Ruang Kembara Imaji

thumb_ruangkembaraimaji Aku tulis-kan sambil menyeruput se-cangkir kopi kental, dengan rokok yang asap-nya mengepul lurus ke-atas, sambil men-dengar-kan sebuah lagu klasik indah “Air – From Orchestral Suite No.3“, sebuah nomor dari Johann Sebastian Bach yang mengalun dengan sangat lembut

Dalam ke-hening-an…

Happy New Year 2008

extremusmilitisnewyear2008

Me-lawat matahari terbit di-awal tahun ini
Me-lihat matahari terbenam di-akhir tahun ini
Jejak langkah menapak setapak imaji
Ber-harap men-jadi manusia baru
Menatap terbit-nya matahari di-awal tahun baru
Terima Kasih Tuhan Engkau masih beri-kan waktu

Kakek-Kakek, Nenek-Nenek, Bapak-Bapak, Ibu-Ibu, Abang-Abang, Kakak-Kakak, Adik-Adik, Oom-Oom, Tante-Tante

Sampai Jumpa Tahun Depan Yaks :mrgreen:

Salam Militis!!!

tianwarriorframe.jpg

extremusmilitis

Sempurna Sudah Tugas-ku, Tapi Belum Selesai

gardeniaaugusta Sebelum-nya aku minta maaf kalau aku kembali ber-sajak ria di rumah-ku tempat-ku menuang-kan pikiran, hati dan keinginan-ku dalam tulisan. Aku hanya ingin ber-cerita lewat sajak ini apa yang aku rasa-kan, saat ini. Sekali lagi, karena seorang pejuang tetap-lah seorang manusia. Salam Militis!!! 8)

Sempurna Sudah Tugas-ku, Tapi Belum Selesai…

Letusan Di Pojokan Blogosphere

kakipatung Ter-pendam sekian lama, akhir-nya me-letus juga, tapi ndak seperti Gunung Kelud yang emang lagi me-letus juga. Bukan karena aku ke-habisan kata-kata, bukan sama sekali. Karena pada akhir-nya, semua itu berakhir dengan indah dan damai. Tapi saat ini, aku ingin sebentar saja me-nyatu-kan diri-ku dengan apa yang ku-lihat, apa yang ku-baca, dan apa yang ku-rasa, dan aku pun me-noreh-kan ini untuk teman-teman-ku yang memiliki semangat untuk me-nulis-kan apa yang ingin mereka tulis-kan, mereka yang sama seperti-ku, yang baru saja meng-injakkan kaki di tanah yang luas ini, di-tengah-tengah himpitan ke-tidak peduli-an mereka yang merasa sudah “Dewasa” di-celah ke-kanak-an mereka, di-antara pijakan kaki mereka yang merasa sudah “Mapan” di-celah ke-kerdil-an mereka.

Dan ini tentang mereka teman-teman-ku, tentang-ku dan tentang-mu juga

Monolog Buat Pahlawan

Bung Tomo 10 November Hari ini, tanggal 10 November 2007, kita, seluruh bangsa Indonesia, tidak terkecuali blogger Indonesia, akan mem-peringati Hari Pahlawan yang tiap tahun di-peringati. Ini adalah hari dimana kita semua berusaha meng-ingat kembali, mungkin bahkan ada yang menelusuri kisah-kisah heroik para Pahlawan kita yang begitu gigih meng-adu nyawa, dulu di zaman perang dan bahkan mungkin akan ada yang meng-kritisi ke-beradaan Pahlawan di mata bangsa saat ini, hanya untuk satu kata: Kemerdekaan.

Tapi tidak, aku tidak akan mengingat kembali, buat apa aku mengingat-nya, meskipun aku juga adalah pejuang terakhir, toh apa yang mereka perjuangkan dulu juga sekarang sedang sakit. Sedang-kan negara-ku sendiri tidak perduli dengan para Pahlawan itu, para pejuang itu, bahkan mantan pejuang itu tidak di-acuh-kan sama sekali sama bangsa-ku yang kata-nya besar, yang pemimpin-pemimpin-nya berteriak berkata: “BANGSA YANG BESAR ADALAH BANGSA YANG MENGHARGAI PAHLAWAN-NYA“. Meskipun itu hanya teriakan semu.

Tapi bukan, bukan karena aku tidak meng-hargai mereka, para Pahlawan-ku