Evolusi Rokok-ku

evolusi rokok[Disclaimer: Posting-an ini mungkin akan mem-buat orang-orang anti rokok se-dunia protes dan marah. Ini bukan IKLAN rokok merek ter-tentu, tidak sama sekali, juga bukan kampanye penyesatan umat untuk me-rokok. Ini hanya cerita tentang-ku saja 8) . Oh, iya, postingan ini juga panjang, dan ber-isi beberapa gambar, jadi buat yang fakir benwit siap-siap buat mengutuk]

Ber-awal sekitar 16 tahun yang lalu, aku besar di-tengah ke-disiplin-an yang di-terap-kan oleh Papa dan Mama, dan ter-jepit di-antara tuntut-an lingkungan-ku yang emang mem-buat-ku harus ber-main-main dengan hal-hal yang tidak biasa. Dan dengan rasa-nya yang emang sangat nikmat, rokok dulu adalah salah satu cara bagi-ku untuk menunjuk-kan eksistensi-ku di-tengah-tengah per-gaul-an-ku. Nah di-sini aku nggak bakal-an cerita tentang per-gaul-an-ku, tapi akan menunjuk-kan evolusi rokok-rokok-ku sejak dari awal, pertama kali aku merokok sampai sekarang. Ter-inspirasi dari per-tanya-an si Gun di-sini.

Ini bukan iklan rokok tapi evolusi rokok…

Iklan

Pesan Menggelitik dari Teh Sosro

Sore ini aku dan temen-ku lagi pengen makan bakso di salah satu kedai bakso yang cukup ter-kenal di daerah-ku. Yang tentu saja kami isi dengan tawa canda, ber-cerita dari ujung ke ujung sambil nikmatin se-mangkuk bakso kami yang porsi-nya jumbo dan kuah-nya enak sekali. Slurrrrpppp 8) . Kami memang masih lebih ber-untung daripada Mbel yang lagi ngamuk-ngamuk ama tukang jual BBQ. :mrgreen:

Tapi, tiba-tiba aku ke-sedak dan bakso yang sedang ada di-tenggorokan-ku seperti tidak mau ter-telan…

Kawan, Asisten-mu dan Surat Cinta

surprise.jpgAku mimpi apa ya semalam? 🙄 [1]

Se-pulang kantor hari ini, sebelum pulang ke kamar-ku, aku mutusin buat ngunjungin teman-ku yang emang sering ku-kunjungin buat sekedar makan gorengan sekalian mo minum bandrek buat ngangetin badan di musim hujan ini, nama-nya juga dia jual gorengan. Dan lagi, gorengan-nya ter-masuk nomor wahid di kota-ku lho. 🙂

Nah, di-waktu sedang asyik-asyik-nya ngobrol ngalor ngidul, tiba-tiba aku tersedak spontan, saking kaget-nya. Tapi bukan karena gorengan-nya yang mungkin mengandung racun, lha wong gorengan-nya enak kok, halal dan bersih, tapi cerita teman-ku yang bikin aku ke-sedak. 😯

Oh ya, sebelum aku lanjut-in, aku minta maaf, kalau beberapa postingan-ku terakhir ini agak ber-bau narsis, ndak tahu ini kenapa kok aneh-aneh aja kejadian-nya, dan aku gak bisa kalau gak men-cerita-kan ini ke-teman-teman semua. *masih bingung*

Seumur-umur baru ngalamin yang kaya gini ini…

Kamu Udah Bau Tanah!!!

karikaturkamubautanah.gifHujan hari ini yang emang cukup deras, yang membuat suara gaduh di atap tiap rumah, ternyata tidak cukup ngatasin suara-suara keras dari ke-ribut-an satu keluarga yang aku temui di perjalanan menuju pulang. Belum lagi gerombolan orang lain yang juga sudah antri berkumpul di depan rumah itu, yang ikut menyemarak-kan ke-gaduh-an itu. Bayang-kan, aku aja yang lagi di mobil, dengan jarak 5 meter masih bisa mendengar keributan itu, ketika aku mendengar suara teriakan dan makian yang ujung-ujung-nya terdengar jelas “Kamu Udah Bau Tanah!!!“.

Heh, kenapa perkataan itu bisa sampai keluar? 😡

Semut di seberang Pulau, Gajah di depan Mata

semutgajah.gifPerjalanan-ku 2 hari terakhir ini untuk urusan kerjaan, yang bikin aku gak bisa sama sekali blogwalking atau sekedar chatting dengan teman-teman, ternyata menghasilkan satu keheranan yang menunjukkan kalau ternyata masih banyak orang-orang yang bertingkah laku, yang mengingatkan aku akan kata pepatahKita bisa melihat Semut di seberang pulau, Tapi Gajah di depan Mata, tidak kelihatan

Mungkin pepatah yang udah sangat familiar di telinga kita, sejak kecil ampe sekarang mungkin udah sangat sering mendengar pepatah ini, sebuah pepatah yang sarat makna dan sangat bagus kalau emang kita bisa memahami dan ngelaksanain arti-nya.

Keheranan yang muncul begitu saja…

Kenapa Ke-Perawan-an Menjadi Suatu Ukuran

virginity2-0106.jpgSekali lagi, satu mitos di-bukti-kan, mitos™ yang udah jadi ukuran di masyarakat, ketika seorang pria, yang tetangga-ku sekaligus teman-ku harus ngebatalin acara pernikahan-nya setelah sang gadis ngaku dengan jujur kalau dia udah tidak perawan lagi. Dan dengan terpaksa atau mungkin tidak terpaksa, sang pria dengan tegas mengatakan tidak, karena dia merasa malu tidak siap untuk menerima kenyataan itu. (Maaf kalau aku menganggap ini sebagai mitos, karena ini sebenarnya -CMIIW – lebih ke kepercayaan turun temurun dan pandangan yang diwariskan nenek moyang kita kepada kita generasi saat ini).

Pembuktian mitos yang bagaimana ?

Kesaktian Pancasila atau Kesakitan Pancasila

garudapancasila.gif

Burung Garuda


Tepat hari ini, tanggal 1 Oktober 2007, kembali kita bangsa Indonesia ngerayain sebuah acara yang bisa dikatakan sekedar seremonial kenegaraan yang dikenal dengan Hari Kesaktian Pancasila, yang udah 42 tahun di rayain turun-temurun oleh bangsa kita sejak pemberontakan G30S/PKI yang masih harus di-uji kebenaran-nya, apakah itu ulah PKI saja atau emang ternyata di-dalangi oleh orang-orang dari bangsa ini sendiri. Dan, apa emang saat ini Pancasila itu masih sakti? Seperti-nya sih tidak !!!. Terlepas dari makna kesaktian Pancasila itu sendiri.
ternyata Pancasila itu sedang sakit keras™