya dgn miskin, lain kebiasaan adat istiadat (walopun kepercayaan sama) dll..

    seperti yg dikatakan bung pyrrho diatas.. saya juga percaya bahwa cinta bisa mengatasi perbedaan.. tapi saya juga ragu.. apakah sekuat itukah cinta mereka?

  18. *ikutan Auri dan deKing*

    Apa yang mbak sarankan ke teman mbak itu .. sudah pas. Artinya .. kita hanya membantu sebatas kemampuan kita. Karena keputusan tetap ditangan mereka. Karena hidup seterusnya mereka yang jalani.

    Paling yang bisa kita lakukan selanjutnya adalah sharing pengalaman pada orang2 yang sudah menjalani perkawinan dengan dua keyakinan. Mudah2an dari sharing itu, mereka dapat memetik pengalaman berharga. Apakah lanjut atau cukup sampai disini ..

  19. Begenee….
    Sayah segh zakelijk ajah.

    Kalok “mbak milis” udah brani memutuskan berjilbab diri, berarti udah saatnya pulak harus brani memutuskan masalah sepele ini.

    Jelas ada dalam Al Quran dan Hadits,
    Sebagai seorang Muslimah, adalah HARAM hukumnya kawin dengan lelaki nyang TIDAK SEAGAMA.

    Artinya, bila nekad dilakukan jugak maka sepanjang perkawinan mereka adalah ZINA adanya.

    Adakah komentator nyang berani “mengagungkan akal” dengan membantah Hadits nya ???

  20. Wah, pusing deh, Mus. Hmm…temanku Tionghua, agama Budha, Suaminya Melayu, Islam. Mereka baik-baik saja tu. Sudah punya 15 orang cucu malah. Tinggal di Singkawang. Cerita cinta mereka dulu juga pahit. Tidak diterima di keluarga. Dengan berjalannya waktu mereka akhirnya di terima juga.

    Bila berlainan agama butuh pengertian. Oh, ya, temanku itu kalau lebaran mereka rayain. Pada saat tahun baru imlek mereka juga rayain. Pada saat suami ke mesjid istrinya setia menunggu. Pada saat ke vihara suaminya yang mengantar.

    Okey, deh, Mus. Hanya itu yang bisa saya beri. Dari pendapat pribadi tidak ada. Mungkin kalau cinta memang butuh pengorbanan salah satunya harus mengalah pindah agama.

  21. Yang lebih penting lagi bukan Mus-mus kan yang ngalami.

  22. susah…….
    harus pikir panjang dulu sebelum mengambil keputusan.

  23. Om, dalam kasus seperti itu saya kenal pasangan yang memutuskan untuk tetap bersama dan menjalani kehidupan beragama mereka sendiri-sendiri.
    Mungkin hal itu seperti yang dikatakan om Pyrrho diatas:

    cinta bisa mengatasi perbedaan.

    Saya ndak tahu dengan masalah hukum karena saya dengar bahwa pemerintah tidak mengijinkan perkawinan dengan dua agama yang berbeda.

  24. Nambahi om,
    Jika dikaitkan dengan komentar om Mbelgedez yang #4, saya ndak bisa berpendapat apapun soalnya pendapat itu menyangkut keyakinan pribadi.
    Pemahamannya tidak bisa dipaksakan, jadi, no comment tentang hal itu😀

  25. OOT sebentar :
    *ngakak kenapa jadi mBak Milis??*
    *oya, itu paman mBell kenapa ya??, baik-baik aja kan??*
    ______________________________
    saya setuju dengan paman Sawal yang sedang menyamar:mrgreen:
    -udah-

  26. harusnya sebagai seorang muslimah sudah tahu to hukumnya gmana, ato jangan2 cuma muslimah2an…(sorry kalo tersinggu)…
    bagi mereka yang mengatakan nikah beda agama ga maslah tau dari mana, kehidupan RT mereka yg ditutup2i siapa tahu, didepan damai dibelakang ribut……..
    apakah sudah yakin bener dengan pilihan…baik menurutmu belum tentu baik bagi Allah, buruk menurutmu belum tentu buruk bagi Allah..

    lebih baik menikah dengan orang yang kamu cintai atau mencintai orang yang kamu nikahi.

    kalo saya mending milih keluarga, pacar ato calon istri/suami masih bisa dicari…..

  27. Menurut saya, solusi gak ada mas. Kompromi iya. Cuma kompromi juga ada ketentuannya. Berbicara secara islam yang saya yakini, komromi itu boleh asal menyangkut hidup mati. Misal, makan babi menjadi boleh ketika memang gak ada makanan lain yang harus dimakan sedang hal itu terpaksa dilakukan demi kelangsungan hidupnya. Tapi untuk teman mas extrem ini, kompromi menurut aturan akidah tidak menjadi berlaku jika teman mas ini masih berada di indonesia-indonesia saja. Karena begitu banyaknya bujangan yang seakidah tersebar diseluruh nusantara ini. Tinggal pilih kok, mau yang model bagaimana atau mau pilih saya aja, he…

    Tapi yang jelas, siapapun yang berkompromi akan diragukan kredibilitasnya, mas gak akan berpikir….
    Tuhan aja dikhianatin, apalagi cuma kita-kita orang?

  28. He, sy pernah melewati ini dulu. Tp gagal smp nikah, scara ortu si cewe suxes misahin anaknya dari sy…
    Bro minta sumbang saran ya?
    1) Kl memang mampu tuk hidup independen lepas dari ortu masing2 (scara finansial), ya nikah lari saja. Mo apa lg? Dihadapan ortu, sampai kapanpun anak tetap anak. Nurut itu wajib. Tp cepat or lambat kt pasti akan meninggalkan ortu tuk hidup dewasa, & ortu jg akan meninggalkan kita duluan mghadap Tuhan. Hanya si dia inilah yg akan menemani hidup kita sterusnya. Prioritaskanlah…😉
    2) Scara dogma Kristen jg sama dg Islam. Dilarang bersanding dgn yg tidak seiman. Jd terus jalan masing2pun (tanpa pindah) sbenarnya tetap ada dalil yg dilanggar. Kl mo bilang kepalang basah, biar adil, berdua pindah ke Konghucu atau Hindu skalian… (tp sy tidak merekomendasikan ini) 😐
    3) Walaupun disangkal, ortu tetap ortu, kita slalu sayang mereka. Tp kekasih? Bersedia kehilangan dia karena ortu? Rela liat dia digaet orang lain nanti? Sebaiknya jangan…. 😦 Traumanya bisa lebih berat daripada dimusuhi keluarga. Jd, kembali ke poin 1. Nikah lari sajaaaaa….!!! 😈

  29. nikah di luwar nagari ajah😀

  30. pilih yang ini :

    “Atau-kah mereka lebih memilih untuk menyudahi hubungan mereka, dan menurut pada keinginan keluarga mereka, yang aku tahu pasti akan membuat hati mereka ber-dua sakit. Tapi di-satu sisi juga bisa saja menjadi sesuatu hal yang positif, karena rencana yang ditentukan oleh yang di-ATAS, tidak ada seorang-pun yang bisa mengetahui-nya.”

    udah ngejalanin mas..hiks hiks!! sedihnya emang masih kerasa, tapi mau gmn lagi?? duh bingung! no comment!
    klo temennya yakin bisa jalanin, yah jalanin silahkan,. tp ga rekomen kalau sampai harus dimusuhin ortu…yang bener sih, gmn cara mereka pokoknya sampai keluarga ngerti dan menerima. itu aja…

  31. menurut saya yang terlupakan (selalu terlupakan) dari sepasang kekasih adalah daya nalar mereka. kalau mau berpikir menggunakan logika dengan pertimbangan mana yang terbaik, seharusnya mereka memilih untuk saling berteman saja karena cinta bukan hanya untuk saling memiliki, tapi untuk menjadikan dunia ini lebih baik lagi. jika semua pihak senang maka atas nama cinta semestinya mereka berduapun bahagia. adalah egois jika hanya berpikir cinta adalah menyatukan perbedaan dengan cara kawin lari. kalau menurut saya justru itu adalah pemaksaan kehendak.

  32. ah…
    saia mengalami masalah yang sama..

  33. ini juga terjadi pada anaknya ibu kosku. yang laki-laki katolik taat, yang perempuan dari keluarga islam yang kuat. akhirnya mereka memilih putus. biar sediiiiiiiiiiiiiiiiiih banget kelihatannya (yang lihat dan denger aja ikut sedih) tapi ya itu, kecintaan pada Tuhan melebihi segalanya.
    dan menurutku, keputusan itu paling rasional.

  34. Weks…ter-nyata udah banyak, thanks buat semua, maaf baru bisa bales, baru aja dari luar kota yang tanpa kehidupan sama sekali😛

    @sastra212

    pernikahan itu sesuatu yang agung dan suci

    Aku setuju dengan yang ini Pak Guru. Hanya saja masalah-nya banyak juga yang mengorban-kan cinta-nya demi sebuah ke-suci-an mahligai pernikahan. Sungguh ironis ya Pak?😐

    @caplang™
    Saran-nya bakal segera di-terus-kan, thx bro😉

    @danalingga

    Mending belajar agama pada saya dulu, gimana bro?😆

    Halah…belajar Dana-isme maksud-nya:mrgreen:

    btw, gambarnya mantap tuh bro. *lagi mikir mo nulis makna gambarnya*

    Thanks bro, jadi pengen malu😳

    @qzink666
    Eh iya, ente juga ngalemin hal yang sama ya bro, aku baru ingat.
    Dan itu juga yang men-jadi argumen mereka ketika menelepon-ku lho.

    @bedh
    Hiks…ndak punya kancing baju dan ndak punya koin. Gimana tuh?😈

    @deKing yang biasa2 saja
    Aku juga ber-pikir yang persis sama seperti apa yang bro pikir-kan. Maka-nya aku juga hanya bisa mem-beri-kan argumen yang secara logika masih bisa di-terima oleh mereka. Dan yang pasti aku juga pasti men-doa-kan mereka supaya menemukan jalan yang ter-baik untuk mereka ber-dua bro.😐

    @Pyrrho

    “apakah kamu berdua YAKIN SEYAKIN-YAKINNYA kalau cinta kalian berdua itu bisa mengatasi perbedaan yang sangat besar itu ?”.

    Thanks bro, aku juga akan menanyakan kembali hal yang sama kepada mereka.
    Dan ya, semua-nya ber-pulang kepada mereka ber-dua sih, se-sanggup apa mereka melewati jurang yang begitu lebar menganga😉
    Oh ya, cinta bisa mengatasi perbedaan, tapi cinta itu juga buta kan?

    @auriNgoNpaiSte
    Arrggghhh, aku kok dipanggil Mbak sih Natt😕
    *cincang Natt berdua ama BB*
    Seperti-nya yah seperti itu, dan juga sebalik-nya kan?

    @deKing yang biasa2 saja lagi?
    Ini lagi, seneng yaks bro aku di-panggil Mbak😥
    *koyak-koyak kertas thesis-nya deKing*

    @auriNgoNpaiSte lagi?😕 *pukul-pukul jidah Natt*😈

    @warnetubuntu
    Thanks. Aku meng-anggap ini juga sebuah pencerahan yang logis, dan seperti-nya pemikiran-pemikiran ini yang bikin mereka sekarang dalam keadaan kalut🙄

    @erander
    Lha Bang? Kok ikut-ikut-an manggil aku Mbak sih?
    Aku masih punya yang “itu” lho, masih utuh dan masih normal😈

    Btw, akur bang, semua keputusan hanya mereka yang bisa menentukan karena mereka sendiri yang akan men-jalani-nya😛

    @mbelgedez lagi?
    Berani ber-prinsip itu bagus Mbel, itu berarti situ meyakini apa yang kamu percayai.😉
    Tapi bukan ber-arti kita harus memaksakan apa yang kita percayai kepada orang lain kan?
    Aku pasti akan mem-forward ini langsung ke sahabat-ku yang cewe itu. Thanks ya Mbel.

    @Hanna
    Satu lagi contoh, ketika dua per-beda-an prinsip bisa ber-jalan dengan baik sekali.
    Thanks Han, mudah-mudah-an ini juga bisa jadi masukan buat sahabat-sahabat-ku itu.😉

    Btw, bukan aku kok Han, dijamin 100%:mrgreen:

    @itikkecil
    Silah-ken Ra, something decide in a rush will be crush right?:mrgreen:

    @sigid
    Yupe. Aku juga melihat banyak sekali contoh kasus yang seperti itu Gid.
    Dan seperti-nya aku juga setuju kalau keyakinan kita pribadi tidak bisa kita paksa-kan kepada orang lain😉

    @goop
    Hus…jangan di-tambah-tambah-in Goop. Gak tahu tuh si Natt kesambet apa manggil aku Mbak😕
    Hehehe, keren juga tuh Pak Guru juga jago nyamar:mrgreen:

    @Rommy
    Thanks buat saran-nya bro. Aku juga bakal nyampein ini ke mereka, semoga mereka bisa memilih yang ter-baik.🙂

    @undercover
    Aku sangat setuju dengan apa yang kamu papar-kan Herd.😉
    Tapi…aku mo sedikit konfirmasi tentang kalimat yang ini:

    Tuhan aja dikhianatin

    Agama-nya atau Tuhan-nya yang dikhianati? Apakah Tuhan yang di-sembah Islam itu ber-beda dengan Tuhan yang di-sembah oleh Kristen?🙄

    @jensen99
    Hohoho, ini saran yang ber-dasar-kan pengalaman langsung meskipun gagal ya bro? Thanks bro.😉

    Tp cepat or lambat kt pasti akan meninggalkan ortu tuk hidup dewasa, & ortu jg akan meninggalkan kita duluan mghadap Tuhan. Hanya si dia inilah yg akan menemani hidup kita sterusnya. Prioritaskanlah…😉

    Aku cukup ter-sentak meng-iya-kan bagian yang ini. Tapi bukan ber-arti kita tidak meng-hormati orangtua kita kan?😉

    @detnot
    Ide bagus juga tuh:mrgreen:

    @verlita
    Thanks untuk simpati dan saran-nya, dan aku juga ikut ber-sedih dengan apa yang udah kamu alami😐

    @aji
    Saran-nya di-tampung. Dan pasti bakal di-forward juga ke si empunya masalah. Thanks bro.
    Walaupun itu sebuah Pemaksaan kehendak kalau memang itu demi sebuah keyakinan bagaimana dong?😉

    @endjivanhouten
    Ikut ber-sedih😦

    @marsitol

    kecintaan pada Tuhan melebihi segalanya.
    dan menurutku, keputusan itu paling rasional.

    Yupe, ini juga adalah salah satu per-timbang-an yang paling hakiki sekaligus dilematis, setidak-nya untuk mereka saat ini😐

  35. apakah cinta selalu butuh pengorbanan ya? *si jomblo yang bingung*

  36. wah…saya nggak bisa kasih saran soal beginian. soalnya belum pernah ngalamin…

  37. wahhhhhh…………
    yang satunya sholat dulu dah..
    yang satunya lagi… *ga tau caranya*

    yang bisa kasih keputusan hanya kenekatan kali😆

  38. Ndak tau, katanya kalo cowok muslim boleh nikah sama yang non muslim. Lah, tapi hubungan sex nya masih dianggap zina. Walah? Bingung saya, mbak milis…

    Aihaih… *islamisasikan BB*

  39. Sekadar mau lihat, PR-nya dah dikerjakan apa belum, hehehehehe😆

  40. ha-Lah kau ini Mus…
    pu-ra pu-ra ki-sah o-rang la-in saja…😆

    cin-ta, cin-ta dan cin-ta lagi…
    kamu lagi jatuh cinta ya?😆

    ah, semoga kau segera mendapatkan cintamu, asalkan jangan dengan Deking, Anto, Ade Bayut, Arul, Almas, atau bayut bayut lainnya😆

  41. untukkuyang ga pernah ngalamin dan semoga ga mengalami dengan mudahnya aku akan bilang:
    sudahi saja……….

  42. harus jadi satu seiman dulu…. baru deh bisa….

  43. Bang Mus
    baru aja dari luar kota yang tanpa kehidupan sama sekali

    Emang ada kota tanpa kehidupan, dimana itu??

    Pak Sawali
    Sekadar mau lihat, PR-nya dah dikerjakan apa belum

    Sukurin dimarahin Pak Guru, karena nda’ ngerjain PR
    Saya sarankeun, di-skors aja pak
    *provokator*

  44. AAArrrrrggggHHHH…. susah ini…..

    siyal….

    mau kasih komentar apa….???

    kalo mau hidup damai ya sudah akhiri saja hubungan itu… kalo ingin hidup bahagia… teruskan saja hubungan itu…

    nggak ada solusi yang menyebalkan disini… hidup itu pilihan… mati itu takdir…

  45. Menunggu undangan perkawinan :0

  46. pilihan yg susah Mus, harusnya pilihan itu ditentukan saat masih berada di garis start, bukannya dipertengahan lap. Waktu start kan memang sudah tau resikonya kan.., kalau memang kommit ya udah hajar teruss sampe finish…

    seperti kata Miyamoto Musashi yg punya seribu arti

    aku tdk akan menyesali hal2 yg kulakukan

    kalo masalah zina ga zina, hmm… itu relatif…
    kenapa relatif? ya, kalau salah satu pindah kepercayaan apakah dia pindahnya tulus?? kalo ga tulus cuman kulitnya doang, kan zina juga kan? zina dan tidak itu antara pribadi dgn Tuhan, persetan dgn pandangan umum hehehe…

  47. […] doa. Kepada teman-teman saya, tanpa kalian, saya bukan apa-apa. Terima kasih juga untuk semua yang sudah mampir, komen, menorehkan kenang-kenangan berupa pertamax, hetrix, top skor dan lain-lain di […]

  48. Duh telat nih…😳
    Memang dr beberapa contoh pasangan yg mengambil keputusan tersebut dapat menjalani dgn langgeng-langgeng aja. Tapi apa responsibility mereka ke TUHAN.

    gW cma punya pesen bt mereka berdua “Jika memang merasa TAAT SAMA AGAMA, lakukan apa yang MENURUT AGAMA itu BENER, bukan dengn contoh yang ada atau perkataan orang.

  49. ikuti kata hati..bagi saya perbedaan bukan halangan. Karena cinta hanya untuk cinta, sesimple itu.

  50. Dan semalam ada yang SMS Ade bunyinya gini mas: “De, mas mus itu pejuang cinta loh, pejuang cinta sejati”

    Bener gak mas? * hub Ade kalo mau tahu siapa yg bangga menjadi teman mas itu *

    -Ade-

  51. @Dimas
    Itu yang harus kita per-tanya-ken bro🙄

    @cK
    Gak Fa Fa Kok, Tapi Harus😈

    @almascatie
    Bisa juga seperti itu:mrgreen:

    @auriNgoNpaiSte
    Arrrggghhhh, Mbak Lagi😕
    Aku ikutan bingung aja deh😈

    @Sawali Tuhusetya
    Hiks…belon Pak Guru, tapi pasti segera kok😛

    @Mrs.Neo Fortynine
    Tanya-ken pada rumput yang ber-goyang Wi dan Tumben kamu kali ini doa-nya bener…😈

    @nieznaniez minggu tenang
    Pasti di-sampein saran-nya Niez😉

    @Anang
    Oce, saran bakal di-sampein juga😉

    @goop
    Ada kok Goop. Bayangin aja kalau kamu ke suatu tempat, di-mana yang ada cuma 1 box besar berisikan repeater radio plus Antenna radio dan dikelilingi pohon-pohon, yang kalau kamu mo ke-situ mesti jalan kaki 2 kilometer, dan rumah-rumah ber-ada dalam radius 6 km dari lokasi-nya gimana hayo?😉

    @celo =3

    kalo mau hidup damai ya sudah akhiri saja hubungan itu… kalo ingin hidup bahagia… teruskan saja hubungan itu…

    Seperti-nya ini cukup bagus dan simpel buat mereka pertimbang-kan kok bro. Thanks😉
    Dan pasti, menyebal-kan sih tidak, menyedih-kan pasti😛

    @Ram-Ram Muhammad
    Weksss…belon, ini mereka juga masih bingung lagi…

    @CY
    Aku tahu juga susah kok Bro. Maka-nya itu aku juga bingung pas mereka nanyain ke aku😐
    Gak tahu juga sih di-awal apa mereka udah mikirin tentang ini, apa mereka hanya ber-jalan ber-dasar-kan kalimat klise: “Di-jalani saja”😕

    kenapa relatif? ya, kalau salah satu pindah kepercayaan apakah dia pindahnya tulus?? kalo ga tulus cuman kulitnya doang, kan zina juga kan? zina dan tidak itu antara pribadi dgn Tuhan

    Hohoho, aku setuju sekali dengan ini.😛

    @goes
    Responsibility mereka kan itu menjadi tanggung jawab mereka sendiri, bukan begitu? Belum tentu kan yang nikah-nya se-iman pahala-nya lebih besar dari pada yang gak se-iman di mata Tuhan. Apa ada yang men-jamin ?🙄
    Dan hmmm, aku pribadi sih, ter-lepas dari masalah ini lebih memilih Taat sama Tuhan, bukan sama Agama😉
    Tapi pesan ini pasti kok aku forward ke sahabat-sahabat-ku itu…

    @iman brotoseno
    Saran ke-sekian yang merujuk ke kata hati Mas Iman. Hehehe, keren juga yaks “Cinta Hanya Untuk Cinta”😉

    @Sayap KU
    Weksss…hehehe masa sih? Aya-aya wae itu De, benar tidak-nya kan aku gak bisa menilai diri-ku sendiri, hanya orang lain yang ber-hak menilai diri kita😳

    Oke deh, ntar aku hub kamu yaks, Thanks De😉

  52. Coba kita telaah dulu; apa sebenarnya tujuan dari pernikahan? Menurut saya, nikah untuk ibadah. Cinta hanyalah bumbunya saja. Sedangkan sex adalah pemenuhan kebutuhan biologis yang dibedakan dengan hewan oleh pernikahan.

    Kemudian, pernikahan di Indonesia selain menyatukan dua individu juga menyatukan dua keluarga. Klo dah beda gitu gimana? Klo tetap dipaksakan, bisa repot sendiri.

    Dan yang terakhir, jangan pernah membantah apa kata ortu. Udah banyak contohnya orang yg suka membantah ortu itu hidupnya tidak akan bahagia dan sengsara.

    Selain itu, ya silahkan ambil resiko sendiri.

  53. @undercover
    Agama-nya atau Tuhan-nya yang dikhianati? Apakah Tuhan yang di-sembah Islam itu ber-beda dengan Tuhan yang di-sembah oleh Kristen?

    *Setahu saya lain mas, jadi knp ada Islam, Kristen, dll. Tapi itu gak penting, karena yang penting adalah keyakinan kita kepada Tuhan masing-masing yang kita sembah dan tidak boleh seorangpun yang boleh complaint, he he.*

    #Terkadang saya juga berpikir rada extrem, kita ini kan dilahirkan gak minta sebagai apa. Gak membawa dendam kepada siapapun. Tapi ketika kita menghirup udara ini, mendadak dah dihadapkan oleh segala perbedaan. Sebenarnya siapa sih saling dendam? Jika pun seandainya Tuhan itu memang ada 2, 3 atau berapalah jumlahnya, kenapa gak rekonsiliasi aja. Saling berjabat tangan gitu, he.. Kita aja yang berbeda dan gak minta2 aja bisa saling mencinta… contohnya mba sama mas yang ada dalam tulisan mas extrem ini. He..#

  54. […] dan di-capai.  Apalagi kalau ndak di-kerja-in, ntar Pak Guru bener-bener nge-laksana-in hembusan-hembusan penyesatan umat yang di-kirim Goop si Manusia […]

  55. hayaahh…udah telat ngasih komen. kalo bisa sih ambil jalan yang nomer 2 aja bro. kalo mo tau alasannya ya balik aja lagi ke Q & H ituh…😀

  56. ngggg,..
    ini masalah klasik di lingkungan gw euy,..
    tapi kalo bole saran seh, mendingan pisah aja,..
    atas nama cinta, pengorbanannya sangat besar euy,.😀

  57. aaargh… td uda nulis pjg lebar, ilang gara2 koneksi brengsek -huaaaaahhuhuh-

    ya udah, ga pjg lebar deh. intinya saya juga senasib sepenanggungan. biar deh, kl saya dicap tukang zina, nemenin mereka yg dicap kafir:mrgreen:

    ada cara lain kl masih pgn berjuang. coba ikutan milis kawin campur di yahoogroups. byk temen2 yg terbantu. misal cari pemuka agama yg pro kawin campur en mau ngawinin. \

    mslhnya adl giimana meyakinkan keluarga. itu aja.

    kl masyarakt, bah, cuek aja -sama spt komentator2 ini- sapa elo, berani memutuskan yg terbaik buat kita. emang elo mau yeponsorin kawinan gw plus nanggung anak cucu gw ???
    kl iya, sih baru gw nurut. sama Tuhan aja kadang nakal, ngapain nurutin masyarakat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: