Entah Masih Sempat

thumb_belatigrunge Ada jendela yang ter-buka, dengan semilir angin menyejuk-kan mem-beri-kan damai. Ada satu pintu yang di-tuju untuk di-buka dan akan di-lewati. Hujan lebat itu akan selalu ada, dan mendung itu akan selalu gelap, tapi langkah-langkah kaki tidak-lah seharus-nya ber-henti, ketika belum saat-nya ber-henti.

Masih ada matahari yang menunggu di-sana, menunggu ketika dia menyinari, dengan sengatan lembut-nya di pagi hari, di-selingi terik-nya di siang hari, hingga akhir-nya mewarnai emas lembayung senja, ketika matahari harus kembali ke peraduan-nya

Lampu temaram, meng-hiasi tiap sudut jalan ini, dengan langkah gagah dan maskulin dia ber-jalan serasa jalan itu adalah milik-nya. Dan oh bukan hanya jalan, dunia itu hanya milik-nya. Segala sesuatu-nya seperti sempurna, se-sempurna terbit-nya matahari di pagi yang cerah.

Tawa riang, dan tawa nafsu sedikit di-paksa-kan meng-gelegar di-tengah hiruk pikuk keramaian, dengan tetes demi tetes cairan duniawi meng-gelegak di dalam tenggorokan. Waktu ber-jalan cepat, dan tidak akan pernah ber-henti apalagi kembali, dan pintu itu masih ter-tutup dengan jendela sedikit ter-buka.

Darah ber-warna merah pekat, menetes-netes di lantai keramik licin, di-sela ke-ramai-an manusia-manusia yang men-cari sesuatu yang belum tentu mereka ingin-kan. Tidak ada yang tahu, semua-nya ber-jalan seperti ada-nya, hanya bau amis darah saja yang meng-gusur wewangian dalam setiap hirupan udara.

Ter-seok-seok dia ber-jalan di jalan sepi, siluet hitam pekat bayangan semu menari-nari dengan lampu temaram yang semakin redup, Ber-jalan pulang dengan jalan yang sudah tidak sama lagi. Hilang sudah senyum sang Don Juan, ber-ganti tetes demi tetes darah, yang masih ber-warna segar, dan hanya gemerisik rerumputan di-selingi suara pasir yang buyar ter-kena pijakan kaki yang di-tarik dengan berat.

Dia, ter-tusuk belati di perut-nya, dan dia tidak tahu apakah dia masih sempat untuk menengadah meng-hadap sang pen-cipta-nya, dan dia hanya bisa meng-gumam di-saat-saat terakhir-nya “Tuhan, ampuni dosa-ku”

[catatan:]

  1. Aku tidak tahu postingan ini ter-kategori-kan sebagai apa, tertulis begitu saja seperti apa yang ingin aku tulis-kan.
  2. Gambar di-ambil dari sini

47 Tanggapan

  1. Ugh, kalo begitu saya harus waspada, nih…
    jangan sampai ada belati yang nyasar di perut๐Ÿ˜†
    ________________________________________
    sip, bang fuitis sangadh:mrgreen:
    *hoek, pinjem bhasanya bentar*

  2. eh… ini gara-gara mabok ya?

  3. wow… ngeri…

  4. . . . semoga diampuni dosamu nak…

    *ditusuk belati*

    *berdoa’a*

    Tuhan jangan kau ambil nyawaku dahulu sebelum………………….. *mati duluan* ……………

  5. @goop
    Hahaha, boleh juga tuh, waspada akan segala hal kan baik.
    Tapi ada hubungan-nya gak ya? Aku juga bingung Goop๐Ÿ˜ณ

    @itikkecil
    Ndak kok Ra, aku kan ndak pernah pake acara mabuk:mrgreen:

    @caplang[dot]net
    Auk ah gelap:mrgreen:

    @warnetubuntu
    Ngeri? Apa-nya yang ngeri bro?๐Ÿ˜›

    @Andrew Wijaya
    Seperti-nya situ bisa mati beberapa kali baru keder bro๐Ÿ˜•
    *tikam-tikam celo*๐Ÿ˜ˆ

  6. saia merinding mbacanya…
    *ngumfedh dibalik meja oferator*

  7. ๐Ÿ˜ฏ
    *gemeter smbil ngumpet kolong meja*

  8. @Hoek Soegirang
    Wakakaka, bingung, kok Hoek jadi ke-takut-an yaks
    *geser-geser meja operator*๐Ÿ˜ˆ

    @goes
    Halah, Goes lagi, ikut-ikut-an ke-takut-an๐Ÿ˜›

  9. satu lg !
    sblom di tusuk
    (?)“Saya ga punya Utang-kn Mus?”

  10. sungguuuuhh bukan saya yang nusuk, Tuhan…

  11. saya juga ndak tahu bung militis harus komentar apa ketika komentar ini juga mulucur begitu saja di teks area ini. halah. satu hal yang pasti, dalam keadaan bagaimanapun kita jangan sampai lupa pada-Nya. Chairil Anawar pun pernah bilang:

    Di pintu-Mu aku mengetuk.
    Aku tak bisa berpaling.

  12. horor banget! …

  13. Ngeri? Apa-nya yang ngeri bro?๐Ÿ˜›

    woot!๐Ÿ˜ฏ , jangan2 situ yg nusuk.. pas jamannya jadi warrior dulu๐Ÿ˜›

  14. Seperti-nya situ bisa mati beberapa kali baru keder bro๐Ÿ˜•
    *tikam-tikam celo*๐Ÿ˜ˆ

    Walau beribu belati menikamku… aku tak akan mati sebelum kau mengizinkanku mati sayang…๐Ÿ˜‰

  15. duh…postingannya berat. bahasanya puitis. = =!

    mudah-mudahan sempat ya..๐Ÿ™„

  16. *mbayangin kejadiannya…*
    wah serem…
    bagaimana kalo dikasih obat merah…

  17. Rebutan kembang desa ya mas? He…

  18. masih… masih sempet untuk kaburr pokoknya
    *OOT mode On*๐Ÿ˜†

  19. s..p..e..c..h..l..e..s..s..:mrgreen:
    *salut*

    best regard.

  20. don, matimu diujung belati
    tragis, kasihan
    mungkin masih sempat
    huebat, bikin lagi yaa

  21. wah, bagus sekali bahasanya, Mus.
    tambah saluttt deng….

  22. Waduh, yang nusuk siapa tuh bro? Kamu ya?

    *adhominem lagi*

  23. Ini beneran apa rekaan aja??

  24. Masih ada matahari yang menunggu di-sana, menunggu ketika dia menyinari,

    Ya…masih ada matahari disana … masih ada harapan disana

  25. Sastra kelam .. seperti dari endapan rasa yang tersumbat karena tidak kuasa untuk melawan sehingga akhirnya muntah menjadi kata2 kelam, liar dan mengalir begitu saja.

    Sastra kelam .. tak memerlukan kaedah karena lahir dari alam yang tak terjangkau siapa pun karena hanya memerlukan jalan keluar melalui kata2 kelam, liar dan mengalir begitu saja.

    Itu pendapat abang atas pertanyaan mu di akhir postingan.

  26. duh..sempet gak ya?๐Ÿ™„
    kalo dia gak sempet mudah2an gw sempet:mrgreen:

  27. Wah iya horor:mrgreen:
    Wah jgn sampe bunuh diri krn merasa ga mampu nyelesein masalah deh, putus asa? jgn pernah putus asa karena putus asa hanya menimbulkan penyesalan.
    Btw moga2 itu orang bisa slamet n idup.
    *bunuh diri? paling gak bgt deh

  28. mm.. pada akhirnya manusia akan bertobat juga

  29. Walah replyku barusan ga nyambung BGT hahaha.
    Eh bunuh2an gitu apa manfaatnya seh? Masa’ gara2 cewe lgsg ilang akal gt?

    *telpun pulisi:mrgreen:

  30. santai,..

    *bawa kain kasa 2x3cm*

  31. @goes
    Hohoho, gak kok Goes, gak sedikit๐Ÿ˜†

    @niez
    Aku tahu Anak-Ku:mrgreen:

    @sawali
    Kesempatan memang selalu ada Pak Guru, dan biar-lah Dia yang menentu-kan-nya

    @kw
    Biasa aja kok๐Ÿ˜‰

    @warnetubuntu
    No comment *mirip kaya di iklan*:mrgreen:

    @Andrew Wijaya
    Sayang๐Ÿ˜•
    *najis bin abu munajiz*

    @cK
    Masa sih Chik? Tapi gak tahu juga tuh apa sempet atau tidak๐Ÿ™„

    @Moerz
    *ngirim obat merah satu kontainer ke moerz*๐Ÿ˜›

    @undercover
    Hahaha, ide yang sangat tidak ke-laki-laki-an๐Ÿ˜†

    @almascatie
    hayo mo kabur ke-mana, mo nyalahin aki ismet lagi?๐Ÿ˜†

    @rickisaputra
    Best Regards Too
    Salam Militis!!!, Thanks udah mampir๐Ÿ˜‰

    @hadi arr
    Apa-nya yang di-bikin lagi nih?๐Ÿ˜›

    @Hanna yang lagi hiatus
    Waduh Han, gak ada hebat-hebat-nya kok๐Ÿ˜ณ

    @danalingga
    Wahm suudzon itu. Btw, misal-nya iya kenapa dong? *ber-tanya lugu*๐Ÿ˜ˆ

    @Pradityabrainstorm
    Jawab-nya singkat: Gak bisa komentar bro๐Ÿ˜‰

    @deKing yang lagi-lagi sedang sibuk lagi
    Seperti-nya itu harapan semua orang yaks bro๐Ÿ™‚

    @erander
    Thanks bang atas pen-dapat-nya. Ini benar-benar abang-ku๐Ÿ˜›

    @tukangkopi
    Iya ya, mudah-mudah-an situ sempet, kalau gak bakal ketinggalan kereta lho?:mrgreen:

    @yonna
    Ini bukan tentang bunuh diri kok Na, dan juga bukan hanya sekedar bunuh-bunuh-an (apalagi hanya gara-gara wanita)ketika nyawa lepas trus mati. Tapi ini mungkin, sekali lagi mungkin lebih dari itu, aku sendiri tidak tahu๐Ÿ˜‰

    @brainstorm
    Semoga bro๐Ÿ˜‰

    @bayu
    Oh boleh, ambulan-nya sekalian yaks bro๐Ÿ˜ˆ

  32. Sempat atau pun tidak, yang jelas si Don Juan telah memiliki niat di dalam hatinya.
    Mudah-mudahan bisa menjadi bahan pertimbangan seandainya benar-benar tidak sempat.

  33. smoga kita selalu diberi pencerahan untuk selalu bersyukur๐Ÿ™‚

  34. *mengecek mayat si ‘Don Juan’*

    “Ah, gak kenal! bukan geng-nya saya….”

    *ngambili dompet & HP si Don…*
    *kabur…*
    :mrgreen:

  35. Ass, wah tulisanmu ini amat terkesan dalam…saya suka penempatan kata dan kalimatnya salut deh…walau jujur nih saya kurang paham makna yang terkandung di dalamnya yah saya bukan sastrawan hanya penyuka kalimat dan kata-kata yang indah tapi yang lebih dahsyat semua mengalir dari dalam hatimu yup tulis aja apa yang kita rasakan itu indah dan plong dari dalam iya kan? Sip…Wassalam.

  36. ini mabok trus dirampok trus dibunuh gitu?kasian banget?see,hidup seberat itu?

  37. lagi nulis apa ya…
    kok aku nggak ngeh. :((

    Tapi, kayaknya cukup sebagai luapan isi hati aja ya…

  38. oh gitu ya….maksutnya mas EM membahas dari sudut laen…hehe gak nyambung:mrgreen:

    kalo masih idup emang dianjurkan rajin bertobat dan meminta maaf ma sesama, kalo ada utang segera lunasi atau kalo gak mampu minta keikhlasan yang diutangin, selesaikan segala urusan yang masih bisa diselesaikan…mumpung hayat masih dikandung badan๐Ÿ˜€

  39. Pilihan kata-kata yang bagus banget mas …

    -Ade-

  40. waah tulisannya pendek tapi dalam banget nich. Mantaap.

  41. kewl,
    potret laki-laki impian jaman dulu.
    menukar emosi dan dendam dengan nyawa, kejantanan sebagai bonus tambahan. benar2 laki-laki sejati.

    tapi mas,
    jamannya dah beda nih
    trendnya dah nggak gitu sekarang.
    sekarang udah nggak trend membunuh nyawa orang yg gi trend sekarang membunuh masa lalu biar dapat ketenangan jiwa.
    huhuhuhu
    nice post.

  42. menjadi ragu, apakah Tuhan masih bisa menoleh untuk sekadar menjadi pemberi ampun ?
    Jika manusia itu tak pernah peduli juga

  43. pasti masnya lulusan sastra, dengan cum loud IP 3.9

    mantab!

  44. Mus… kok komenku ilang?

  45. ada apa ini? ada apa? *panik mode on*
    kok bawa2 pisau segala.
    ๐Ÿ˜€ mantaf postingannya.

  46. @StreetPunk
    Yupe, semoga masih sempat dengan niat dan penyerah-an bro, meskipun di-saat-saat ter-akhir๐Ÿ˜‰

    @aRuL
    Ber-syukur untuk tiap ke-sakit-an dan ke-bahagia-an๐Ÿ™‚

    @jensen99
    Wakaka…*ngelapor-in jensen ke pos polisi ter-dekat*๐Ÿ˜†

    @fira
    Thanks mbak Fira, bukan-kah kita juga harus melihat dengan mata hati, aku banyak belajar dari mbak Fira juga kok๐Ÿ™‚

    @stey
    Gak tahu juga sih, ntar aku tanyain deh๐Ÿ˜›

    @eka
    Nggak apa-apa kalau emang nggak memahami kok bro.๐Ÿ˜‰

    @yonna
    Me-mohon ampun akan semua ke-salah-an, Menyerah-kan sepenuh-nya dengan apa yang kita miliki, ber-syukur akan apa yang kita miliki saat ini, dan menerima apa-pun yang men-jadi kehendak-Nya. Thanks ya Na, untuk tambahan-nya๐Ÿ™‚

    @Sayap KU
    Biasa aja kok De๐Ÿ™‚

    @guebukanmonyet
    Waduh, nggak ada yang istimewa kok, semua-nya ter-tulis apa ada-nya๐Ÿ˜‰

    @bedh
    Benar seperti yang kamu bilang kok bedh. Dendam tidak harus di-balas dengan kejahatan. Bahkan kalau bisa, hilang-kan-lah dendam dan jadi-kan-lah ia kasih dalam hati kita๐Ÿ™‚

    @Iman Brotoseno
    Yupe, semua-nya itu memang harus kembali kepada kita, kita yang harus memulai-nya men-jadi lebih baik dari sekarang, dan menyadari ke-fana-an kita di dunia yang semu ini dan juga sementara ini Mas๐Ÿ˜‰

    @otakiphan
    Hahaha, tebakan yang salah, ter-nyata๐Ÿ˜›

    @chiw
    Nggak tahu kenapa ya Wi. Aku udah cek Aki Ismet juga nggak nemu lho๐Ÿ™„

    @Ina
    Nggak ada apa-apa kok Na, hanya sebuah kontemplasi dari apa yang aku lihat dan apa yang aku dengar, juga apa yang aku alami.๐Ÿ˜‰

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: