Sudah-kah Kita Peduli Dengan AIDS?

Peduli AIDS 2007

Setiap kali aku men-dengar kata AIDS, saat itu juga aku selalu merasa resah. Resah dengan semakin luas-nya penyebaran penyakit ini, tanpa bisa di-hentikan sama sekali.😦

Setiap tahun jumlah kematian karena HIV/AIDS mencapai 2.1 juta orang di seluruh dunia dengan rata-rata 6800 orang yang ter-infeksi setiap hari [1]. Sungguh angka yang sangat fantastis. Yang jelas saja tidak sebanding dengan peningkatan hasil penelitian yang ber-gerak dengan sangat lambat yang di-lakukan oleh para ilmuwan dalam menemukan obat yang bisa menyembuh-kan penyakit ini.

Tidak, tidak ada yang bisa kita salah-kan, meskipun sebagian besar para pengidap penyakit ini terkena dari ulah mereka sendiri yang mungkin sebelum-nya cenderung (tanpa ber-maksud mem-vonis) meng-gampang-kan segala sesuatu-nya. Ketika mereka misal-nya melakukan hubungan seks dengan teman, pacar, ataupun dengan menggunakan jasa para pelacur (maaf kalau aku memilih untuk meng-gunakan kata ini), atau bisa juga dengan men-tattoo tubuh-nya agar kelihatan lebih ekspresif dan indah dengan meng-guna-kan jarum yang ter-infeksi, atau mungkin memutus-kan untuk hidup ber-gelimang dengan suntikan demi suntikan obat-obat terlarang yang bisa memuas-kan mereka untuk sesaat yang saat ini men-capai lebih dari 5 juta korban di-akibat-kan oleh injeksi ini [2].

Karena, ada juga mereka, saudara-saudara kita, yang men-jadi korban di-tengah ke-tidak tahu-an mereka, ketika jarum transfusi darah yang akibat kelalaian para petugas medis ternyata mengandung bibit-bibit AIDS [3], atau akibat ke-brengsek-an suami atau istri yang men-cari tambahan “jajan” di-luar-an dan akhir-nya dengan senyuman, mereka menular-kan penyakit mematikan ini ke tubuh keluarga mereka sendiri.

Apa yang harus kita lakukan?. Jelas, bukan-lah mem-vonis mereka dengan semua embel-embel hina-an, dengan semua ke-rendah-an yang kita cap-kan di jidat saudara-saudara kita korban dari penyakit ini. Atau dengan men-jadi-kan mereka mayat hidup yang ber-jalan sendiri tanpa seorang-pun yang mau ber-jalan ber-sisian di-samping mereka. Bukan, bukan dengan cara itu.

Sekedar untuk meng-ingat-kan kita semua, ada beberapa hal yang salah sehubungan tentang pemahaman ter-hadap AIDS terhadap manusia, antara lain [4]:

  1. AIDS dapat menyebar melalui kontak sehari-hari
  2. Hubungan seksual dengan perawan akan menyembuhkan AIDS
  3. HIV hanya dapat menginfeksi laki-laki homoseksual dan pemakai narkoba
  4. Seks anal antara laki-laki homoseksual dapat menyebabkan infeksi AIDS
  5. Membuka diskusi homoseksualitas dan HIV di sekolah menyebabkan meningkatnya homoseksual dan AIDS

Kita seharus-nya mau, meng-gandeng tangan mereka, me-meluk mereka, mem-berikan mereka lilin yang meskipun kecil, tapi aku yakin akan lebih menerangi hidup mereka yang gelap. Kita harus mau mem-bantu mereka. Mereka juga manusia, sama seperti kita, dan tidak ada seorang-pun yang ber-hak merubah status mereka yang ter-lahir sebagai manusia menjadi wujud makhluk yang menakut-kan, hanya karena mereka menjadi salah seorang dari jutaan ODHA (Orang-Orang Yang Hidup Dengan HIV/AIDS) lain-nya.

Jadi, saat ini, aku mengajak teman-teman semua, para pembaca sekalian untuk memilih dengan hati nurani, apakah kita akan menjadi saudara dari mereka, saudara-saudara kita yang ter-klasifikasi-kan sebagai ODHA, atau-kah kita akan men-jadi bagian dari kelompok yang memusuhi mereka??? Semua-nya kembali pada pemikiran, pandangan, dan sekali lagi hati nurani anda semua.

Jika anda memilih Ya, maka banyak cara untuk melakukan ini:

  1. Belajar ber-sama-sama untuk meng-hargai, dan men-cintai mereka yang positif mengidap penyakit AIDS
  2. Membantu orang-orang di-sekitar kita yang terkena HIV/AIDS, dengan mem-berikan dukungan moral, dan informasi kepada mereka
  3. Meninggal-kan budaya buruk yang mungkin sering kita lakukan yang bisa meng-akibat-kan kita men-jadi salah satu korban berikut-nya.
  4. Menjadi tenaga sukarela dalam organisasi yang bergerak di bidang pemberantasan penyakit HIV/AIDS
  5. Membuat postingan tentang HIV/AIDS sehubungan dengan peringatan Hari AIDS Se-Dunia tanggal 1 Desember 2007 (meskipun tidak cukup hanya sampai di-sini), dan jangan lupa ini meninggal-kan trekbek di postingan ini, dan juga pada ajakan Itikkecil untuk peduli AIDS

[catatan]

  1. AIDS Epidemic Update 07 – UNAIDS
  2. Fact Sheet of AIDS Epidemic Through Drugswww.thinkaids.com
  3. Old AIDS Report of Harvard School of Public Health
  4. Wikipedia – AIDS

[Artikel-Artikel Yang Berhubungan]

49 Tanggapan

  1. Saya memilih “Ya”, Bung Militis. Sayangnya aku betul2 lupa kalau 1 Desember tuh Hari AIDS sedunia. Jadi nggak nyiapin postingan tentang AIDS. Tapi yang pasti, akau sependapat dengan Bung Militis. Mereka tak bisa disalahkan, meski itu juga bisa jadi karena ulahnya sendiri. Mereka butuh pendampingan dari kita semua, yang dekat dengan mereka, sehingga mereka masih memiliki kekuatan moral untuk menghadapi “cobaan” yang sedang dialaminya. Salam!

  2. Terima kasih atas dukungan-nya Pak Guru😉
    Yupe, mereka butuh dukungan moral untuk menghadapi cobaan, tepat sekali Pak Guru.
    Dan aku yakin banyak juga di-antara kita yang siap untuk ber-buat mem-bantu mereka, saudara-saudara kita yang di-hinggapi penyakit ini.🙂

  3. ok! mari kita berikan bahu kita untuk tangan2 mereka yang terentang, mari kita bagi beban mereka untuk tetap berdiri menatap masa depan yg hanya sesaat.. 🙂

  4. Dulu.. saya mengira bahwa pengidap HIV/AIDS hanya berada didunia lain.. diseberang laut… tapi beberapa waktu yg lalu mata saya terbuka (sekitar akhir 2006).. saya mendapat kabar dari teman, bahwa seorang sahabat yg lama tidak bertemu.. dinyatakan positif HIV/AIDS…😦 karena rumahnya jauh.. saat itu (sekitar 1 th yg lalu) saya hanya bisa kontak lewat hp.. untuk pertamakalinya.. saya tidak tahu harus ngomong apa dengan dia.. ya.. saya ikutan kaget dan shock😦 , dia meninggal sekitar 4 bulan yg lalu.. yg ikut jadi pikiran saya.. dia punya istri dan anak.. yg sampai saat ini saya benar2 tidak berani menanyakan apakah mereka juga ikut tertular😦 , membayangkan saja saya tidak sanggup😦
    saya hanya bisa berdoa.. semoga keluarganya baik2 saja…
    kita tidak bisa menyalahkan tindakan mereka.. mereka juga manusia.. mirip seorang perokok yg kena kanker paru.. kalau sudah kena.. kita tidak bisa menyalahkan atau menjauhinya.. seperti kita yg saat sakit pasti ingin orang lain minimal ikut berempati dan tidak menyalahkan.. sebab tanpa disalahkanpun.. saya yakin mereka sebenarnya juga menyesal…😦

  5. Setuju. Mari kita peduli dengan AIDS. Para ODHA butuh kasih sayang kita bukan permusuhan.

    Nice post.

  6. Wuiks…tulisannya lengkap banget…

    Stay away from drugs & free sex adalah jalan utama menghindari AIDS, yang lain cuma jalan biasa…😀

  7. @brainstorm

    mari kita bagi beban mereka untuk tetap berdiri menatap masa depan

    Setuju, karena hanya dengan ini-lah, mudah-mudahan mereka bisa lebih kuat ber-tahan hidup😉

    @warnetubuntu
    Ikut bersedih dan turut ber-dukacita atas apa yang di-alami teman-nya bro. Semoga keluarga-nya di-beri-kan kekuatan dan tidak men-jadi salah satu korban berikut-nya.😦
    Dan cerita bro ini sekaligus mem-bukti-kan kalau ternyata AIDS sudah ada di-sekitar kita tanpa pandang bulu, bahkan orang ter-dekat kita sekali-pun bisa men-jadi salah satu-nya.

    sebab tanpa disalahkanpun.. saya yakin mereka sebenarnya juga menyesal…😦

    Penyesalan memang selalu datang ter-lambat. Tapi, kita harus ikut perduli dengan mereka, meski-pun

    @Hanna
    Yupe, mereka butuh kasih sayang kita Han. Thanks juga sudah mau ikut peduli menyumbang-kan tulisan buat mereka🙂

    @Rystiono
    Thanks buat saran-nya. Ini bisa kita jadi-kan pengingat buat nge-jauhin-nya 😉

  8. yuuk mareeeeee

  9. @caplang™
    mau kemana Plang😕
    oh ayo…mari ber-bareng-an peduli😉

  10. Ndak sempat pasang bannernya😥

    Tapi biar begitu, aku dukung gerakan kepedulian ini, Bro.

    Tidak ada yang mau kena AIDS, apalagi jika tidak melakukan ‘kesalahan’ sampai terkena. Tapi kalau sudah kena? Masa mesti dijauhin dengan kejijikan?😐

  11. betul, penyebaran AIDS memang sudah massif

    bannernya bagus

  12. mudah mudahan bukan gejala akhir jaman..

  13. Iya jg ya, seharusnya yg dimusuhi tu penyakitnya, buan penderitanya…
    Seorang kenalanku jaman SMU dulu jg dah meninggal krn AIDS. Kalo tak salah info istrinya dan kedua anak kecilnya jg kmudian meninggal krn tertular. Spertinya masih agak sulit bagi banyak penderita tuk mengakses obat antiviral AIDS di negara ini ya?

  14. yah, saya peduli dengan AIDS untuk dicegah

  15. @alex
    Ndak papa lex, yang penting itu kita peduli, itu sudah lebih dari cukup kok bro😉
    Jelas saja tidak ada yang mau ter-kena penyakit ini. Sayang-nya kebanyakan dari kita malah memusuhi mereka.😦

    @reza
    Yupe betul bro.
    Btw, banner-nya itu di-buat oleh bro almas, untuk itikkecil yang sudah ngingetin kita😉

    @iman brotoseno
    Aku juga ber-pikir hal yang sama mas. tapi yah mudah-mudah-an bukan🙄

    @jensen99
    Selain sulit, juga harga-nya masih sangat mahal bro, di-luar dari ke-tidak tahu-an mereka akan informasi yang sedikit banyak bisa mem-bantu mereka ber-tahan

    @GRaK
    Thanks buat kepedulian-nya bro😉

  16. […] – Ayo-nya Suandana – Sudahkah kita Peduli Aids-nya Extremusmilitis – Dicari Pemimpin Peduli-nya Mba Ira – Pengidap HIV AIDS, Malam-malam-nya Mba […]

  17. AIDS atau Global Warming?
    keduanya menjadi masalah manusia di zaman ini?

    puyeng, puyengg.. limbung.. ..

  18. Oh, hari ini hari AIDS toh. Pantesan banyak postingan tentang AIDS.

    Oh iya, semoga para pengidap AIDS tidak perlu menghadapi perlakuan rasis, sebab toh mereka sudah cukup menderita dengan AIDS itu sendiri.

  19. saran-saran yang bagus…saya peduli. dengan menasihati teman-teman saya yang doyan esek-esek supaya nggak “jajan” sembarangan. itu termasuk kampanye ga ya?😕

  20. trekbek2…
    hehehehe…

  21. […] tapi karena kita peduli, semoga lingkungan kita bebas dari AIDS”Postingan terkait : 1. si Emus™ 2. Mba Ira si Itik yang Gak Gedhe Gedhe 3. Pak Gempur Sang Guru Penyebar Candu 4. Si Miss Komen […]

  22. *ngecek trekbek*

    yay!… nyampai!
    dibaca ya Mus…😉

  23. bbbbbetuuull… dukung AIDS eh maksudnya dukung peduli AIDS.

    Yang penting buat yang sudah terlanjur kena jangan sampai dibedakan perlakuannya. Yang penting kita tidak berbagi darah (berhubungan sex dll) agar tidak tertular.

    dalam memperlakukan penderita AIDS kita seharusnya tidak membeda-bedakan. Sama seperti kita memperlakukan teman yang kena Flu, sakit perut, atau pusing😀

  24. saya peduli, karena dulu saya pernah terjun kedalamnya.

    AIDS itu tujuannya, dan banyak cara untuk menghadapinya.

  25. Kalau belum siap dengan AIDS dan segala konsekuensinya maka berhati-hatilah dalam melangkah …

    Bagi para saudara penderita AIDS … tetap SEMANGAT!!!!
    Dunia belum berakhir karena AIDS….kami saudara2mu ini masih membutuhkan kekuatanmu. Kami saudara2mu ini yakin akan kekuatanmu … SEMANGAT!!!

  26. hehehehe makasih udah nge-link ke saya dan berkunjung di hari AIDS kemarin🙂

  27. […] terkait: – Tema Hari AIDS Sedunia 2007: Kepemimpinan – Dicari : Pemimpin Peduli – Sudah-kah Kita Peduli Dengan AIDS? – Hari AIDS Sedunia Diwarnai Aksi Damai – Hari AIDS Sedunia 2007 – ODHA Ala Pramuka – Kondom AIDS – […]

  28. @leksa
    Sebenar-nya ndak cuma itu, masih banyak lagi yang ter-jadi karena ulah kita manusia itu sendiri.
    Dan mending daripada puyeng, ayo ikutan peduli dengan cara kita sendiri buat ngurangin efek buruk ini semua😉

    @danalingga
    Semoga bro.🙂

    @cK

    dengan menasihati teman-teman saya yang doyan esek-esek supaya nggak “jajan” sembarangan. itu termasuk kampanye ga ya?😕

    Jelas, sangat jelas termasuk kampanye Chik. Bukan-kah mencegah lebih baik daripada ngobatin?😉

    @SirArthurMoerz
    *bales lempara trekbek juga*:mrgreen:

    @Mrs.Fortynine
    Iya…iya, pasti di-baca kok Wi.🙂
    *bales ngirim trekbek*

    @mardun
    Akkurrrr bro. Seharus-nya kepedulian seperti ini yang sangat di-harap-kan dan di-butuh-kan😉

    @Pyrrho
    Wow, ternyata pernah juga ber-kecimpung yaks bro? Salut!!!
    Sekarang bagaimana? Apa masih?

    @deKing yang pura-pura hiatus lagi

    kami saudara2mu ini masih membutuhkan kekuatanmu. Kami saudara2mu ini yakin akan kekuatanmu … SEMANGAT!!!

    Bener sekali ini bro. SEMANGAT!!!

    @rara
    Sama-sama makasih. Salam Militis!!!😉

  29. […] Desember 2007 – Pengidap HIV AIDS, Malam-malam – Anda Peduli? – Saya Penderita AIDS – Ayo… – Sudahkah Kita Peduli dengan AIDS? – Kenapa Saya Menolak Kampanye Kondom? – Mereka Mengidap AIDS, Mereka […]

  30. *Gak tau mesti komeng apa*
    bantu mereka (ODHA) keluar dari trauma berkepanjangan yuk..

  31. caranya gimana zink?

  32. 1. AIDS dapat menyebar melalui kontak sehari-hari

    waduh, tiap hari aku melakukan kontak melalui internet. mudah2an aman.

  33. […] Sudah-kah Kita Peduli Dengan AIDS? […]

  34. […] misalnya yang saya tahu: – Tema Hari AIDS Sedunia 2007: Kepemimpinan – Dicari : Pemimpin Peduli – Sudah-kah Kita Peduli Dengan AIDS? – Hari AIDS Sedunia Diwarnai Aksi Damai – Hari AIDS Sedunia 2007 – ODHA Ala Pramuka – Kondom AIDS – […]

  35. […] AIDS, Mereka Dikucilkan ~I Have AIDS, Will You Hug Me? ~Anda Peduli? ~Injury Time For AIDS ~Ayo ~Sudahkah kita Peduli Aids ~Semua Berawal Dari Rumah ~Kenapa Saya Menolak Kampanye Kondom ~Kondom […]

  36. Arghh, sepertinya saya terlambat…
    Mendukung penuh gerakan peduli ODHA, karena dari mereka bukankah kita bisa belajar, banyak hal??

  37. AIDS merupakan isu yang serius dan banyak orang yang merasa peduli namun tidak tahu atau memiliki kesempatan untuk membantu.
    Seperti juga saya ndak benar-benar tahu apakah yang bisa dilakukan untuk membantu dalam kapasitas masing-masing😀

  38. Aku belum peduli!
    Masalahnya aku nggak punya temen atau kenalan yang terkena AIDS sih!

  39. Baru nyadar awal taun ini mas…. baru nyadar kalo salah satu perilaku saya bisa membawa saya pada kemungkinan tertular…. ada informasi untuk Test HIV gratis ga?

  40. @qzink666
    Boleh ayo kita bantu sama-sama bro, dengan cara yang bisa kita lakukan masing-masing🙂

    @bedh
    Mungkin bisa men-cari tahu informasi-nya dan ikut ber-sama-sama dengan yang lain bro😉

    @nieznaniez kejar dedlen:mrgreen: ndak usah takut aman kok niez, lha wong itu kan pandangan yang salah kalau ber-sentuhan itu bisa menular-kan.

    @goop
    Thanks buat dukungan-nya, dan ya kita bisa banyak belajar dari mereka bro🙂

    @sigid
    Sebenar-nya dengan mulai men-sosialisasi-kan tentang AIDS kepada keluarga, teman-teman, tetangga kita juga sudah lebih dari cukup kok Gid. Dengan begitu mereka bisa memahami arti penting-nya untuk ber-hati-hati, sehingga bisa ter-hindar dari penyakit ini🙂
    Dan se-andai-nya ada yang kamu tahu mengidap penyakit ini, mungkin kamu bisa membantu dengan menjadi teman-nya terlebih dahulu bro😉

    @evelyn pratiwi yusuf
    Oh ndak apa-apa kok kalau belum peduli, itu kembali ke individu masing-masing kok🙂
    Kita sama-sama ber-harap gak ada dan jangan sampai ada teman-teman atau keluarga yang terkena yaks😉
    Semoga…

    @nana
    Wah, bagus sekali kalau bisa sadar perilaku-nya ternyata ber-potensi ter-jangkit AIDS
    tapi ndak usah takut dan ragu dulu, kan masih belum suspected😉
    Dan untuk informasi test HIV-nya coba lihat di sini:

    Informasi Lokasi Test HIV Komunitas AIDS Indonesia

    Se-andai-nya pun tidak gratis, setahu-ku biaya-nya gak bakal lebih dari 50 ribu rupiah kok🙂

  41. Ade pernah bertemu dengan ODHA, dan sedih banget atas perlakuan masyarakat bahkan keluarga terdekat, tapi Ade peduli…

    -Ade-

  42. Sayap KU
    Terima kasih De, Untuk Peduli🙂

  43. @Nana
    Coba kontak rumah sakit besar di kota Nana, biasanya ada klinik VCT gratis di sana

    Musmus, tulisannya bagus…. makasih sudah mau berpartisipasi dan peduli pada ODHA

  44. @itikkecil
    Sama-sama terimakasih Ra, ini juga untuk kita semua dan generasi berikut-nya kan?😉

  45. […] Sudahkah kita Peduli dengan AIDS – Musmus […]

  46. […] Sudahkah kita Peduli dengan AIDS – Musmus […]

  47. […] 13, 2007 “Bang. Besok jangan lupa ke Banjarmasin. Ada acara dalam rangka memperingati hari […]

  48. Your content is truly worthy. Thank the author so much for putting a ocean of Nice article.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: