Kesan-ku Pada Salah Satu Episode Nanny 911

 thumb_nanny911 [PS: Aku tidak ber-maksud untuk ber-psikologi ria karena aku bukan ahli-nya , hanya pengen sharing aja, karena menurut aku ini mungkin ber-guna buat kita]

Ada yang pada pernah nonton “Nanny 911” ? Acara reality show yang di-tayang-in sama salah satu stasiun televisi swasta?. Kebetulan kemarin hari Minggu, aku nonton acara-nya untuk per-tama sekali dan menurut-ku episode yang itu sangat menarik selain karena acara in emang di-tuju-in untuk problem solving keluarga, juga mem-bukti-kan kalau ter-nyata anak kecil sekali-sekali di-biasa-in buat menyelesai-kan masalah-nya sendiri, tanpa turut campur orang tua. Nah lho?

Cerita-nya begini nih…

Iklan

Semoga Aku Masih Punya Tempat di Dunia Blog

thumb_DriveBackHome Setelah sekian lama hiatus, meng-hilang dari per-edar-an dunia blog, dengan menahan rindu yang begitu besar untuk bisa menulis lagi, dan ber-cengkerama dengan teman-teman bloger, dan hanya bisa mem-publish beberapa postingan nggak ber-mutu 😛 . Aku sedih banyak yang ter-nyata sudah ter-lewat-kan oleh-ku, banyak sekali. 😦

Tapi sekarang udah nggak lagi, aku sekarang bisa kembali lagi ke dunia blog dengan apa yang aku miliki, aku senang karena akhir-nya bisa menulis lagi, bisa men-cerita-kan lagi apa yang bisa aku cerita-kan, menulis-kan apa yang bisa aku tulis-kan. Dan yang pasti, bisa ber-wara-wiri dengan teman-teman bloger yang lain. How happy am I……………………………………. 🙂

Oh iya kemarin, aku lagi di Banda Aceh, sekitar 3 mingguan, dan sekarang udah di Pulau Nias untuk nge-lanjut-in pekerjaan di kantor yang sama tapi tentu saja di lokasi yang ber-beda. Seperti biasa, demi se-bakul nasi 😛

Hmmm…apalagi yaks???

Aku Sedih, Aku Marah, Aku Bingung

sedihgrunge_thumb Hari ini aku sedang sedih, aku sedang marah, dan aku sedang bingung. 👿

Ketika kita telah menyayangi se-seorang dengan se-genap hati dan perasaan kita, apa yang kita harap-kan dari-nya??? Apakah ke-bohong-an masa lalu masih bisa kita tolerir demi yang nama-nya cinta, ketika akal, logika dan perasaan kita tidak bisa men-toleransi-nya?

Kalau bagi-ku satu hal yang ter-penting ketika kita meng-amin-kan sebuah komitmen adalah Ke-jujur-an. Ini ter-amat penting lebih dari apa-pun yang bisa ku-harap-kan dari orang yang ku-cinta-i, karena hanya dengan ini kita bisa saling mem-percaya-i, bisa saling menerima, bisa saling men-dukung, karena sebuah ke-jujur-an akan men-jadi embrio ke-terbuka-an yang aku yakin akan lebih baik ketika kita menyayangi dan di-sayangi.

Meskipun ter-kadang bahkan sering ke-jujur-an sangat-lah menyakit-kan bahkan mungkin lebih kejam dari pedang ber-mata dua, di-mana kita tidak tahu sisi mana yang lebih baik. Tapi aku tetap percaya dan memilih untuk merasakan sakit yang se-sakit-sakit-nya di awal dengan dasar ke-jujur-an, daripada me-rasa-kan sakit yang se-sakit-sakit-nya di akhir ketika semua-nya ter-ungkap 😦

aku masih sedih, marah dan bingung…