Kesan-ku Pada Salah Satu Episode Nanny 911

 thumb_nanny911 [PS: Aku tidak ber-maksud untuk ber-psikologi ria karena aku bukan ahli-nya , hanya pengen sharing aja, karena menurut aku ini mungkin ber-guna buat kita]

Ada yang pada pernah nonton “Nanny 911” ? Acara reality show yang di-tayang-in sama salah satu stasiun televisi swasta?. Kebetulan kemarin hari Minggu, aku nonton acara-nya untuk per-tama sekali dan menurut-ku episode yang itu sangat menarik selain karena acara in emang di-tuju-in untuk problem solving keluarga, juga mem-bukti-kan kalau ter-nyata anak kecil sekali-sekali di-biasa-in buat menyelesai-kan masalah-nya sendiri, tanpa turut campur orang tua. Nah lho?

Cerita-nya begini nih…

Aku Juga Nggak Bodoh

thumb_I-Not-Stupid-Too- Sephia Cover Ada yang pernah nonton film “I Not Stupid Too“? yang kalau dalam bahasa Indonesia secara serabut-an di-artikan sebagai Aku Juga Nggak Bodoh. Film keren (menurut-ku) produksi negara Singapura ini benar-benar me-wakil-i apa yang saat ini ter-jadi dalam dunia keluarga dan dunia pen-didik-an yang sering aku lihat dan aku dengar. Bahkan bisa saja men-jadi salah satu alasan-ku untuk mematah-kan pendapat-ku sendiri pada postingan-ku sebelum-nya tentang hilang-nya rasa hormat ter-hadap orang tua 😐

Inti kisah dalam film ini ter-diri dari 3 poin utama yang sering kita jumpai dalam ke-hidup-an kita sekarang, dan meski-pun mungkin ini adalah cerita basbang, tapi aku yakin masih sering ter-jadi, bahkan di dalam keluarga kita sendiri.

Yang bilang kamu bodoh itu siapa?

Akan-kah Kita Seperti Ini, Nanti???

thumb_childrenofmenimages Sore ini, aku lagi ter-paku pada se-buah film keluaran 2006 yang di-putar di HBO, sebuah film tentang hilang-nya sisi ke-manusia-an, dan bukan tidak mungkin hilang-nya sebuah per-adab-an di masa depan oleh karena tingkah manusia sendiri.

Film yang ber-judul “Children of Men[1] secara gamblang meng-gambar-kan hilang-nya moral dan juga penuh dengan warna kelam suram manusia. Di-tambah lagi dengan perjalanan panjang, penuh dengan darah, yang di-jalani oleh se-orang Ibu yang sedang mengandung dan akan me-lahir-kan se-orang bayi setelah 18 tahun tidak satu-pun bayi yang di-lahir-kan, dalam usaha menyelamat-kan sang Ibu dan bayi-nya yang di-kultus-kan sebagai ikon yang bisa menyelamat-kan zaman ter-sebut.

Jadi, ada apa dengan kita nanti ?

Film Tidak Jelas dan Pesan Moral

achinesetallstory - cover Menghabis-kan malam nonton tivi sebenar-nya bukan hobby-ku (mending nonton DVD bajakan 😈 ) , hanya saja intro scene Gala Sinema-nya SCTV dengan judul “A Chinese Tall Story “, memaksa-ku untuk duduk manis (di-tambah sedikit tidur-tidur-an 😆 ) di depan tivi. Bagaimana tidak, dari judul-nya saja, aku agak sedikit bingung dan penasaran, soal-nya kalau di-artikan dalam bahasa Indonesia, judul film tersebut kira-kira seperti ini, “Sebuah kisah dari Cina yang di-ragukan kebenaran-nya“. Nah lho?

Di-balik ke-tidak jelasan-nya dari segi kekuatan cerita dan akting para pemeran-nya, yang jelas-jelas ndak mungkin dapat Piala Oscar, aku menemukan ada beberapa hal yang juga bagus menurut sudut pandang-ku dari filem ini.

Koboi atau Cowboy – Sebuah Sejarah

cowboysunset.gif

Seger banget di otak-ku, waktu dulu aku masih kecil, nonton Bonanza, Lucky Luke, The Magnificient Seven, Walker Texas Ranger deelel.

Keren banget rasanya melihat mereka menunggang kuda, memutar-mutar senjata sekaligus meletuskannya, cara duduk, cara berjalan, dan cara berbicara (yang terakhir ini bikin aku getol pelajarin bahasa bule inggris). Masih pada ingat gak? eh udah pada lahir belum waktu pilem-pilem ini diputar ( sok tua :mrgreen: )

Yupe betul dugaannya: Cowboy

Siapa sih cowboy itu ?

we do like we were born – berbuat seperti kita dilahirkan

Kalimat pada judul diatas membuat aku terperangah (dengan mulut menganga) dan dalam sekejap menggunakan otak-ku yang kecil ini untuk mengolah makna dari kalimat tersebut.

Sebuah kalimat yang mengandung makna yang menurut aku dalam abis. Btw, aku mendengar kalimat itu waktu lagi nonton film ¨300¨. Sebuah film yang diangkat dari novel sejarah dan menceritakan sebuah kisah epik bangsa Sparta yang gagah berani versus tirani bangsa Persia.

300spartan1.gif

Ditengah – tengah perang, sang Raja Sparta – King Leonidas yang memimpin langsung pasukannya yang hanya berjumlah 300 orang dan melawan ratusan ribu pasukan Persia pimpinan King Xerxes, memompa semangat pasukannya dengan kata – kata:

Apa katanya???