Aku Sedih, Aku Marah, Aku Bingung

sedihgrunge_thumb Hari ini aku sedang sedih, aku sedang marah, dan aku sedang bingung. 👿

Ketika kita telah menyayangi se-seorang dengan se-genap hati dan perasaan kita, apa yang kita harap-kan dari-nya??? Apakah ke-bohong-an masa lalu masih bisa kita tolerir demi yang nama-nya cinta, ketika akal, logika dan perasaan kita tidak bisa men-toleransi-nya?

Kalau bagi-ku satu hal yang ter-penting ketika kita meng-amin-kan sebuah komitmen adalah Ke-jujur-an. Ini ter-amat penting lebih dari apa-pun yang bisa ku-harap-kan dari orang yang ku-cinta-i, karena hanya dengan ini kita bisa saling mem-percaya-i, bisa saling menerima, bisa saling men-dukung, karena sebuah ke-jujur-an akan men-jadi embrio ke-terbuka-an yang aku yakin akan lebih baik ketika kita menyayangi dan di-sayangi.

Meskipun ter-kadang bahkan sering ke-jujur-an sangat-lah menyakit-kan bahkan mungkin lebih kejam dari pedang ber-mata dua, di-mana kita tidak tahu sisi mana yang lebih baik. Tapi aku tetap percaya dan memilih untuk merasakan sakit yang se-sakit-sakit-nya di awal dengan dasar ke-jujur-an, daripada me-rasa-kan sakit yang se-sakit-sakit-nya di akhir ketika semua-nya ter-ungkap 😦

aku masih sedih, marah dan bingung…

Cantik Dalam Kesendirian

Ber-dasar-kan kisah nyata dari orang yang aku kenal sangat dekat, se-seorang yang aku anggap seperti kakak-ku sendiri. Ketika dia meminta-ku untuk menemani-nya, sore itu, dia ingin ber-cerita pada-ku. Menuang-kan ke-gelisahan-nya.

Aku sudah meminta izin-nya untuk menuang-kan ini, disini, dan Aku ber-doa untuk-nya agar segera men-dapat-kan jodoh yang di-pilih-kan Tuhan untuk-nya.
Ya, aku masih melihat ke-cantik-an itu di wajah-nya…

Kenapa Ke-Perawan-an Menjadi Suatu Ukuran

virginity2-0106.jpgSekali lagi, satu mitos di-bukti-kan, mitos™ yang udah jadi ukuran di masyarakat, ketika seorang pria, yang tetangga-ku sekaligus teman-ku harus ngebatalin acara pernikahan-nya setelah sang gadis ngaku dengan jujur kalau dia udah tidak perawan lagi. Dan dengan terpaksa atau mungkin tidak terpaksa, sang pria dengan tegas mengatakan tidak, karena dia merasa malu tidak siap untuk menerima kenyataan itu. (Maaf kalau aku menganggap ini sebagai mitos, karena ini sebenarnya -CMIIW – lebih ke kepercayaan turun temurun dan pandangan yang diwariskan nenek moyang kita kepada kita generasi saat ini).

Pembuktian mitos yang bagaimana ?

Kemanusiaan Dari Manusia

setengahmanusia

Ini sebuah curahan hati dari seorang teman-ku yang ternyatakebetulan berjenis kelamin perempuan, yang lagi gerah dengan keberadaanya di tempat kerjanya yang secara de-facto adalah sebuah organisasi kemanusiaan (katanya sih begitu, tapi dia sendiri gak yakin apa semua yang bekerja disitu adalah manusia)…lho kok?

Oke deh, ini dia ceritanya…